Catatan Terbaru :
Home » , , » Rukun dan Syarat khutbah

Rukun dan Syarat khutbah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamualaikum , afwan ana mau bertanya rukun dan syarat khutbah apa saja ?

Terdapat beragam pendapat diantara para ulama' tentang syarat dan rukun khutbah, namun tidaklah menjadi perdebatan dan atau persengketaan mengenai hal tersebut, karena mereka yang sejatinya sudah saling memahami dan menghormati satu sama lain tentang adanya perbedaan tersebut. Sebagai seo­rang pemberi wasiat dan atau nasehat khatib harus benar-benar mengetahui, me­mahami, serta melaksanakan syarat-syarat, rukun-rukun, dan sunnah-sunnah dalam berkhutbah, diantaranya adalah diuraikan satu persatu sebagai berikut :
Syarat - Syarat Khutbah :

  1. Khatib harus suci dari hadats, baik hadats besar maupun hadats kecil.
  2. Khatib harus suci dari najis, baik badan, pakaian, maupun tempatnya.
  3. Khatib harus menutup auratnya.
  4. Khatib harus berdiri bila mampu.
  5. Khutbah harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
  6. Khutbah harus disampaikan dengan suara keras sekira dapat didengar oleh empat puluh orang yang hadir.
  7. Khatib harus duduk sebentar dengan thuma’ninah (tenang seluruh anggota badannya) di antara dua khutbah.
  8. Khutbah pertama dan khutbah kedua ha­rus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pula antara khutbah dan shalat jum’ah.
  9. Rukun-rukun khutbah harus disampaikan dengan bahasa arab, adapun selain rukun boleh dengan bahasa lain.
 Rukun-Rukun Khutbah
  1. Khatib harus membaca Hamdalah (melantunkan Pujian kepada Allaah Subahanahu Wata'ala) , pada khutbah pertama dan khutbah kedua.
  2. Khatib harus membaca Shalawat kepada Rasulullah saw, pada khutbah pertama dan Khutbah kedua.
  3. Khatib harus berwasiat kepada diri sendiri dan jama'ah agar bertaqwa kepada Allah, baik pada khutbah pertama maupun khutbah kedua.
  4. Khatib harus membaca ayat Al-Qur’an pada salah satu dari dua khutbah.
  5. Khatib harus mendoakan seluruh kaum muslimin pada khutbah kedua.
Sunnah-Sunnah Khutbah
  1. Khutbah hendaknya disampaikan di atas mimbar, yang berada disebelah kanan mihrab.
  2. Khatib hendaknya mengucapkan salam, setelah berdiri di atas mimbar (sebelum berkhutbah).
  3. Khatib hendaknya duduk sewaktu adzan sedang dikumandangkan oleh Bilal.
  4. Khatib hendaknya memegang tongkat de­ngan tangan kiri.
  5. Khutbah hendaknya disampaikan dengan suara yang baik dan jelas, sehingga mu­dah dipahami dan diambil manfaatnya oleh para hadlirin.
  6. Khutbah hendaknya tidak terlalu panjang.
Begitulah hendaknya khutbah jum’ah disam­paikan oleh khatib, dan lebih sempurna lagi bila khatib berakhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari, agar dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi kaum muslimin, sebab ia adalah sang pemberi nasehat, maka sudah sepatutnya bila berperilaku yang baik dan dapat diteladani.
Share this article :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger