Catatan Terbaru :
Showing posts with label Shalat Fardlu. Show all posts
Showing posts with label Shalat Fardlu. Show all posts

Bacaan Niat Sholat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Niat Salat ( نية الصلاة Niyyat as-Sholat) 

Pengertian Niat adalah sebuah konsep yang mengacu pada keinginan dari dalam hati, untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah.
Berkaitan dengan bacaan niat didalam melaksanakan shalat terdapat dua pendapat mengenai pelafalan niat
 
Pendapat Yang Pertama

Diantara sekelompok muslim ada yang melafalkan niat adapula yang tidak, dan menurut pendapat mayoritas ulama adalah tidak melafalkan. Kemudian pendapat pertama ini diperkuat dengan hadits dari ‘Aisyah yang dinukilkan oleh Imam Syafi'i dan dicatat oleh Imam Muslim, Rasulllah memulai salat dengan takbir. Abdullah bin Umar pun mengatakan hal yang sama. Qadhi Abu Rabi’ As Syafi'i seorang pembesar ulama bermahzab Syafi'i mengatakan, “Mengeraskan niat dan bacaan di belakang imam bukanlah bagian dari sunnah. Bahkan ini adalah sesuatu yang dibenci, jika ini mengganggu jamaah shalat yang lain maka hukumnya haram.”

Niat termasuk perbuatan hati maka tempatnya adalah di dalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya secara otomatis tertanam di dalam hatinya.

Menurut pendapat pertama ini adalah setiap ibadah seharusnya mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad (اَلْاِتِّبَاعُ). Maka setiap ibadah yang diadakan dan tidak pernah diajarkan atau dilakukan adalah (bid'ah) maka ibadah itu tertolak, walaupun pelakunya tadi seorang muslim.

Pendapat kedua

Pendapat kedua membolehkan adanya pelafalan niat dalam melaksanakan shalat baik wajib ataupun sunnah. Pendapat ini dari ulama mazhab Syafi'i yang lainnya. Mereka menyatakan perlunya menyertakan pengucapan dalam niat shalat. Ulama itu adalah Syaikh Salim bin Samir Al-Hadlrami dan Syaikh Abu Abdil Mu’thi Muhammad Nawawi Al-Jawi, mereka berpendapat "...dan tempatnya niat adalah hati dan pengucapan niat hukumnya sunah..." Sementara alasannya hanya dengan penjelasan bahwa "Pengucapan niat dengan lisan untuk membantu kemantapan hati".

Menurut pendapat kedua niat memiliki aspek niat, diantaranya itu ada 3 hal :

Diyakini dalam hati.
Diucapkan dengan lisan (tidak perlu keras sehingga dapat mengganggu orang lain atau bahkan menjadi ijma.
Dilakukan dengan amal perbuatan.

Jadi niat akan lebih kuat bila ke tiga aspek diatas dilakukan semuanya, sebagai contoh saya berniat untuk shalat, hatinya berniat untuk shalat, lisannya mengucapkan niat untuk sholat dan tubuhnya melakukan amal shalat. Demiikian pula apabila kita mengimani segala sesuatu itu haruslah dengan hati yang yakin, ucapan dan tindakan yang selaras.

Dengan definisi niat yang seperti ini diharapkan orang Islam atau Muslim itu tidak hanya 'semantik' saja karena dengan berniat berati bersatu padunya antara hati, ucapan dan perbuatan. Niat baiknya seorang muslim itu tentu saja akan keluar dari hati yang khusyu dan tawadhu, ucapan yang baik dan santun, serta tindakan yang dipikirkan masak-masak dan tidak tergesa-gesa serta cerdas. Karena dikatakan dalam suatu hadits Muhammad apabila yang diucapkan lain dengan yang diperbuat termasuk ciri-ciri orang yang munafik.

Wallahu A'lam

Shalat Isya'

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Seandainya manusia mengetahui pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya selain dengan diundi, tentu mereka saling mengundi. Seandainya mereka mengetahui pahala pada At-Tahjir ( menuju shalat lebih awal ), tentu mereka akan berlomba-lomba mendapatkannya. Dan sendainya mereka tahu pahala dalam shalat isya dan subuh, tentu mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak “ HR. Bukhari.

Seandainya manusia mengetahui … , seandainya mereka mengetahui … , seandainya mereka tahu … ,

kalimat ini diulang-ulang oleh Rasulullah SAW seakan-akan ia sangat-sangat menyayangkan bila umatnya tidak melaksanakan shalat berjamaah di mesjid, khususnya untuk shalat isya dan subuh, karena boleh jadi Rasulullah SAW telah diperlihatkan sendiri oleh Allah SWT pahala apa dan keutamaan apa yang akan didapat oleh manusia bila mereka melaksanakan kedua shalat ini secara berjamaah. Sedangkan untuk kita, kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa hal itu adalah benar dan pasti akan kita dapatkan baik di dunia sekarang maupun di akhirat kelak.

Salah satu keutamaan dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid yaitu akan mendapatkan jaminan dari Allah SWT. Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang menunaikan shalat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan jaminanNya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat subuh , Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” HR. Muslim.

Tidakkah anda ingin dijamin seluruh keperluan sehari-hari ? Tidak maukah anda diberi jaminan makan-minum sehari-hari ? tidak inginkah anda dijamin keselamatan dan keamanan selama anda bepergian kemana-mana ? , tentulah semua pasti ingin mendapatkan jaminan-jaminan seperti ini, walaupun ini hanya sebatas jaminan oleh manusia kepada manusia lain yang dalam perjalanannya mungkin jaminan itu hanya omong kosong yang belum tentu kebenarannya. 

Akan bagaimana halnya jika yang berjanji akan memberi segalanya adalah Allah Subhanahu Wata'ala Dzat yang Maha Kaya, Dzat yang Maha Perkasa, Dzat yang memiliki seluruh alam semesta yang apabila Ia berkehendak Ia hanya berkata ” kun fayakun ” , ” Jadilah !.. maka terjadilah ia”. Mari kita renungkan sejenak, sekali lagi kita harus benar-benar yakin … walaupun Rasulullahpun dalam beberapa haditsnya menganjurkan agar kita berusaha dulu baru bertawakkal.

Siapa yang dapat mencelakai kita kalau Allah sudah menjamin keamanan kita ? Dan apabila Allah mencoba keimanan kita dengan menakdirkan kita dizalimi seseorang, maka yakinlah dan mohonlah kepada Allah, niscaya Allah akan membalas dan menuntutnya , siapalah lagi yang akan membela orang tersebut, bila Sang Penuntut Umum adalah Allah Subhanahu Wata'ala, dzat yang Maha Perkasa, dzat yang Maha Kuasa, dan dzat yang amat pedih siksaannya ? sungguh tenang dan tentram hati ini apabila kita betul-betul beriman.

Katakanlah : ”Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal”. (QS.Attaubah : 51)

Wallahu A'lam

Bacaan Do'a Qunut

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Do'a Qunut


Bacaan Do'a Qunut dan Arti nya

أَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
ALLHUMMAHDINI FIIMAN HADAIT
Ya Alloh Berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk

وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ
WA'AAFINII FIIMAN 'AAFAIT
Dan Berikanlah Keselamatan padaku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri keselamatan

وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT
Dan pelihara-lah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau pelihara

وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ
WA BAARIKLLII FIIMAA A'THOIT
Dan berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku

وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ
WAQINII SYARROMAA QODLOIT
Dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan

فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
FAINNAKA TAQDHI WALA YUQDLO 'ALAIK
Karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi

وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
WAINNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT
Dan sesunguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau tolong

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
TABAAROKTA ROBBANAA WATA'ALAIT
Sesungguhnya Maha Agunglah Engkau dan Maha luhurlah Engkau

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
WA SHOLLALLOHU 'ALAN NABI MUHAMMADIN WA'ALA ALIHI WASHOHBIHI WABARAKA WASALLAM
Dan semoga Alloh tetap memberi rahmat pada Nabi Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya dengan kesejahteraan dan keselamatan.

Sujud Tilawah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sujud Tilawah adalah sujud yang musti dilakukan apabila kita membaca dan atau mendengar seseorang sedang membaca Ayat - Ayat Sajdah yang menurut para sebagian ulama' dilaksanakan baik didalam maupun diluar shalat. diantara ayat - ayat Sajdah yang ada didalam Al Quran adalah Surah Al A'raaf ayat : 206 yang dalam bahasa indonesianya kurang lebih :

"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud." 
Jika kita mendengar ayat diatas dibaca maka disunatkan untuk bersujud setelah membacanya atau mendengarnya, baik di dalam sembahyang maupun di luar sembahyang dengan membaca do'a sebagai berikut : "Aku sujudkan wajahku ini kepada yang menciptanya dan membentuk rupanya dan yang membuka pendengarannya dan penlihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta".

Bagaimana cara melakukan sujud tilawah ? Berapa kali Salam ? Apa yang dibaca semasa sujud ?

Menurut beberapa pendapat sujud tilawah sama seperti sujud dalam solat, yang afdalnya adalah kita berdiri dan turun sujud di atas tujuh anggota sujud lalu membaca : Subahaana rabbiyal a’la (Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi) tiga kali, kemudian membaca :

 اَللّهُمّ إِنِّي لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ, سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ اللهم اكْتُبْ لِي بِهَا أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ عَلَيْهَ وَعَلَى نَبِيِّنَا أَفْضَلُ الصَّلاَة ِوَالسَّلاَمِ 

 (Ya Allah, sesungguhnya aku sujud kepadaMu, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri dan kepada Mu aku bertawakkal. Wajahku sujud kepada (Allah) Yang menciptakannya, membentuk rupanya, membelah pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatanNya, Maha Besar Allah sebaik-baik yang menciptakan).(Riwayat Muslim 771)

(Ya Allah, tulislah untukku pahala dengannya, hapuslah dosaku dengannya, jadikanlah ia sebagai simpanan untukku di sisi Mu, terimalah ia dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba Mu Daud ‘alaihi wa ‘ala nabiyina afdhalush shalatu wassalam). (Riwayat At-Tirmidzi 3424-Hadis Gharib)

Para ulama' berpendapat bahwa sujud tilawah sama seperti ibadah solat yang perlu memenuhi syarat-syarat utama seperti suci tubuh badan, berwudu, tempat sujud bersih dari najis, mengadap kiblat dan menutup aurat. Mereka mengharuskan bertakbir untuk sujud dan mengucap salam setelah bangun dari sujud sama seperti solat.

Terdapat banyak pendapat mengenai apa dimana dan bagaimana sujud tilawah yang paling utama adalah hendaklah membaca dan atau menyebut Nama Allah Subhanahu Wata'ala dan Mensucikan Nya.

Wallahu A'lam

Sujud Sahwi

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang yang sedang melaksanakan sholat, yang terjadi / dilaksanakan untuk menampung kekurangan atau kecacatan yang terjadi dalam pelaksanaan solat dan hukumnya menurut kesepakatan sebagian ulama adalah sunat muakad.

Sahwi berarti lupa atau lalai terhadap sesuatu. Maka ‘Sujud Sahwi’ dilakukan oleh seseorang yang bersolat, apabila terlupa melakukan sunnah Ab’adh atau hal yang salah lainnya tanpa sengaja.

Namun demikian tidak semestinya mereka yang sujud sahwi kerana lupa sahaja, kerana mereka yang meninggalkan sesuatu sunat ab’ad  seperti meninggalkan ‘Doa Qunut’ dengan sengaja kerana tidak hafal adalah disunatkan melakukan ‘Sujud Sahwi’ juga. Maka bolehlah dikatakan dan dipernamakan sujud sahwi di atas qaedah باب الاكتفا  atau الاغلبية (kebiasaan pengunaannya).

‘Sujud Sahwi’ adalah sunat muakad yang dilakukan untuk menampung kekurangan atau kecacatan yang terjadi dalam pelaksanaan solat, baik kekurangan rakaat, kelebihan rakaat, atau kerana ragu-ragu yang disebabkan terlupa.

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلاَثًا أَوْ أَرْبَعًـا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَـا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَـانَ صَلَّى خَمْسًا شَفِعْنَ لَهُ صَلاَتُهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا ِلأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيْمًا لِلشَّيْطَانِ.

“Jika salah seorang di antara kamu ragu dalam solatnya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia lakukan, tiga rakaat atau empat rakaat. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima rakaat, maka dia telah melengkapkan solatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat rakaat, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan.” (Hadis Riwayat: Muslim, Abi Dawud, An-Nasa’I r.a.)

Menerangkan tentang lupa di dalam sholat, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيْتُ فَذَكِّرُوْنِيْ.

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kamu. Aku lupa sebagaimana kamu juga lupa. Jika aku lupa, maka ingatkanlah aku.” [Sahih: Shahiihul Jaami'ush Shaghiir (no. 2339), Irwaa'ul Ghaliil (no. 339).]

Hikmah dilupakan Baginda SAW oleh Allah Ta’ala adalah untuk menjadi pengajaran dan panduan bagi umat Rasulullah SAW.

1.  Diharuskan Sujud Sahwi ‘Sujud Sahwi’ dibolehkan apabila berlaku perkara seperti:

1.  Lupa mengerjakan duduk Tahiyyat Awal.
2.  Lupa membaca Tasyahud Awal.
3.  Tertinggal selawat untuk Nabi Muhammad SAW pada Tasyahud Awal.
4.  Terlupa membaca Surah Fatihah pada rakaat pertama atau kedua.
5.  Menambah rukuk atau sujud kerana kelupaan,
6.  Ragu atau menambah bilangan rakaat solat dan sebagainya.
7.  Tertinggal Doa Qunut (Qunut Solat Subuh atau Solat Witir Nisfu Ramadhan).

2.  Cara Melakukan Sujud Sahwi

‘Sujud Sahwi’ adalah melakukan dua kali sujud pada penghujung rakaat yang terakhir dan hendaklah berniat untuk melakukannya sebelum sujud;

1. Sesudah Tahiyyat Akhir dan sebelum salam. Bersujudlah sambil mengucapkan takbir “Allaahu Akbar” dan dalam sujud membaca : "Subhana Man La Yanamu Wa La Yashu"
2.  Duduk antara dua sujud semula dengan bacaan seperti solat biasa.
3.  Sujud lagi sekali dengan mengucap takbir, lalu membaca tasbih sujud " Subhana Man La Yanamu Wa La Yashu"
4.  Kemudian duduk semula dengan duduk ‘Iftirasy’ (Tahiyat Akhir).
5.  Akhirnya beri salam ke kanan dan kiri.

Doa sesudah sholat dan Dzikir

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu ‘alaikum. Mohon saya dibantu. Bagaimana zikir dan doa sesudah shalat fardhu sesuai sunah Rasulullah secara lengkap, agar saya bisa mantap beribadah. Terima kasih sebelumnya.


Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Secara umum, zikir setelah shalat fardhu adalah sebagai berikut:

- Setelah salam membaca istigfar sebanyak tiga kali kemudian mengucapkan,

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 591)

Patut diperhatikan bahwa lafal zikir di atas tidak boleh ditambah dengan kata-kata:

وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاّمِ

Hal itu dikarenakan lafal tersebut tidak berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Misykatul Mashabih, 1:303; Hasyiyah Ath-Thahawi ‘alal Maraqiy, 2:311.

- Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (Sahih; H.R. Bukhari, no. 6862; Muslim, no. 593; An-Nasa’i, no. 1341)

- Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

- Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk membaca lafal tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, Anda bisa juga mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali. Hal ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا

“Ada dua perkara, setiap muslim yang konsisten melakukannya akan masuk ke dalam surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sangat jarang yang mampu konsisten mengamalkannya. (Perkara yang pertama) adalah bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu.” (Sahih; H.R. Tirmidzi, no. 3410; Shahihut Tirmidzi, no. 2714)

- Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348)

Kami menyarankan kepada Bapak Suparno untuk memiliki buku kecil Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id Al-Qahthani yang memuat zikir-zikir yang sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang alhamdulillah telah banyak diterjemahkan. Jika ingin mengetahui beberapa ketentuan fikih yang terkait dengan zikir dan doa, Bapak bisa mencari buku Wirid dan Dzikir karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwaz yang diterbitkan Pustaka Imam Syafi’i. Semoga dimudahkan.

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim, S.T. (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Mari Kita Laksanakan Shalat Subuh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat Subuh bahasa Arab: صلاة الصبح) adalah salah satu sholat wajib dari salat lima waktu yang dilakukan pada saat setelah terbit fajar sampai menjelang matahari terbit.

Solat Subuh adalah satu daripada lima sholat fardu yang diwajibkan ke atas umat Islam. Solat fardu wajib ditunaikan seorang Islam yang masih waras dan hidup. Solat fardu tidak boleh ditinggalkan sama sekali dalam apa keadaan sekali pun karena ia termasuk dalam dosa-dosa besar. Meski seseorang dalam keadaan sakit sekali pun jika hanya mata yang boleh bergerak maka solat wajib dilaksanakan dengan menggunakan isyarat mata. Sekiranya seseorang tertinggal solat fardu, wajib baginya untuk menggantinya dengan niat qada.

Salah satu daripada solat fardu adalah solat Subuh. Solat Subuh terdiri daripada 2 rakaat dan Bagi mazhab Syafie, solat subuh dilakukan beserta dengan doa qunut.

Waktu untuk menunaikan solat subuh atau solat fajar adalah bermula daripada fajar menyinsing hinggalah terbit matahari. Masa yang tersedia dianggarkan kira-kira 2 jam.

Sebelum solat subuh, seseorang itu digalakkan bagi mengerjakan dua rakaat solat Sunat Rawatib.

Solat yang terbaik ialah solat di masjid ataupun surau (bagi lelaki) secara berjemaah dengan menjaga kekusyukkannya, bacaannya serta rukunnya serta mengambil wuduk secara sempurna. Orang Islam percaya bahawa solat berjemaah adalah 27 kali ganda lebih baik berbanding solat bersendirian di rumah.

Yuk Shalat Subuh

Apabila Disebut Nama Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al Anfal: 2).

Manusia termasuk makhluk yang banyak mendapat panggilan dari Allah. Mulai dari panggilan untuk hidup di dunia ini, panggilan untuk shalat pada waktunya, panggilan untuk berhaji pada bulannya, panggilan untuk mati untuk kembali ke alam baka, hingga panggilan di hari pengadilan di akhirat kelak untuk diadili. 

Namun kenyataannya, tidak semua panggilan itu dipenuhi sebagian manusia, terutama panggilan untuk melaksanakan ibadah shalat melalui adzan.

Padahal menurut para ulama, walaupun dikumandangkan oleh manusia, adzan sebenarnya merupakan panggilan dari Allah. Lafaznya yang sama di seluruh dunia, meskipun manusia memiliki berbagai macam bahasa. 

Manusia-manusia beriman di belahan bumi manapun berada, akan tersentuh hatinya dan bertambah keimanannya tatkala mendengarnya. Hati menjadi bergetar untuk segera bangkit untuk menyucikan diri untuk segera menghadapNya tanpa perantaraan. Dan bahkan ada rasa penyesalan bila tak sempat memenuhinya.

Bila ada yang tak tersentuh, atau bahkan merasa jengkel tatkala suara azan bergema, maka itu bisa jadi suatu pertanda bahwa hatinya telah menjadi keras, sempit, dan gelap. Hati yang seperti ini tak akan mampu lagi menampung kebenaran atau panggilan-panggilan untuk menuju kepada kebenaran. 

Makanya, timbul rasa berat untuk bangkit dari tempat duduk atau tempat tidurnya, meskipun untuk menghadap Allah. Bila hati orang beriman bergetar tatkala mendengar nama Allah, maka yang tak bergetar tentunya adalah orang yang sebaliknya.

Tapi perlu diingat bahwa panggilan ini akan memberi pengaruh besar terhadap panggilan-panggilan yang mesti dipenuhi selanjutnya. Yaitu, panggilan untuk kematian yang datangnya tak disangka-sangka dan panggilan di akhirat kelak. 

Wallahu A'lam

Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sekilas catatan tentang shalat

Pengertian shalat secara bahasa adalah do’a / berdo’a  sedangkan pengertian shalat secara istilah adalah merupakan suatu rangkaian kegiatan ibadah yang memiliki waktu khusus atau ditentukan waktunya yang pada pelaksanaannya dimulai dengan berdiri membaca niat disertai takbiratul ihram hingga berakhir dengan ungkapan salam.

Macam macam shalat

Shalat adalah salah satu dari sekian banyak ritual ibadah umat islam dari segi hukumnya shalat terdiri atas dua macam yakni shalat sunnah dan shalat wajib , shalat sunnah adalah shalat yang apabila dikerjakan maka mendapat tambahan pahala dan atau keutamaan sedangkan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. sedangkan shalat wajib adalah shalat yang harus dilaksanakan oleh setiap umat islam dan berdosa hukumnya apabila ditinggalkan. Shalat fardhu dalam setiap harinya dilaksanakan sebanyak lima kali yakni shalat subuh , dzuhur , ashar , maghrib dan isya’ , sedangkan shalat sunnah bisa sampai belasan kali tergantung kepada kemauan dan kesempatan yang dimiliki oleh setiap orang, seperti shalat dhuha, shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah , shalat tahiyatul masjid , shalat sunnah wudlu , shalat tahajjud, dan lain – lain.

Rukun dan atau tata cara shalat secara garis besar terdiri atas bagian – bagian dan atau kegiatan seperti berikut ini :

-         Membaca Niat (dilakukan dengan berdiri  apabila mampu atau duduk dan berbaring jika tidak mampu.
-         membaca dan atau melafadzkan Takbiratul Ihram (bacaan : Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan hingga jari – jari berada dibawah telinga)
-         Membaca suratul Fatihah disetiap raka’at shalat
-         Rukuk  disertai dengan bacaan tasbih (tuma'ninah / diam sebentar)
-         Iktidal disertai dengan bacaan I’tidal (tuma'ninah / diam sebentar)
-         Sujud disertai dengan bacaan tasbih (tuma'ninah / diam sebentar)
-         Duduk diantara 2 sujud dengan membaca do’a (tuma'ninah / diam sebentar)
-         Duduk tasyahud awal / akhir (tergantung dari jumlah raka’at dalam shalat)
-         Membaca bacaan tasyahud awal / akhir
-         Salam   
-         Tertib ( yang dimaksud dengan tertib adalah melakukan setiap rukun shalat secara urut)

Islam adalah agama yang mudah dan memberikan keringanan kepada pemeluknya termasuk dalam hal shalat , apabila seseorang berada dalam suatu kondisi yang lemah / sakit sehingga kemudian tidak dapat berdiri maka diperbolehkan untuk melaksanakan shalat dengan duduk atau berbabaring, bahkan jika kemudian seseorang menderita penyakit yang sangat parah sehingga tidak dapat melakukan gerakan meskipun dalam berbaring maka dapat melaksanakan shalat dengan isyarat / mengedipkan mata

Tidak hanya itu pun demikian bila seorang muslim berada dalam suatu perjalanan yang cukup jauh islam memberikan suatu keringanan dengan diperbolehkannya meringkas dan atau menggabung shalat mereka. dengan menggabungkan dua shalat dalam satu waktu dan atau juga meringkas dari empat raka’at menjadi dua raka’at atau yang biasa diseut dengan Men-jamak shalat meng-qasar shalat , yang Insya Allah akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Wallahu A’lam

Bacaan Dzikir Setelah Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dzikr & Do'a Setelah Shalat Fardlu

أَسْتَغْفِرَاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَالْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagfirullahal’adzim Alladzi laa ilaaha illa hual hayyul qayyum watubu ilaih


لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku walhul hamdu, yuhyi wa yumitu wahua ‘ala kulli syaiin qadir


أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ
Allahumma Anta salam wa minkassalam wa ilaika ya’udu ssalam fahayyina rabbana bissalam wa adkhilnal jannata darassalam tabarakta rabbana wata’alaita yadzal jalali wal ikram


اِلَهَنَا يَارَبَّناَ أَنْتَ مَوْلنَا : سُبْحَنَ اللهِ
Ilahana ya rabbana anta maulana : Subhanallah


سُبْحَنَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا : أَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Subhanallah wabihamdihi da iman abadan Alhamdulillah

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ : اللهُ أَكْبَرُ
Alhamdu lillahirabbil ‘alamin ‘ala kulli halin wani’matin Allahu Akbar

أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
Allahu akbar kabiran walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asilan


لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ.
Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumitu wahua ‘ala kulli syaiin qadir


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wani’mannasir wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin wasallim wa radliyallahu ta’ala ‘an kulli sahabati rasulillahi Ajma’in


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi u mazidah ya rabbana lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthanika


اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ
وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Allahumma Inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’ afiyatan fil jasadi wa ziyadatan fil ‘ilmi, wabarakatan firrizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut.


اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَةِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Allahumma hawwin ‘alaina fi sakaratil maut wannajata minannari wal ‘afwa ‘indalhisab


اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba walidaina warhamhuma kama rabbayana shigara.
YA ALLAH AMPUNILAH DOSA DOSA KAMI, & DOSA KEDUA ORANG TUA KAMI, SERTA SAYANGILAH MEREKA SEBAGAIMANA MEREKA MENYAYANGI KAMI


اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي تَعَلَّمِنَا وَامْتِحَانِنَا مِنَ النَّاجِحِيْنَ
Ya Allah jadikanlah kami orang orang yang sukses dalam belajar kami & dalam Ujian kami.


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا وَأَفْكَارَنَا وَأَحْسِنْ أَخْلاَقَنَا وَأَحْسِنْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا
Ya Allah Sucikanlah hati kami dan fikiran kami, perbaikilah akhlak kami dan perbaikilah amal perbuatan kami dengan perbuatan yang baik


اللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allahumma Inna Nas alukal Huda wat tuqa wal 'afafa wal ghina


رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbana Laa Tuzig Qulubana Ba'da Idz Hadaitana min ladunka rahmatan Innaka Antal Wahhabu.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
Rabbana Hab Lana Min Azwajina Wadzurriyatina Qurrata A'yunin Waj'alna Lil muttaqina Imaman


رَبَّنَا ظَلَّمْنَا أَنْفُسَنَا فَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
Rabbana Dzallamna Anfusana Fainlam Taghfirlana Watarhamna Lanakunanna Minal Khasirina


رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana Atina Fiddunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan waqina adzabannari


وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
Washallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa'ala alihi washahbihi wabaraka wasallam


سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Subhana Rabbika rabbil 'izzati 'amma yasifuna, Wasalamun 'alal mursalin walhamdulillahirabbil 'alamin,

نَسْأَلُكَ الإِجَابَةَ الْفَاتِحَةُ
Nas'alukal Ijabah Al Fatihah...

Rukun Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Syarat sah shalat dan atau rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat yang mana shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya menurut syariat (kecuali dalam keadaan terpaksa , misal dalam perang ,berada diatas kendaraan, dan sebagainya)

Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i Rukun Shalat adalah bagian dari shalat tersebut dan jika ditinggalkan maka batallah shalatnya. secara garis besar Rukun Shalat ada tiga belas, berikut adalah urutan - urutannya :
  1. Berdiri bagi yang mampu, dan diperbolehkan duduk atau terlentang bagi yang sakit
  2. Niat
  3. Takbiratul ihram, yaitu Allahu Akbar yang pertama
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Ruku' serta thuma'ninah (berhenti sebentar)
  6. I'tidal (bangkit dari ruku' berdiri tegak) serta thuma'ninah
  7. Sujud dua kali serta thuma'ninah
  8. Duduk di antara dua sujud serta thuma'ninah
  9. Duduk yang akhir
  10. Membaca Tasyahud Akhir pada duduk takhiyat akhir
  11. Membaca Shalawat atas nabi pada duduk takhiyat akhir
  12. Salam yang pertama
  13. Tertib (mendahulukan yang dahulu dan mengakhirkan yang kemudian)
 Wallahu A'lam

Shalat Subuh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wata'ala, sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.

Keutamaan Shalat Subuh , misteri shalat subuh , serta manfaat shalat subuh sudah seringkali di kaji , di bahas , di uraikan , di teliti , di simpulkan , dibukukan dan tidak ketinggalan juga diperjual belikan dan atau dikomersilkan, tidak sedikit dari para ahli baik cendikiawan muslim maupun mereka yang diluar muslim merumuskan serta menjabarkan tentang khasiat atau keutamaan serta manfaat dari shalat yang satu ini, baik dari segi fisik maupun non fisik. 

Sesungguhnya dan sungguh sungguh nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada kita tidak dapat terhitung dan atau tidak terhingga sehingga wajiblah kemudian kita untuk senantiasa bersyukur kepada Nya, Bertasbih kepada Nya , Memuji dan Mengagungkan Nya dengan cara dan atau jalan menjalankan Perintah Nya serta menjauhi larangan Nya.

Satu diantara sekian banyak perintah Nya adalah menjalankan shalat subuh, yang menurut sebagian besar ulama dan atau cendikiawan muslim memiliki 1001 keutamaan karena saking banyak nya keutamaan dan atau manfaat didalam shalat subuh, diantaranya adalah mereka yang senantiasa menjalankan shalat subuh terutama secara berjama'ah akan berada di dalam penjagaan Allah atau jaminan serta pengawasandan pemeliharaan Allah Subhanahu Wata'ala baik ketika di dunia maupun kelak di akherat insya Allah akan diselamatkan dari api neraka tentunya hal ini kemudian menjadikan mereka yang istiqomah dalam menjalankan shalat subuh akan mendapatkan jaminan syurga , Insya Allah.

Selain itu mereka yang istiqomah dalam menjalankan shalat subuh akan dapat Melihat Allah SWT dengan keadaan yang tidak susah payah, inilah tujuan yang utama dan banyak dikejar oleh mereka yang berusaha dengan sungguh sungguh untuk mendapatkannya. 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Jarir Al-Bajali RA berkata: Kami di sisi Nabi Muhammad SAW dan pada suatu malam beliau melihat ke arah bulan purnama lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian mampu melihat bulan purnama ini, kalian tidak akan merasa susah melihatnya, seandainya kalian mampu untuk tidak dikalahkan dalam melaksanakan shalat sebelum terbit dan sebelum tenggelamnya matahari, maka lakukanlah, kemudian beliau membaca sebuah ayat:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“…dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya)”. (QS. Qaf : 39)

Tidak sedikit riwayat yang menjelaskan tentang larangan meremehkan shalat fajar. Di antara riwayat tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Sungguh aku ingin untuk mendirikan shalat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki untuk mengimami shalat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri shalat berjama’ah untuk membakar rumah mereka dengan api”.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau, sungguh luar biasa keutamaan , khasiat dan atau manfaat yang dapat akan kita dapatkan andaikata kita dapat istiqomah dalam menjalankan shalat subuh. Oleh karena itu shahabat janganlah sia - siakan shalat subuh 

Wallahu A'lam

Rukun dan Syarat khutbah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamualaikum , afwan ana mau bertanya rukun dan syarat khutbah apa saja ?

Terdapat beragam pendapat diantara para ulama' tentang syarat dan rukun khutbah, namun tidaklah menjadi perdebatan dan atau persengketaan mengenai hal tersebut, karena mereka yang sejatinya sudah saling memahami dan menghormati satu sama lain tentang adanya perbedaan tersebut. Sebagai seo­rang pemberi wasiat dan atau nasehat khatib harus benar-benar mengetahui, me­mahami, serta melaksanakan syarat-syarat, rukun-rukun, dan sunnah-sunnah dalam berkhutbah, diantaranya adalah diuraikan satu persatu sebagai berikut :
Syarat - Syarat Khutbah :

  1. Khatib harus suci dari hadats, baik hadats besar maupun hadats kecil.
  2. Khatib harus suci dari najis, baik badan, pakaian, maupun tempatnya.
  3. Khatib harus menutup auratnya.
  4. Khatib harus berdiri bila mampu.
  5. Khutbah harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
  6. Khutbah harus disampaikan dengan suara keras sekira dapat didengar oleh empat puluh orang yang hadir.
  7. Khatib harus duduk sebentar dengan thuma’ninah (tenang seluruh anggota badannya) di antara dua khutbah.
  8. Khutbah pertama dan khutbah kedua ha­rus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pula antara khutbah dan shalat jum’ah.
  9. Rukun-rukun khutbah harus disampaikan dengan bahasa arab, adapun selain rukun boleh dengan bahasa lain.
 Rukun-Rukun Khutbah
  1. Khatib harus membaca Hamdalah (melantunkan Pujian kepada Allaah Subahanahu Wata'ala) , pada khutbah pertama dan khutbah kedua.
  2. Khatib harus membaca Shalawat kepada Rasulullah saw, pada khutbah pertama dan Khutbah kedua.
  3. Khatib harus berwasiat kepada diri sendiri dan jama'ah agar bertaqwa kepada Allah, baik pada khutbah pertama maupun khutbah kedua.
  4. Khatib harus membaca ayat Al-Qur’an pada salah satu dari dua khutbah.
  5. Khatib harus mendoakan seluruh kaum muslimin pada khutbah kedua.
Sunnah-Sunnah Khutbah
  1. Khutbah hendaknya disampaikan di atas mimbar, yang berada disebelah kanan mihrab.
  2. Khatib hendaknya mengucapkan salam, setelah berdiri di atas mimbar (sebelum berkhutbah).
  3. Khatib hendaknya duduk sewaktu adzan sedang dikumandangkan oleh Bilal.
  4. Khatib hendaknya memegang tongkat de­ngan tangan kiri.
  5. Khutbah hendaknya disampaikan dengan suara yang baik dan jelas, sehingga mu­dah dipahami dan diambil manfaatnya oleh para hadlirin.
  6. Khutbah hendaknya tidak terlalu panjang.
Begitulah hendaknya khutbah jum’ah disam­paikan oleh khatib, dan lebih sempurna lagi bila khatib berakhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi kaum muslimin, sebab ia adalah sang pemberi nasehat, maka sudah sepatutnya bila berperilaku yang baik dan dapat diteladani.

Waktu Shalat Maghrib

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Awal dan Akhir Waktu Shalat Maghrib

Awal waktu maghrib adalah ketika matahari tenggelam (akhir waktu ashar) yang dimaksud dan termaksud dalam tenggelamnya matahari adalah hilangnya bulatannya yang hal ini akan terlihat jelas sekali di daerah gurun. 

Adapun di tempat yang memiliki bangunan dan di puncak-puncak gunung, yang dimaksud dengan tenggelamnya matahari (waktu maghrib) adalah tidak terlihat sedikitpun cahaya matahari di atas ujung dinding dan puncak-puncak gunung serta telah datang gelap dari arah timur. Adapun akhir waktu maghrib adalah saat hilangnya syafaq.

Hal ini ditunjukkan dalam hadits :

وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ

“Waktu shalat maghrib adalah bila matahari telah tenggelam selama belum jatuh / hilang syafaq.” (HR. Muslim)

Demikian pula dalam hadits Abu Hurairah :

وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِيْنَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ

“Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.” (HR. At-Tirmidzi, Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam permasalahan awal waktu ini terjadi kesepakatan di kalangan ulama. Namun untuk akhir waktu maghrib, ada perbedaan pendapat.
Doa Niat Shalat Maghrib


Doa berikut ini dibaca pada saat kita akan melakukan shalat maghrib.

Bacaan Doa Niat Shalat Maghrib

“Usahllii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaan-an [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa”

Arti Doa Niat Shalat Maghrib

“Saya sengaja shalat Mahgrib tiga rakaat menghadap kiblat pada waktunya (menjadi makmum / imam) karena Allah semata.”

Bersegeralah Mengerjakan Shalat Maghrib

Hukum Khusyu' Dalam Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bagaimana hukumnya bila setiap hari melaksanakan sholat tapi hati kurang khusyu' dan terkadang fikiran kemana-mana. apakah mendapat pahala ato sholat x sia2 ..?

Alhamdulillah setelah sebelumnya saya membuat catatan Shalat khusyu' pada posting sebelumnya ada juga sesuatu yang harus saya tulis mengenai bagaimana hukumnya shalat orang yang tidak khusyu' ...?

Shalat Khusyu' Menurut sebagian orang adalah konsenstrasi penuh dengan memusatkan hati , pikiran dan perasaan pada saat melewati setiap tingkah / rukun shalat dari mulai takbiratul ikhram sampai dengan salam hanya dan hanya kepada Allaah Subhanahu Wata'ala. lantas bagaimana dengan mereka yang masih dan sedang berada dalam beban pikiran dan perasaan , terlebih ketika hati sedang tidak karuan , hutang menumpuk , pekerjaan belum beres , masalah dimana - mana da sebagainya . 

Apakah shalat mereka masih diterima ....? Apakah shalat mereka syah ...?

Dalam Al Quran Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman :

"Peliharalah semua shalat mu dan peliharalah shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu'. Jika kamu dalam keadaan takut bahaya, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui"

Khusyuk dalam shalat sangat diutamakan, namun karena kelemahan manusia, Allah tidak menjadikannya sebagai syarat sah shalat. Shalat seseorang tetap sah, (dengan catatan hanya untuk membatalkan shalat tepat waktu) meskipun tidak khusyuk / dalam perjalanan / ditengah suatu ancaman, dan kemudian diganti dengan shalat yang lebih sempurna dengan kekhusyu'an. Namun, sebagai seorang mukmin yang baik, mestinya kita berusaha meraih kekhusyukan itu. Apalagi Rasulullah saw bersabda, “Orang yang shalat itu bermunajat dengan Rabb-nya.”
Kita mesti harus berusaha untuk menghadirkan hati di dalam shalat, oleh karena Ber-munajat hanya dapat sempurna dengan cara menghadirkan hati. dan haram hukumnya lalai dalam shalat karena hal tersebut adalah hal yang sia - sia sebagaimana rasulullah Sholallaahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :

كَمْ مِنْ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صَلاَتِهِ التَّعَبُ وَالنَّصَبُ

“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat namun ia hanya mendapatkan lelah dan capek dari shalatnya itu.’ (Hadits shahih diriwayatkan oleh ad-Darimiy; juga Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafal yang mirip)

Beliau juga bersabda,

لَيْسَ لِلْعَبْدِ مِنْ صَلاَتِهِ إِلاَّ مَا عُقِلَ مِنْهَا

Seorang hamba tidak mendapatkan bagian shalat kecuali bagian yang dia berakal pada saat mengerjakannya, misal saat sujud saja dia mengingat Allaah Subhanahu Wata'ala maka pahala yang diterimanya adalah pahala untuk sujud , misal dalam melaksanakan shalat hanya khusyu' saat ruku' maka pahala yang didapat adalah pahala ruku' saja.

Kesimpulannya berusahalah untuk menjalani sesuatu , memberikan sesuatu , mengerjakan sesuatu , dengan sungguh - sungguh jangan setengah - setengah karena hasilnya juga akan setengah - setengah.

Berikut beberapa tips shalat khusyuk

Pertama, mempersiapkan shalat dan menghadirkan keagungan Allah. Agar kita dapat mengerjakan shalat dengan khusyuk, janganlah kita memulai shalat kecuali jika kita benar-benar sudah siap. Bukan berarti tidak berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah atau menunda-nunda pelaksanaan shalat, tetapi kita mesti bersiap-siap beberapa saat sebelum shalat kita tunaikan. Segera menghentikan segala aktivitas begitu adzan dikumandangkan. Bahkan sebagian ulama' salaf menyarankan untuk sudah berada di masjid saat adzan dikumandangkan, adzan adalah batas akhir.

Begitu mengambil air wudhu, mestinya jasad dan batin kita siapkan untuk pelaksanaan shalat. Berbagai kesibukan dan aktivitas duniawi tidak lagi menggelayuti hati kita. Fokus kita sudah harus shalat. Benak kita mesti sudah dipenuhi dengan kesiapan untuk berdiri di hadapan Allah. Kalbu kita mesti bersiap-siap untuk melakukan munajat agung.

Keagungan Allah mesti hadir dan bertahta di hati kita. Dengan begitu, kita tidak akan main-main dalam melaksanakan shalat. Bukankah tidak ada orang yang bermain-main saat menghadap dan berbicara dengan seorang raja atau presiden. Dalam shalat seseorang menghadap Allah, Maharaja yang Mahasuci Mahasempurna Mahakuasa Mahaagung dan Mahamulia.

Kedua, mengingat rendah-sepelenya dunia dibandingkan akhirat. menghadirkan rasa, bahwa kita pasti menghadap Allah untuk mendapatkan balasan atas amal-amal kita. Dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan, “Wahai hamba-Ku, hanyasanya itulah amal-amal kalian. Aku menghitungnya untuk kalian kemudian Aku berikan balasannya. Barangsiapa mendapati kebaikan, hendaklah dia memuji Allah; sedangkan barangsiapa yang menghadapi selain itu, janganlah dia mencela siapa pun kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim, at-Tirmidziy, Ibnu Majah, Ahmad)

Mengerti hakikat nilai dunia akan sangat memnbantu seseorang untuk mengerjakan shalat khusyuk.

Ketiga, mengerjakan shalat dengan perlahan, santai, tetapi serius. Tergesa-gesa dapat merusak shalat kita.

Abu Hurairah bertutur, “Kekasihku (Rasulullah saw) berpesan kepadaku supaya dalam shalatku aku tidak mematuk seperti ayam jantan, tidak menolah-noleh seperti seekor anjing hutan, dan tidak duduk seperti seekor kera” (HR. Ahmad, ath-Thayalisi, dan Ibnu Abu Syaybah; menurut Syekh al-Albani, hadits ini hasan)

Terdapat banyak kesimpulan yang kita dapat dari keterangan Al Quran dan Hadits diatas yang pada hakekatnya adalah Islam adalah agama yang mudah dan sangat memudahkan , tidak berat dan memberatkan , karena itu permudahlah jangan kamu persulit , berilah sesuatu yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari.

Wallahu a’lam.

Waktu Subuh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Subuh dan atau waktu subuh , adalah waktu yang memang teramat sangat menarik untuk dibahas dari segi dan atau sudut pandang manapun dan apapun serta bagaimanapun.

Karena disamping waktu subuh adalah suatu waktu dimana akan dan atau sedang berlangsungnya pergantian malam kepada siang tentunya akan banyak hal berbeda dibandingkan dengan waktu malam atau waktu siang saja.

Sepanjang dua lipatan selimut yang membalut dari kaki hingga rambut di waktu subuh sepanjang itu pula dingin yang akut dengan disertai kabut mulai memudar dan hanyut. 


Mungkin akan sulit sekali bagi mereka yang tidak terbiasa untuk bangun subuh setiap hari, dan akan terasa malas karena udara dingin menusuk melalui pori - pori namun hal itu bukan berarti kan harus melalui hari demi hari dengan sepertinya tak memiliki arti... dengan meninggalkan waktu subuh yang memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam al quran dan hadits, serta tidak diragukan lagi keutamaannya.

dan mungkin akan membosankan jika dibahas karena akan lebih bermanfaat untuk dijalankan dan atau dilaksanakan serta akan lebih terasa jika keutamaan shalat subuh dapat dialami sendiri, oleh masing - masing orang.

Salah satu dari sekian banyak keunikan dan atau perbedaan waktu subuh adalah ada di dalam lafadz adzan subuh dimana terdengar satu kalimat tambahan yang berbeda, satu kalimat yang tidak ada pada waktu adzazn yang lain yakni :

“ash shalaatu khairun minan naum"

yang dalam bahasa indonesianya kurang lebih berarti :

"Shalat itu lebih baik dari pada tidur"

Jadi Jangan Sia-siakan Waktu Subuh maka dari itu yuk shalat subuh .....?!?

Berdo'a Memohon Pertolongan Allaah Subhanahu Wata'ala

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"

Berdo'a apapun itu bentuknya baik mencari rijeki, diberi kesehatan , diberi keberkahan , diangkat derajat, dan berbagai macam do'a lainnya. Sebenarnya sudah banyak contoh do'a yang bisa kita pergunakan untuk memohon kepada Nya, seperti halnya do'a meminta kebaikan di dunia dan diakherat itupun sudah mencakup semuanya , baik kesehatan , kekayaan , pangkat , dan sebagainya.

Pun demikian halnya dalam shalat lima waktu yang kita telah lakukan disetiap harinya , sadar atau tidak sadar kita telah berdo'a sebanyak 17 kali untuk :

1. Memohon Rizeqi ,
2. Memohon Ampunan ,
3. Memohon Rahmat
4. Diangkat Derajat dan sebagainya , Khususnya ketika duduk diantara dua sujud

Juga lebih dari 34 kali sudah kita berdo'a memohon petunjuk disetiap shalat fardlu, maka jika kemudian ditambah lagi shalat sunnah kita telah berdo'a baik dengan sadar ataupun tidak sadar sebanyak RATUSAN kali setiap harinya.

Berdo'a memang sangat - sangat dianjurkan bahkan boleh dibilang wajib jika kita membaca firman Allah Subahanahu Wata'ala diatas , yang mana mereka yang tidak mau berdo'a akan dimasukkan ke dalam neraka dengan sangat HINA.

Berdo'a baik dilakukan dengan bahasa arab , bahasa indonesia , bahasa inggris , atau pun bahasa jawa, adalah sama saja, karena Allaah Subhanahu Wat'ala Maha Mengetahui dan Dialah yang mengajarkan kepada kita tentang segala sesuatu di dunia ini termasuk bahasa di tiap - tiap daerah dan atau negara tanpa kita sadari.

Kembali kepada keyakinan masing - masing dan tentunya dengan Izin dan Ridha Allaah , Sebagaimana janji NYA,

Hendaklah kita Mengerjakan perintahnya dan Menjauhi Larangannya , maka Insya Allah akan dikabulkan. Itulah JANJI Allah Dan Allaah Subhanahu Wata'ala tidak akan pernah mengingkari JANJI-NYA.

Begitulah tertulis dikitab Nya dan begitulah adanya.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
Al Baqarah : 45

Siapa dan bagaimana shalat orang yang khusyu' :
yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Al Baqarah : 46

Shalat Dzuhur

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat dzuhur merupakan satu diantara serangkaian shalat fardlu / wajib yang 5 waktu terdiri dari empat raka'at dengan 2 kali duduk tahiyat yang waktu pelaksanaan atau waktu dikerjakannya adalah pada tengah hari. shalat dzuhur dikerjakan setiap hari dari senin sampai dengan minggu kecuali hari jum'at dan laki - laki karena pada hari jum'at shalat dzuhur / sholat dhuhur diganti dengan shalat jum'at bagi laki - laki yang dikerjakan sebanyak 2 raka'at dan ditambah dengan 2 khutbah.

Waktu sholat Dzuhur merupakan saat - saat puncak dari segala aktivitas terlebih dizaman yang seperti sekarang ini , waktu dzuhur seringkali mepet dan atau berdekatan serta bersamaan dengan waktu istirahat  sesudah bekerja / beraktifitas baik dikantor , toko, sekolah , kuliah , dan tempat yang lain selama beberapa jam.

Ada yang perlu juga di ingat bagi yang ingin mengerjakan shalat Dzuhur terlebih dahulu diwajibkan untuk berwudlu agar suci dari hadats kecil seperti kentut / bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim , dan lain sebagainya atau mandi besar jika menanggung hadats besar,

Tata cara pelaksanaan shalat dhuhur ini sama seperti shalat - shalat yang lain (tata cara shalat baik wajib maupun sunnah hampir semuanya sama kecuali shalat jenazah / shalat ghaib (sama). 

Lafadz dan atau gerakan Niat pun tidak jauh berbeda dengan shalat yang lain , hanya saja berbeda pada waktu pengucapan nama , waktu dan atau jumlah raka'at shalatnya , misal dhuhur , ashar , maghrib , isya' subuh dua raka'at , tiga raka'at , atau empat raka'at. 

hm........ ada lagi yang berbeza yakni kerasnya suara imam pada 2 rakaat yang pertama dimana untuk shalat subuh , maghrib dan isya' lebih afdhal untuk dikeraskan suaranya , sedangkan untuk ashar tidak dianjurkan untuk mengeraskan suara.

Hampir semua orang jika tanya kenapa tidak dikeraskan suara dan atau bacaan al quran pada saat shalat dhuhur dan ashar ...?

Jawabannya kurang lebih sama tidak ada / tidak tahu / belum diketemukan penjelasan dari Rasulullah saw. mengapa pada raka'at pertama dan kedua waktu shalat Zuhur dan Ashar kita tidak dianjurkan mengeraskan bacaan al-Fatihah dan surah / ayat setelahnya.

Bukankah pada waktu melaksanakan sholat pada hakikatnya kita sedang bermunajat dan berdo'a serta berkomunikasi dengan / kepada Allah ?

Bukankah Allaah Rabb yang kita seru Maha Mendengar , Maha Mengetahui, Maha Melihat ...?

Bukankah Allaah Subhanahu Wata'ala juga melarang kita untuk mengeraskan suara dan atau merendahkan suara pada saat shalat seperti dijelaskan dalam Al Quran :
Janganlah mengeraskan suaramu dalam shalat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya (QS. al-Israâ’ : 110)

– Wallahu A‘lam–

Waktu Shalat Ashar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Allah Ta’ala berfirman :

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua shalat, dan peliharalah shalat wustha (ashar) Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238)

Shalat Ashar adalah sholat wajib (fardlu) yang dikerjakan sesudah shalat dzuhur dan sebelum shalat maghrib yang dikerjakan sebanyak empat raka'at dengan dua kali duduk tahiyat. kebanyakan ulama' berpendapat Waktu Sholat Ashar bermula ketika panjang dari bayang - bayang sebuah benda telah melebihi panjang daripada benda itu sendiri. sedangkan khusus untuk mereka yang bermadzhab Imam Hanafi, jatuhnya waktu shalat Ahsar dimulai ketika panjang sebuah bayang-bayang dari benda sudah mencapai dan atau dua kali melebihi panjang daripada benda itu sendiri dan berakhir hingga terbenamnya sang mentari atau memasuki waktu shalat maghrib.

Waktu sholat dari hari ke hari diantara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya adalah sangat bervariasi. karena sangat berkaitan erat dengan peredaran Matahari yang sangat relatif terhadap bumi yang tentunya akan menempatkan dan atau memberikan informasi serta waktu yang berbeda di masing - masing daerah sehingga jadwal sholat tidak dapat dipastikan dan atau dipatenkan. namun demikian dengan semakin canggihnya technologi, waktu sholat sejatinya telah dapat dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu menggunakan trigonometri tiga dimensi.

Sholat ashar atau sholat wustha pertengahan adalah salah satu sholat yang Allaah Subhanahu Wata'ala tekankan untuk dijaga, dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menjadikannya bersama sholat subuh sebagai sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sebaliknya, beliau memperingatkan bahwa meninggalkan shalat ashar merupakan sebab terhapusnya amalan seorang hamba.

Sebuah hadits Abu Hurairah menunjukkan bagaimana perhatian Allaah kepada para hamba-Nya, tatkala Dia mengutus para malaikat untuk mencatat amalan mereka, ada yang bertugas dari subuh sampai sore dan ada yang bertugas dari sore sampai subuh. Karenanya shalat subuh dan sholat ashar merupakan dua shalat yang disaksikan oleh para malaikat.

Kemudian dalam hadits Jarir di atas disebutkan salah satu aqidah pokok dari akidah-akidah ahlussunnah, yaitu bahwa kaum mukiminin kelak akan melihat Allaah pada hari kiamat di dalam syurga. Para ulama menyatakan: Ada tiga masalah, siapa yang menerimanya maka dia adalah ahlus sunnah dan siapa yang menolaknya maka dia ahli bid’ah: Al-Uluw (sifat tinggi Allah), al-kalam (bahwa kalam Allah bukan makhluk), dan ar-ru`yah (bahwa Allaah akan dilihat di surga). Karenanya Imam Ahmad, Sufyan Ibnu Uyainah, dan selainnya, mereka menyatakan kafirnya orang yang mengingkari Allaah bisa dilihat pada hari kiamat di dalam syurga.

Wallahu A'lam 

Waktu sholat ashar sudah tiba !!.

Shalat Ashar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat lima waktu adalah salat fardhu (salat wajib) yang dilaksanakan lima kali sehari. Hukum salat ini adalah Fardhu 'Ain, yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (baligh), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Salah satu dari sholat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap hari adalah shalat Ashar ynag terdiri dari 4 raka'at. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri dan berakhir dengan terbenamnya Matahari.

Catatan ini dibuat menjelang Sholat Ashar waktu dimana para pekerja sudah mulai selesai mengerjakan segala aktivitasnya, waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga , waktu untuk segera berbenah menyambut datangnya malam yang sebentar lagi tiba. 

Shalat Ashar adalah salah satu sholat yang mungkin dizaman ini telah banyak ditinggalkan orang, dahulu shalat subuh dan isya' , namun karena keadaan sekarang sudah sangat berbeda , dimana siang hari amat banyak sekali orang yang melakukan aktivitasnya, bisa jadi sekarang shalat dzuhur dan asharlah yang sering ditinggalkan orang. 

Namun semua kembali kepada masing - masing orang, kalo yang saya lihat sih begitu , Maghrib dan isya' selalu ramai dengan orang berjama'ah, subuh juga ramai meskipun tidak seperti shalat maghrib dan isya' namun berbeda dengan dzuhur dan ashar yang ...... yach...... Wallahu A'lam

Yuk Shalat Ashar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger