Catatan Terbaru :
Showing posts with label Permohonan. Show all posts
Showing posts with label Permohonan. Show all posts

Puluhan Tokoh-tokoh Perdamaian Dunia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Makassar - Puluhan tokoh-tokoh perdamaian dunia akan berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan untuk membahas isu global seperti konflik Rohingya Myanmar, konflik di Laut Cina Selatan serta potensi perang di Semenanjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam perdamaian dunia.

"Dasar dari pertemuan ini adalah adanya beberapa konflik yang masih belum terselesaikan serta potensi perang di Semenangjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam kestabilan kawasan serta perdamaian dunia," ujar Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI), Jusuf Kalla didampingi Ketua Penyelenggara Erwin Aksa dalam pers rilis di Jakarta, Rabu.

Bukan cuma itu, beberapa isu lainnya yang akan dibahas yakni perubahan iklim global yang sudah mencapai pada tahap mengkhawatirkan. Pemanasan global dan iklim yang tidak menentu, makin membayangi kehidupan bumi saat ini dan ke depan.

Di latar belakangi dua situasi global tersebut, puluhan tokoh perdamaian dari negara-negara di kawasan Asia Pasific, berencana menggelar konferensi perdamaian dunia. Bertajuk "Second General Assembly of the Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI)" yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 20 - 21 Mei 2013.

Mantan Wakil Presiden itu mengaku jika CAPDI adalah organisasi yang beranggotakan pemimpin negara dan mantan pemimpin negara, tokoh masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan akademisi terkemuka se-Asia Pacifik. Lebih dari 20 negara tergabung dalam CAPDI.

Konferensi kedua CAPDI mengambil tema "Mobilizing Governments, Political Parties and Civil Societies to Promote Peace and Reconciliation and to Fight Climate Change in Asia".

"Saat ini, CAPDI dipimpin oleh Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia. Jusuf Kalla menjabat Chairman CAPDI untuk kedua kalinya sejak Desember 2010. Jabatan Chairman CAPDI dipegang JK, saat masih menjabat Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 dan Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali," kata Erwin Aksa.

Beberapa tokoh dunia yang dijadwalkan hadir dalam konferensi kedua CAPDI tersebut diantaranya Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand), Jose de Venecia (Mantan Ketua DPR Filipina lima kali periode).

Datuk Seri Dr. Muhammad Najib bin Tun Razak (Perdana Menteri Malaysia), Xanana Gusmao (Perdana Menteri Timor Leste), Fidel Ramos (mantan Presiden Filipina) dan Samdech Techo Hun Sen (Perdana Menteri Kamboja).

Nama-nama lain yang akan hadir adalah Madame Yingluck Shinawatra (Perdana Menteri Thailand), Jejomar Binay (Wakil Presiden Filipina), dan Aung San Suu Kyi (Pemenang Nobel Perdamaian dan liga demokrasi Myanmar). Dari luar Asia, dijadwalkan hadir Martti Ahtisaari (mantan Presiden Finlandia), Jose Manuel Barroso (Presiden Uni Eropa), dan sejumlah nama lain.

Menurut Ketua Penyelenggara Erwin Aksa, konferensi kedua CAPDI diharapkan akan mampu mendorong partisipasi aktif tokoh-tokoh dan partai politik di negara-negara Asia Pasific dalam hal resolusi konflik dan memerangi perubahan iklim global.

"Konferensi CAPDI membawa pesan dan menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk memastikan perdamaian dalam jangka panjang, keamanan, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Erwin.

Makassar dipilih karena Indonesia dianggap banyak menginisiasi perdamaian. Penyelesaian konflik Aceh yang telah berlangsung puluhan tahun, dan sejumlah konflik lain termasuk konflik Rohingya, Myanmar, Perdamaian di Malino, dan lain-lain, menjadi patokan para tokoh negara lain dalam penyelesaian konflik. Selain itu, Indonesia banyak menjadi mediator penyelesaian konflik di negara-negara lain.

Erwin berharap dari konferensi kedua di Makassar bisa membawa hasil yang cukup signifikan bagi perdamaian, resolusi konflik, dan kampanye memerangi perubahan iklim global. Apalagi banyak tokoh penting akan hadir di sana.

Bolehkah Saya Berdoa

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Kami Mudahkan Al Quran Untuk Pelajaran

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" Al A'raaf : 179
Sebodoh - bodohnya keledai dia tidak mau terperosok kedalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Binatang yang paling bodoh seperti keledai saja bisa bersikap seperti itu, kalau ada seorang manusia apalagi dia seorang Pemimpin, membiarkan bangsanya terperosok kedalam lobang penderitaan yang sama berkali-kali, itu sama artinya pemimpin tersebut lebih bodoh daripada Keledai.

sebetulnya hal tersebut tidak kita inginkan, kita ingin Pemimpin negeri ini bisa mengangkat Bangsa ini keluar dari lobang keterpurukan, makanya sebagai rakyat kita berdaya upaya mengingatkan dengan terus mengkritisi segala kesalahan yang dilakukan, dan membantu memberikan solusi, itulah bentuk kecintaan rakyat pada pemimpinnya. Tapi pemimpin memang tidaklah berdiri sendiri, Banyak pemimpin bisa terjatuh hanya karena menuruti keinginan para penjilatnya, tanpa ia sadari orang-orang disekitarnya lebih banyak memikirkan kepentingannya sendiri dan rela menjerumuskan pemimpinnya.

Menutupi kebohongan dengan menciptakan kebohongan baru, bukanlah sebuah tindakan yang bijak dan terpuji. Tindakan seperti ini hanyalah tindakan seperti halnya menggali kubur sendiri. Pemimpin yang sering melakukan kebohongan hanya akan melahirkan Generasi pembohong sebagai pewarisnya. Dan hal ini akan terus berlanjut, sehingga menciptakan suatu kelompok generasi yang lebih bodoh dari Keledai.

Bangsa yang besar bukanlah diukur banyaknya jumlah penduduknya, atau luas negaranya. Tapi diukur dari seberapa hebat dia menghargai jasa-jasa pahlawannya. Begitu juga Pemimpin yang besar, bukanlah diukur dari besar bobot badannya. Tapi seberapa besar pemikirannya untuk Negara, dan pemikiran besar apa saja yang sudah dilakukannya.

Ketika mendengar kata ”keledai”, yang tergambar dalam benak kita adalah seekor binatang yang lamban, lemah, bahkan sering diidentikkan dengan binatang yang paling bodoh. Sepintas memang gambaran seperti itu tidak sepenuhnya salah. Jika diukur dari segi kecepatan, Keledai memang tak bisa disamakan dengan kuda , meski keduanya satu genus.

Ungkapan mengenai keledai, sebagaimana diungkapkan diatas bahwa keledai memang tak seagresif kuda. Jalannya lambat dan karena saking lambatnya bahkan kadang kita menganggap bahwa keledai adalah binatang yang tampak malas dan tak punya inisiatif. Ada peribahasa ”Seperti keledai.”Artinya: bodoh atau keras kepala. Ada lagi peribahasa ”Keledai hendak dijadikan kuda.” Artinya: orang bodoh hendak dipandang sebagai orang pandai. Dalam kedua peribahasa itu, keledai dipandang sebagai binatang bodoh. Tak heran, banyak orang tersinggung kala dijuluki dengan kata ”keledai”.

Dari penjelasan di atas, perihal pandangan-pandangan negatif terkait dengan binatang yang satu ini. apakah semua yang ada pada diri keledai adalah bernilai negatif...? Ternyata jawabannya adalah tidak semua hal tentang keledai itu adalah negatif. Janganlah pula kita lupa, masih ada peribahasa lainnya tentang keledai dan itu adalah sebuah pribahasa yang menggambarkan tentang sisi positif tentang keledai: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Peribahasa itu berarti sebodoh-bodohnya keledai, binatang itu toh belajar dari pengalaman.

Kegagalan atau kemalangan yang diterima oleh keledai mampu ia jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak terulang lagi dilain kesempatan di masa yang akan datang. Keledai belajar dari sejarah. Anehnya, manusia (’manusia yang berpikir’) yang katanya memiliki otak untuk berpikir justru terkadang masih suka mengulangi kesalahan yang sama. Belajar dari sebuah kesalah untuk akhirnya tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut adalah salah satu hal tersulit yang harus dihadapi dalam hidup.

Namun, nyatanya seekor binatang yang sudah diidentikkan sebagai binatang bodoh mampu mengungguli kita (manusia) dalam hal yang satu ini. Agaknya kita malu dan menjadi terpacu, keledai saja bisa mengapa kita yang diberikan kemampuan untuk berpikir tidak dapat melakukan hal yang sama atau mungkin lebih baik lagi dari apa yang dilakukan oleh keledai. Masihkah kita menyebut binatang yang satu ini dengan sebuatan binatang bodoh? Layaknya kita berkaca dulu pada diri sendiri.

Tak hanya itu, keledai ternyata masih memiliki kelebihan lainnya yang dapat kita petik hikmah darinya. Tidak ada yang memungkiri bahwa keledai merupakan binatang pekerja berat. Dia bukan pemalas, tetapi hanya tampak malas. Walaupun keledai adalah binatang yang lambat, tetapi ia adalah jenis binatang yang mampu menerima dan menahan beban apapun selama keempat kakinya masih mampu menahan beban yang dipikulnya. Dan semua tugas hampir selalu ia tuntaskan dengan baik. Sifat ini sangat berbeda dengan sifat saudara sejenisnya, kuda. Kuda ternyata sangat memilih-milih dalam bekerja. Ketika kuda tidak suka dengan suatu pekerjaan, maka kuda mungkin saja akan (terlihat) memberontak dan menolaknya.

Keledai jelas mempunyai ketahanan kerja tinggi. Andaikan kita mampu bersikap seperti keledai saat kita menghadapi segala tantangan serta beban hidup kita. Maka, tentu tidak akan ada orang-orang yang tidak memiliki masa depan. Hal itu karena setiap orang akan memiliki sikap kerja keras dan tidak mudah menyerah. Bayangkan, kekuatan seekor keledai dalam sehari ternyata setara dengan perjalanan sejauh 30 kilometer. Meski lambat, keledai konsisten memenuhi panggilannya. Dia tidak pernah mutung. Nah, laiknya hal-hal positif keledai ini mampu menjadi bahan renungan untuk kemudian mampu kita adaptasi dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai homo sapiens.

Sehingga jangan pernah kita menyerah atau merasa kalah atas apa yang sekarang ada pada diri kita, buktikan bahwa kita juga memiliki banyak segi positif pada diri kita. Manusia terkadang merasa rendah diri ketika menyadari kekurangan yang ada pada dirinya. Sehingga hal itu membuatnya menjadi sulit berkembang, ada baiknya kita tidak lagi meratapi hal-hal semacam itu. Ingatlah bahwa setiap orang pastinya memiliki potensi. Adalah orang-orang yang sukses apabila mereka berhasil menemukan potensi yang ada dalam dirinya, walaupun itu terjadi disaat yang sudah sangat terlambat atau diwaktu tidak tepat. Tidak ada satupun hal negatif yang tidak diiringi dengan sesuatu yang positif disekitanya. Percayalah pada kemampuan kita sendiri, potensi hanya bisa dimunculkan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras dan percaya pada diri sendiri, maka yang muncul hanyalah keputusasaan. Bersemangatlah untuk menemukan potensi diri. Ingatlah, bahkan keledai saja memiliki banyak potensi.

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Al Qamar : 15 - 17 - 22 - 32 - 40 - 51


Wallahu A'lam

Kesaktian Makhluk Itu Milik Nya

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sakti Mandra Guna , Kebal , dan Sebagainya Itu tidak Ada yang punya kecuali semua adalah Kekuasaan dan Ridha Nya, hanya orang bodoh dan ideot serta tidak punya tuhan yang percaya seorang manusia memiliki yang begituan, adapun mu'jizat adalah juga murni dari kekuasan Allah SubhanahuWata'ala. 

Konon menurut beberapa pendapat Ilmu kebal adalah ilmu yang mampu melindungi tubuh dari segala macam benda tajam dan atau senjata. Konon juga ada pendapat siapapun yang memegang sejata keris , Gada Wesi Kuning dan berbagai macam sejata lainnya menjadi sakti mandraguna, kebal senjata dan tak terkalahkan dalam peperangan.

Kesemuanya adalah murni dari kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala , kesemuanya merupakan satu diantara sekian bukti bahwa Allah Subhanahu Wata'ala Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.

Bagaimana dengan Tongkat Nabi Musa dan berbagai senjata lainnya yang diperuntukkan Allah Subhanahu Wata'ala untuk hamba Nya ?

Hal itu juga merupakan satu diantara sekian bukti kekuasan Nya.....

Semua apa yang ada dilangit dan dibumi ini adalah merupakan Wujud diantara tanda - tanda Kekuasaan Nya, yang kesemuanya dijadikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala sebagai cobaan satu dengan yang lainnya,

Bersihkan hati dari segala macam iri dan dengki dan kita akan melihat bahwa semua apa yang ada dilangit dan dibumi adalah merupakan tanda - tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala yang ada pada makhluk Nya,

Tiadalah makhluk itu memiliki kekuasaan dan daya serta kekuatan melainkan kesemuanya adalah milik Nya.

Wallahu A'lam

Apakah Manusia Manifestasi Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Kurang berarti "Kemunculan"  atau "Penampilan" Para filosof Muslim menjelaskan bahwa manusia sebagai bagian dari alam merupakan manifestasi adanya Allah.

Manifestasi atau tajalli dalam tradisi sufi berarti penampakan diri Tuhan yang bersifat absolut dalam bentuk alam yang bersifat terbatas. Konsep ini berakar pada pandangan bahwa Allah dalam kesendirian-Nya (sebelum ada alam) ingin melihat diri-Nya di luar diri-Nya. Karena itu, dijadikan-Nya alam ini.

Allah, dengan demikian,  merupakan sumber segala sesuatu, dan berarti pula segala sesuatu itu pasti memiliki hubungan erat dengan-Nya. Andai saja Allah tidak menciptakan alam semesta ini sudah tentu tidak akan ada yang bereksistensi kecuali cahaya murni yang membutakan, tidak akan ada satu pun makhluk yang melihatnya dan tak ada yang bisa dilihat.

Untuk memudahkan pemahaman tentang manifestasi ini, William C. Chittick membuat analogi sederhana, yaitu matahari dan sinarnya. Matahari berhubungan dengan Allah dalam diri-Nya sendiri (yang dalam tradisi teologi Islam disebut “Dzat”). Spektrum cahaya muncul dari matahari ketika berhubungan dengan nama-nama Allah (juga disebut “sifat-sifat-Nya”).

Warna dan bentuk yang tampak di dunia dan terjadi karena pantulan cahaya itu merupakan “tanda-tanda” Allah. Kalau cahaya yang menerobos masuk ke dalam ruangan merupakan perbuatan matahari, maka sama halnya dengan semua makhluk yang merupakan perbuatan Allah.

Dalam hal tajalli ini, seorang tokoh sufi terkenal, Ibn ’Arabi, memberikan penjelasan yang cukup rinci. Mula-mula dia menerangkan tentang pengertian tajalli, yaitu Allah menyingkapkan diri-Nya sendiri kepada makhluk-Nya. Sinonim tajalli adalah kata fayd (emanasi), zuhr (penampakan), tanazzul (penurunan), dan fath (pembukaan).

Baginya, penampakan Allah atau tajalli bukan hanya dikhususkan bagi orang yang diberi kasyf (terbukanya hijab atau penghalang). Namun dari pengetahuan kasyf itu sendiri dapat diambil sebuah pemahaman bahwa alam merupakan tajalli Allah dalam bentuk beraneka ragam sesuai dengan ide-ide tetap (tentang alam) sesuai ilmu Allah.

Bentuk tajalli tidak pernah sama dan tidak pula berulang, tetapi tajalli itu akan terus menerus berlangsung tanpa berhenti. Terjadinya tajalli disebabkan kerinduan Allah untuk dikenal ciptaan-Nya. Namun, tajalli tidak bisa terjadi kecuali terbentuk dalam bentuk nyata yang telah ditentukan dan dikhususkan. Penampakan diri ini disebut dengan ta’ayyun.

Ada tiga martabat tajalli dalam pandangan Ibn ’Arabi, yaitu: Pertama, martabat ahadiyah atau dzatiyah, wujud Allah dalam kondisi yang mutlak yang mujarrad, tidak bernama dan tidak bersifat. Dia tidak dapat dipahami atau sekedar dikhayalkan. Pada martabat ini Allah berada dalam keadaan murni bagaikan kabut yang gelap (fi al-’ama’); tidak sesudah, tidak sebelum, tidak terikat, tidak terpisah, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak mempunyai nama, tidak musamma (dinamai).

Kedua, martabat wahidiyah, penampakan pertama (ta’ayyun awwali) Allah atau disebut juga martabat tajali zat pada sifat atau faydh al-aqdas (emanasi paling suci). Dalam martabat ini, zat yang mujarrad bermanifestasi melalui sifat dan asma-Nya. Di sinilah nama Allah muncul dan nama-nama-Nya yang lain (asmaul husna).

Akan tetapi, sifat dan nama itu sendiri identik dengan zat. Di sini kita berhadapan dengan zat Allah yang Esa, tetapi Dia mengandung di dalam diri-Nya berbagai bentuk potensial dari hakikat alam semesta atau entitas permanen (al-’a’yan tsabitah).

Ketiga, martabat tajalli syuhudi yang juga disebut faydh al-muqaddas (emanasi suci) dan ta’ayyun tsani (penampakan diri peringkat kedua). Pada martabat ini Allah bertajali melalu asma dan sifat-Nya dalam kenyataan empiris atau alam kasatmata.

Dengan kata lain, melalui firman kun (jadilah), maka entitas permanen secara aktual menjelma dalam berbagai citra atau bentuk alam semesta. Dengan begitu alam ini tidak lain merupakan kumpulan fenomena empiris yang merupakan lokus atau mazhar tajali al-Haq.

Alam yang menjadi wadah manifestasi itu sendiri merupakan wujud atau bentuk yang tidak ada akhirnya. Ia seperti ’aradh atau aksiden (sifat yang datang kemudian) dan jauhar (substansi) dalam istilah ilmu kalam. Selama ada substansi, maka aksiden akan tetap ada. Selama ada Allah, alam akan tetap ada, ia hanya muncul dan tenggelam tanpa akhir.

Inti pandangan Ibn Arabi adalah bahwa keseluruhan kosmos merupakan wahana manifestasi sifat-sifat Allah. Pada hakikatnya tidak ada yang bereksistensi kecuali nama-nama-Nya. Menurutnya, segala sesuatu berasal dari Allah, segala sesuatu memanifestasi Allah, segala sesuatu menjadi tanda Allah, segala sesuatu mencerminkan Allah, segala sesuatu itu bukanlah selain-Allah, semuanya adalah Allah (wihdatul wujud).

Inilah konsep dasar tasawuf Ibnu ’Arabi. Tak ada yang bereksistensi kecuali Allah. 

Wallahu a’lam bi al-shawab.

Siapakah Yang Menyuruhmu Berjilbab ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada gemerlapnya dunia ? gemilaunya harta ? atau pada ketampanan seorang pria ? walaupun kau harus membuka hijabmu demi mendapat semua yang kau inginkan, maka kehinaan yang kau dapatkan !

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab ?

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada kemuliaan jiwa ? kepada keridhaan sang pencipta ? atau mulianya menjadi bidadari surga ? walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama, maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan !

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia! jika hijabmu harus terlepas karenanya

katakan TIDAK pada kemilaunya harta! jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu, adalah benteng kemuliaan dirimu

Bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-Nya dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah wajib untuk taat pada Allah Ta’ala karena Allah yang menciptakan kita Allah yang memberikan rizki pada kita Allah yang memberikan segalanya kepada kita Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab !

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS.al-Ahzab:59)

Umat Islam Bangga Dipimpin Artis

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Naas dan tragis itulah yang mungkin bisa kita lihat bagaimana kondisi umat islam khususnya ketika mereka lebih memilih artis untuk menjadi panutan mereka, lihatlah bagaimana para elit politik dengan partai yang mereka usung begitu gencar mencari artis untuk mereka jadikan sebagai pemimpin. 

Semua sudah terbalik ...? mereka yang dulunya menjadi tontonan kini menjadi panutan dan mereka yang mustinya menjadi panutan kini telah menjadi tontonan, dan tidak tanggung tanggung mereka bahkan tidak malu - malu untuk ditonton dan bangga dijadikan bulan - bulanan dan bahan tertawaan.

"Mereka yang tahu hukum yang haq menjadi bulan - bulanan sedangkan mereka yang bathil menjadi panutan, ironis dan tragis"

Fenomena artis sebagai calon anggota legislatif dari partai politik makin marak dalam dunia politik tanah air. Partai politik kini sedang menginventarisis menggaet artis-artis populer untuk menaikan suara. termasuk, yang dianggap mumpuni menjadi wakil rakyat, tak sekedar berlabel artis.

Partai politik yang merekrut calon legislatif yang berasal dari kalangan selebritis adalah partai gagal dan akan menjadi masalah yang lebih besar lagi jika kemudian seorang artis duduk sebagai anggota dewan masih bersikap seperti selebritis dan beberapa artis saat ini yang berada di DPR kurang berempati dengan rakyat.

Entah kenapa umat islam masih bangga dipimpin oleh kalangan artis.

Dari berbagai sumber

Umat Islam Belum Siap Perubahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Umat Islam punya calon presiden yang bisa diusung partai-partai Islam. "Itu sebabnya, jangan ragu dan takut menyuarakan bahwa umat Islam punya calon pemimpin sendiri," ujar Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (KB) Pelajar Islam Indonesia ( PII) Soetrisno Bachir saat menutup diskusi rutin KB PII di Jakarta, Kamis.

Diskusi yang mengangkat tema Partai Politik Islam menuju Pemilu 2014 ini, menghadirkan Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifudin, anggota Fraksi PKS Sohibul Iman, dan Sekjen KB PII Djayadi Hanan sebagai pembicara. Menurut Soetrisno, partai Islam tetap berpeluang memunculkan calon pemimpin sendiri dari tokoh-tokoh Islam.

"Masak tidak ada, kan banyak orang yang pintar dan berkualitas yang bisa kita usung," ujarnya. Jadi, menurut Soetrisno, jangan pernah ragu untuk memunculkan tokoh Islam sebagai calon presiden.

Sumber : kompas

Sebenarnya banyak sekali mutiara - mutiara umat islam yang bisa diangkat menjadi calon baik itu calon presiden , calon gubernur , calon bupati maupun calon legislatif akan tetapi  kembali kepada sistem yang ada dinegara kita dan pola pikir masyarakat indonesia itu sendiri yang kemungkinan agak terbalik.

Mutiara - mutiara itu sebenarnya mampu dan mereka tahu namun mereka enggan karena ada tanggung jawab , beban dan kewajiban yang besar, yang jika nantinya hal itu mereka dapatkan maka godaannya akan semakin besar dan pastinya akan ada dampak yang besar pula pada diri mereka dan masyarakat sekitar.

Umat Islam di Indonesia khususnya belum siap jika harus merubah total segala apa yang telah ada dan jika dipaksakan akan berakibat kurang baik, kecuali jika semua masyarakat indonesia ikhlas dan sepakat akan perubahan total dari bawah sampai atas.

Umat Manusia Satu Keluarga

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dizaman yang serba rancu dan membingungkan seperti saat ini , sebagian besar orang akan mengelompok dan atau membentuk kotak kotak manusia sesuai dengan status , trends , dan keinginan serta kepentingan dengan anggapan bahwa watak psikologis dan watak alamiah mereka berasal dari mereka sendiri, sebagaimana di indikasikan oleh warna kulit , suku , dan bahasa yang berbeda beda. sebagian lagi mungkin mungkin membuat pembagian menurut empat penjuru mata angin dengan menggambarkan bahwa setiap daerah akan memiliki sifat dan watak tertentu sesuai dengan alam dan hukum yang berbeda.

Hal inilah yang Insya Allah akan penulis bahas lebih banyak nantinya dalam catatan demi catatan yang berkesinambungan dengan tentunya akan sedikit banyak bersandar dan berdasar kepada Al Quran. Sudah menjadi pengetahuan dan keyakinan yang harus dipegang oleh setiap manusia bahwa asal muasal mereka adalah dari diri yang satu, dilihat dari segi agama manapun didunia ini memiliki keyakinan dan pengetahuan serta kefahaman bahwa kita semua umat manusia adalah satu keluarga.

Bagaimana kisah yang sebenarnya dan kenapa mereka hingga saat ini terbagi kedalam berbagai kelompok, masih terdapat berbagai perbedaan pendapat yang tidak jua memiliki titik temu karena masing - masing dari mereka memiliki hujjah yang membenarkan diri mereka sendiri.

Sebenarnya jikalau kita mau sadar diri dan mengakui bahwa tidak ada satupun manusia yang luput dari salah dan lupa, serta kemudian menyadari bahwa diri kita adalah satu keluarga maka pastinya perbedaan dan sengketa serta kedengkian akan sirna dan menjadi sesuatu yang indah dalam kebersamaan dan kasih sayang.

Pendapat yang menyatakan bahwa keselamatan hanya milik satu sekte dan atau golongan saja, adalah merupakan suatu keyakinan yang perlu lagi bagi kita untuk berpikir lebih dalam lagi dengan tidak tergesa - gesa untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan.

Memang ada salah satu hadits yang dianggap shahih oleh para ulama' terkait hal ini bahwasanya Umat Rasulullah Muhammad SAW akan terpecah menjadi beberapa golongan akan tetapi hanya ada satu golongan yang selamat sedang golongan yang lain akan binasa.

Dikabarkan juga oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwasanya ditengah umat beliau nantinya akan selalu ada sebagian orang yang sampai hari kiamat akan memiliki kebenaran dan tidak akan pernah bersepakat dalam kesalahan.

Tak diragukan dan tidak disangkal bahwa pertikaian baik antara agama maupun seagama adalah merupakan satu diantara sekian banyak tanggung jawab yang setiap manusia harus berusaha untuk mengakhirinya. oleh karena itu adalah sebuah kegembiraan yang besar, sekiranya nanti catatan demi catatan sederhana yang saya tulis ini dapat memberikan suatu penggugah jiwa yang dapat membangkitkan semangat kebersamaan generasi penerus bangsa yang akan berjuang demi untuk tegaknya kebersamaan dan kesatuan serta persatuan umat manusia.

Wallahu A'lam

Saat Dibui Ustadz Yusuf Mansur Belajar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Banyak pelajaran berharga, justru datang dari hal-hal yang remeh. Ustadz Yusuf Mansur, Pimpinan Pengajian Wisata Hati justru belajar ilmu dari roti dan semut dimana 'laboratorium' tempatnya berguru adalah lembaga pemasyarakatan.

Ustadz muda ini memang pernah dibui. Urusan bisnis menyeretnya pada kasus pidana beberapa tahun silam. Ia masuk bui tahun 1998 selama dua bulan. Di balik jeruji penjara inilah, ia menyadari harta ternyata tidak mampu menyelamatkannya, bahkan untuk urusan dunia saja, ketika ia membutuhkannya, ia tidak punya.

''Banyak orang mencari-mencari, begitu mau menikmati nggak ada. Akhirnya saya sadar, bahwa fungsi sedekah yang paling utama kalau orang mengerti, menyelamatkan dia di dunia dan akhirat,'' ujar penggagas sinetron Maha Kasih yang berhasil mengantongi rating tertinggi ini.

Suatu hari di penjara, dalam kondisi lapar hari itu entah kenapa jatah nasi tidak datang ia teringat mempunyai sepotong roti. Namun saat hendak disantap, ia melihat semut berbaris di dinding selnya, mencari makan.

''Tuhan elu sama dengan Tuhan gue. Begini dah, kalau gue berdoa tidak bakal terkabul karena dosa gue banyak, tapi, kalau elu pada yang berdoa barangkali terkabul. Nih, elu makan roti, tapi doakan gue bisa makan nasi. Perut lapar, nih,'' ia menirukan lagi ucapannya saat itu.

Yusuf pun meletakkan roti dekat semut dan membelakangi. Begitu, ia tengok kembali ke arah semut, roti pun ternyata sudah ludes.

Anehnya, ujar Yusuf, mestinya semut berjalan lurus tapi saat itu ia melihat keajaiban, semut menuju ke bawah seperti ingin mendatanginya. ''Rupanya ada sesuatu yang ingin Allah ajarkan kepada saya. Nggak sampai 10 menit saya mendapat nasi bungkus dari rumah makan Padang,'' ujarnya.

Dari kejadian itu ia menyimpulkan, sedekah ini sangat istimewa. ''Saya penasaran dan mencari hadis-hadis qudsi yang ajaib seperti,'' ujarnya. Ia juga mulai gemar mengamati keutamaan berbagi. Perlahan, sisi spiritualnya kembali terasah. Di penjara pula ia menjadi seorang hafidz (penghafal Alquran).

Yusuf mengaku banyak mengambil hikmah dari kejadian masa lalu. Ia tidak pernah menyesali diri karena masuk bui. ''Dulu memang sempat berpikir, 'Ngapain malah jadi saya yang dipenjara?', Tapi saya berpikir positif saja, pasti akan ada hikmah yang bisa dipetik,'' lanjut bekas qori cilik nasional ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri Tangerang ini mengaku mendalami Islam pertama kali saat menjadi 'santri sembunyi-sembunyi' di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan. Maksudnya, ia tidak terdaftar sebagai santri, namun turut belajar di pesantren itu.

Lepas dari madrasah tsanawiyah, ia masuk ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol Jakarta Barat. Tahun 1992 ia lulus sebagai siswa terbaik, dan melanjutkan ke IAIN, kini Universitas Islam Negeri Jakarta.

Keluar dari penjara tahun 1999, ia bertemu seorang ulama lokal bernama Ustadz Basyuni. ''Ada seorang haji, orang Sunda tapi punya rumah makan Padang di Terminal Kalideres. Mau nggak kamu mengajar di terminal itu setiap malam Rabu bersama dia?'' ia menirukan.

Yusuf menerima tawaran itu. Jamaah pengajiannya sebagian besar adalah orang-orang yang mencari makan di sekitar terminal itu. ''Ada preman, calo, bekas pembunuh, bahkan ada yang pernah memerkosa mertuanya. Namun hidayah Allah itu kan untuk siapa saja.''

Sebelum mengajar mengaji, ia berjualan es kacang hijau. Modalnya saat itu hanya Rp 15 ribu, pemberian seorang kerabatnya sesaat seteleh ke luar dari penjara.

Hari pertama berjualan, dari 75 kantong plastik yang harganya Rp 500, cuma laku lima bungkus. ''Hari itu saya hanya mojok saja merenungi nasib,'' ujarnya. Sisa dagangan yang 70 bungkus itu ia awetkan dengan bongkahan balok es seharga Rp 1.500 yang uangnya diperoleh dengan berutang. Ia sempat menangis. ''Ya Allah, masak saya sampai ngutang Rp 1.500.''

Ia lalu teringat teori semut-roti di penjara. Paginya, ia membagikan lima bungkus es secara cuma-cuma kepada pengemis di terminal itu. Tak disangka, tanpa perlu naik-turun bus Jakarta-Merak untuk menawarkan, dagangannya laku keras.

''Ini pelajaran kedua bagi saya: sedekah itu harus di depan, jangan di belakang atau nunggu sisa,'' jelasnya. Menurut dia, kalau sedekah dilakukan di depan, maka sama artinya dengan mengundang kekuasaan Tuhan untuk turut andil.

Kini Yusuf Mansur lebih dikenal sebagai dai dengan konsep Pengajian Wisata Hati-nya. Jamaahnya tersebar di 11 provinsi dan di masjid-masjid perkantoran di Jakarta. Tiap akhir pekan, pesantrennya dipadati jamaah korporat untuk mengaji.

Konsep sedekah pula yang menyeretnya masuk dunia sinema elektronik (sinetron). Melalui Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata. Sejumlah artis turut mendukungnya, antara lain Marsyanda, Dessy Ratnasary, Tora Sudiro, Ririn, Nabila Syaqieb, Didi Petet, Syarul Gunawan, dan Paramitha Rusyadi.

Menurut dia, sedekah adalah salah satu upaya untuk menyelematkan bangsa dari keterpurukan dan kebangkrutan. Ia mencanangkan slogan 'selamatkan Bangsa dengan sedekah' pada tahun 2006. ''Sedekah dapat mengubah maqam dari yang tadinya miskin menjadi kaya, kaya menjadi mulia, sakit menjadi sehat, dan sehat menjadi terjaga,'' tutur Yusuf Manshur optimistis. (mualaf.com)

Keteraturan Dalam Kekacauan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Adalah suatu realitas yang tidak bisa disembunyikan bahwa dunia berada dalam kekacauan saat ini, khususnya indonesia yang mayoritas umat islam berada dalam keterpurukan dalam kancah politik, sosial , ekonomi dan militer.

Chaos dan atau kekacauan pastinya tidak diinginkan oleh setiap manusia berbalik dengan order atau keteraturan, pastinya begitu banyak manusia yang menginginkannya.


Kekacauan serta keteraturan adalah merupakan satu kesatuan dalam satu keseimbangan. Tanpa adanya kekacauan tidak akan ada keteraturan, tanpa didahului adanya keteraturan tidak akan ada pula kekacauan. amat sangat disayangkan kemudian ketika manusia salah dalam mengartikan apa itu kekacauan serta keteraturan. tidak sedikit dari mereka yang menilai bahwa suatu kekacauan adalah hal yang buruk dan keteraturan adalah merupakan hal yang baik.

"namun itu bukanlah merupakan satu hal yang pasti , dan belum tentu begitu adanya"

Kekacauan memang harus dihilangkan agar keteraturan dapat diciptakan dengan harapan bahwa dengan dicapainya keteraturan total maka perdamaian dapat dicapai maka bukanlah hal yang tidak mungkin perdamaian akan dapat tercapai apabila keteraturan total telah dicapai, tetapi kembali hal tersebut adalah bukan merupakan sebuah perdamaian yang alami melainkan kedamaian yang dipaksakan maka apapun yang dipaksakan lambat laun akan berakibat kepada kehancuran.

Mungkin kita tidak sadar bahwa kehidupan pada dasarnya tidak berasal dari keteraturan melainkan dari kekacauan dimana Asal muasal dari terciptanya jagad raya ini dalah kekacauan dalam skala besar atau yang kita kenal saat ini dengan teori Big Bang.

Pun demikian manusia dilahirkan karena kekacauan dimana tidak ada sperma yang didapati berbaris untuk mengantri dalam rangka membuahi sel telur, melainkan berlomba dan saling bersaing dimana disitu terjadi kekacauan besar diantara jutaan sperma untuk dapat membuahi 1 sel telur, pun kemudian manusia pada saat dilahirkan menjerit meronta-ronta tidaklah kita dapati bayi terlahir dalam keadaan diam dan tenang

Berasal dari kekacauan itulah kemudian terjadi keteraturan dan keseimbangan. Walau isi jagad raya begitu kacau, bintang, planet, asteroid, meteor, lubang hitam, tetapi disekitarnya adalah kehampaan disitulah keseimbangan terjadi diantara kekacauan dan keteraturan.

"Anda harus memiliki kekacauan dalam diri Anda dan melihat kekacauan disekeliling anda untuk melahirkan dan atau melihat keseimbangan".

Wallahu A'lam

Membangun Generasi Rabbani

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pergantian suatu generasi kepada generasi yang lain merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu kaum atau bangsa. Apakah pergantian itu menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk daripada generasi yang sebelumnya tergantung kepada kesungguhan setiap orang dalam mempersiapkan pengkaderan generasi yang akan datang.

Jika dipersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh insya Allah akan menghasilkan suatu generasi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya jika asal-asalan akan menghasilkan suatu generasi yang lebih buruk dari generasi pendahulunya.

Jika kita mau perduli dan memperhatikan kondisi kebanyakan dari masyarakat kita pada akhir-akhir ini, jelas dan tidak bisa dipungkiri akan adanya gejala demoralisasi di masyarakat. Kejahatan dan kekerasan hampir menjadi konsumsi kita setiap hari baik di media cetak dan televisi, maupun menghiasi setiap blog dan website. Perzinahan, aborsi dan juga kasus akan kecanduan minuman keras dan narkotika menduduki peringkat tertinggi yang terjadi pada generasi muda.

Selain itu derasnya arus informasi yang masuk hampir tanpa batas, seperti mode / gaya hidup orang barat, begitu mudahnya diadopsi tanpa saringan sedikitpun dan bahkan dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan kebanggaan.

Fenomena ini hendaknyalah dijadikan sebagai suatu bahan renungan bagi kita. Apakah selama ini kita telah dan bisa menjaga diri, keluarga dan masyarakat di sekitar kita agar tidak terkena dampak demoralisasi. Ataukah selama ini kita lupa dan melalaikannya serta terjerumus kedalamnya. Padahal Allah Subhanahu Wat'ala dengan sangat jelas telah memberikan perintah kepada kita didalam firmanNya,

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka”
(At-Tahrim: 6).
Kita harus mewaspadai gejala ini, sebab jika tidak, akan menimbulkan preseden buruk bagi generasi yang akan datang. Kita bisa membayangkan seperti apa jadinya generasi yang akan datang jika generasi sekarang seperti ini. Dan inilah yang Allah gambarkan sebagai generasi yang buruk, suatu generasi yang akan membawa pada kehancuran dan kesesatan.

Generasi Rabbani adalah generasi yang baik, penuh dengan keridhaan dan kasih sayang Allah serta hidupnya selalu dihiasi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam surat Al-Furqaan, Allah menyebutkan mereka sebagai ‘ibaddurrahmaan’, yakni hamba yang disayangi dan dikasihi Allah. Generasi Rabbani sebagai seorang muslim adalah tumpuan dan harapan yang akan membawa kemajuan Islam dan tegaknya kalimatullah di bumi ini.

Sebuah kesimpulan bahwa karakteristik dari generasi rabbani yang pertama adalah ‘yuhibbu-hum wa yuhibbuunahu’, mereka mencintai Allah, melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, tidak mau terlibat dalam kebobrokan-kebobrokan mental generasinya, mempunyai hati yang bersih, dan Allah pun mencintai mereka. Karakter kedua yaitu adzillatin ‘alal mu’minin a’izzatin ‘alal kafirin, rendah hati terhadap orang mu’min dan keras terhadap orang kafir.

Dan karakter yang ketiga adalah mereka bergerak dan berjuang di jalan Allah dan mereka tidak khawatir atau takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Karena mereka menyadari bahwa itu merupakan suatu resiko dalam perjuangan. Inilah generasi rabbani yang merupakan sosok muslim yang ideal. Mudah-mudahan kita bisa membimbing dan mendidik keturunan dan keluarga kita agar menjadi generasi-generasi rabbani yang akan meneruskan perjuangan dan tegaknya diinul Islam. Sebab jika tidak maka tunggulah kehancurannya.

Wallahu A'lam

Ustadz Belum Tentu Bersih Dosa : Uje

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Al Ustad yang acapkali nyentrik bergaya gaul Jeffry Al-Buchari atau yang biasa akrab disapa dengan "Uje", tidak sependapat jika kemudian dikalangan ustad mendapatkan penilaian dari masyarakat bersih dari segala dosa.

Uje sempat menuturkan hal tersebut disaat saat keberangkatannya umroh ke Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, dengan umroh seseorang akan mampu mengisi ulang (men-charge) kembali jiwa seorang anak manusia agar sering melakukan berbagai kebaikan.

"Orang yang modelnya kayak saya gini, banyak dosa, perlu me-recharge apa yang sudah dilakukan," kata Uje, 

"Kalau bicara tentang hati, jubah yang berlapis, dengan jidat hitam, dan berjenggot panjang, itu enggak menjadi jaminan. Mau jadi orang selamat, enggak harus jadi ustad. Siapa saja bisa terpeleset," tambahnya.

Mengenai makna umrah baginya, Uje menuturkan dirinya selalu rindu dengan Kabah. Menurutnya pergi ke tanah suci selalu memberikan pengalaman spiritual baru baginya.

"Yang dikangenin ya Kabah. Tanah suci selalu punya nilai yang luar biasa," tukasnya.

Uje : Bukan Tsunami Yang Harus Ditakuti

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Uje : "Takutlah pada Yang Menciptakan Gempa dan Tsunami"

Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah,SP menyatakan, Pemko Padang tetap komit dalam menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan taubat nashuha.

"Ini adalah menjawab isu bahwa Pemko tidak bekerja dan inilah konkritnya kita bekerja untuk menghilangkan trauma isu gempa. Dan kita menantang bagi siapa saja yang mengumbar pernyataan-pernyataan kajian tentang gempa 8,9 SR. Jangan diumbar di media," ujar Mahyeldi dihadapan ribuan masyarakat, pelajar SMU/SMK sekota Padang yang mengikuti tausiyah, zikir dan qunut nazillah di pelataran parkir Taman Budaya Padang, Sabtu (6/11).

Menurut Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP, selain menunjukkan bahwa Pemko Padang tetap aspiratif menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami, sekaligus pula mengajak warga Padang untuk taubatan nasuha, agar terhindar dari bala bencana.

Pemko dan Majelis Ulama (MUI) Kota Padang sengaja mengadakan iven tausiyah, zikir dan qunut nazhillah dengan mendatangkan Ustadz Jeffri Al Buchori, Muhammad Hayatuddin dan Buya Cecep Jambak untuk memperkuat iman dan menyakinkan masyarakat bahwa bencana itu adalah rahasia Allah SWT.

Memang harus diakui, kalau warga Kota Padang memang sudah amat trauma dengan isu akan datangnya gempa berkekuatan 8,9 SR, yang malah sampai tersebar melalui pesan singkat (SMS). "Mari duduk bersama kalau memang ada temuam ilmiahnya. Karena isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat," ucap Mahyeldi, menambahkan.

Pada tausyiah ini ustadz kondang dari Jakarta Ustadz Jeffri Al Buchori yang akrab dipanggil UJE, disebutkan, bahwa seharusnya masyarakat Kota Pdang bukan takut pada gempa dan tsunaminya. "Tapi takutlah pada yang menciptakan gempa dan tsunami itu. Yakni Allah SWT," kata UJ, si Ustad Gaul ini.

Lebih jauh UJE mengatakan, pada hakikatnya yang hidup akan mati dan bukan karena gempa dan tsunami tersebut. "Bagi orang yang beriman gempa dan tsunami itu merupakan ujian, sedangkan bagi yang nakal merupakan teguran. Dan yang nakal sekali ini merupakan azab atas perbuatannya. Hidup di dunia bukan untuk selama-lamanya. Mati hanya sebuah proses," tausiyah UJE, menyakinkan jamaah

Insya Allah Bisa Atasi Permasalahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika kehidupan yang penuh dengan konflik, persoalan-persoalan yang tak kunjung usai, keinganan-keinginan duniawi kita dan segala macam tantangan, bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu ayat-ayat dalam Al-Quran. Salah satu firman-Nya yang artinya “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S Ibrahim: 1).

Ujian bisa jadi sebagai sarana untuk meningkatkan iman kita atau sebagai penggugur dosa-dosa kita. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi. Terkadang dan atau seringkali ada teman-teman dan atau seseorang diantara kita yang mengeluh, bahwa mereka benar-benar merasa sudah tidak sanggup lagi menerima ujian-Nya karena begitu berat dan menyakitkan, untuk mereka yang demikian dan merasa tidak sanggup menerima ujian-Nya yang terasa berat dan menyakitkan, namun jauh dalam lubuk hati kita harus yakin bahwa Allah Subhanahu Wata'ala tidak pernah menyulitkan hamba-Nya dan tidak pernah membuat Hamba-Nya menderita, pasti ada maksud lain yang ingin Dia sampaikan dibalik ujian yang diberikan dan pasti ada hikmah yang tersembunyi yang kadang butuh waktu bagi kita untuk memahaminya.

Dan kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, Allah Subhanahu Wata'ala yang menciptakan kita, pasti sangat tahu keadaan kita dengan sangat rinci, jadi tidak akan pernah ada dalam kehidupan kita, beban persoalan yang lebih dari kekuatan dan atau kemampuan kita. Kita pasti sanggup menerima semua ujian yang diberikan-Nya, asalkan kita kuat iman dan sabar.
   Sebenarnya, tenang atau tidaknya, dan baik atau buruknya hidup kita, tergantung dari hati kita, seperti yang diungkapkan Rasulullah saw : “Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya; jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Jangan Berantas Teroris Dengan Teror

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Beberapa perwakilan dari ulama yang tergabung dalam wadah Solidaritas Ormas Islam atau disingkat SOLI meminta agar ada reformasi di Kepolisian RI dan perubahan pendekatan dalam pemberantasan terorisme. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (12/3/2013), mengklarifikasi soal usulan pembubaran Detesemen Khusus 88 Anti Teror. Ia berharap kepolisian tidak menggunakan cara teror dalam memberantas terorisme. 

Hasil diskusi bersama perwakilan SOLI secara kasat mata berdasarkan rekaman video yang ada menunjukkan telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia berat dalam pemberantasan terorisme. Selanjutnya Din bersama SOLI mengimbau agar ada reformasi di tubuh Kepolisian dan berubah pendekatannya agar lebih kredibel dan profesional. Polisi bisa mengajak masyarakat dalam pemberantasan terorisme yang telah menjadi musuh bersama. 

Dalam upaya pemberantasan terorisme harus ada perubahan pendekatan dari kepolisian agar tidak melakukan pelanggaran HAM. "Jangan memberantas terorisme dengan pendekatan teror juga," kata Din. Din menyayangkan pihak Markas Besar Kepolisian RI membantah kebenaran video kekerasan dalam pemberantasan terorisme, karena masih banyak video lain sejenis. Ia berharap jangan ada adu opini sehingga terkesan menutupi kesalahan. "Yang terbaik, polisi segera mengakui kesalahan, dan mengubah pendekatan pemberantasan terorisme dengan tidak menggunakan cara teror," paparnya.

Berdo'a Memohon Pertolongan Allaah Subhanahu Wata'ala

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"

Berdo'a apapun itu bentuknya baik mencari rijeki, diberi kesehatan , diberi keberkahan , diangkat derajat, dan berbagai macam do'a lainnya. Sebenarnya sudah banyak contoh do'a yang bisa kita pergunakan untuk memohon kepada Nya, seperti halnya do'a meminta kebaikan di dunia dan diakherat itupun sudah mencakup semuanya , baik kesehatan , kekayaan , pangkat , dan sebagainya.

Pun demikian halnya dalam shalat lima waktu yang kita telah lakukan disetiap harinya , sadar atau tidak sadar kita telah berdo'a sebanyak 17 kali untuk :

1. Memohon Rizeqi ,
2. Memohon Ampunan ,
3. Memohon Rahmat
4. Diangkat Derajat dan sebagainya , Khususnya ketika duduk diantara dua sujud

Juga lebih dari 34 kali sudah kita berdo'a memohon petunjuk disetiap shalat fardlu, maka jika kemudian ditambah lagi shalat sunnah kita telah berdo'a baik dengan sadar ataupun tidak sadar sebanyak RATUSAN kali setiap harinya.

Berdo'a memang sangat - sangat dianjurkan bahkan boleh dibilang wajib jika kita membaca firman Allah Subahanahu Wata'ala diatas , yang mana mereka yang tidak mau berdo'a akan dimasukkan ke dalam neraka dengan sangat HINA.

Berdo'a baik dilakukan dengan bahasa arab , bahasa indonesia , bahasa inggris , atau pun bahasa jawa, adalah sama saja, karena Allaah Subhanahu Wat'ala Maha Mengetahui dan Dialah yang mengajarkan kepada kita tentang segala sesuatu di dunia ini termasuk bahasa di tiap - tiap daerah dan atau negara tanpa kita sadari.

Kembali kepada keyakinan masing - masing dan tentunya dengan Izin dan Ridha Allaah , Sebagaimana janji NYA,

Hendaklah kita Mengerjakan perintahnya dan Menjauhi Larangannya , maka Insya Allah akan dikabulkan. Itulah JANJI Allah Dan Allaah Subhanahu Wata'ala tidak akan pernah mengingkari JANJI-NYA.

Begitulah tertulis dikitab Nya dan begitulah adanya.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
Al Baqarah : 45

Siapa dan bagaimana shalat orang yang khusyu' :
yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Al Baqarah : 46

Keutamaan Beramal Shaleh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Puji syukur alhamdulillaah hingga detik ini dan saat mencatat tulisan diblog ini admin masih senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang oleh Allaah Subhanahu Wata'ala sehingga masihlah juga sempat menguraikan sebait dan atau dua bait kata sebagai pengingat diri admin dan atau sekaligus penambah pengetahuan sekali lagi bagi diri admin sendiri serta pembaca blog ini pada umumnya.

Dalam catatan kali ini admin akan sedikit mengetengahkan ayat Al Qur'an tentang keutamaan beramal yang mendekat diri kepada Allah, sebagai pendorong agar seseorang lebih giat beramal serta memperbanyak amal shaleh, berlomba-lomba dalam beramal dan merasakan nikmatnya beramal.

Allah berfirman sebagaimana tersurat dalam kitab Nya surah Al Baqarah ayat 25

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap dari mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya". (Q.S. Al Baqarah: 25).

Ok sepintas ayat tersebut terkesan seperti sebuah dongeng yang diada-adakan dan sulit untuk dipercaya , sehingga kemudian menimbulkan pertanyaan benarkah hal tersebut ...? apakah benar nantinya setelah mati kita akan dibangkitkan ..? apakah ada hidup sesudah kematian dan benarkah tulang - belulang yang sudah hancur akan dapat kembali disatukan...? 

Yups...... begitulah pertanyaan bagi mereka yang ragu - ragu dan terus berada dalam kesesatan, ingkar akan hari pembalasan dan ingkar akan pertemuan dengan Rabb mereka, sebagaimana dijelaskan didalam Kitab Nya, biarlah bagi mereka yang tetap demikian karena kelak mereka akan mengetahui dan sekaligus merasakan apa yang telah diancamkan kepada mereka, dan dijelaskan bagaimanapun juga mereka yang tidak percaya ketika sudah tidak lagi ada izin dan ridha Allaah maka tetaplah mereka dalam keadaan yang demikian , kecuali Allaah Subhanahu Wata'ala berkehendak yang lain. (al ayat)

Penjelasan tentang keutamaan suatu amal akan membangkitkan semangat serta kerinduan untuk beramal, dapat menciptakan kekutan rohani dan jasmani, mengusir rasa malas dan keengganan, juga dapat menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan ketaatan dan ibadah, disamping itu beramal shaleh juga dapat mencegah kita dari azab dan murka Allaah Subhanahu Wata'ala dengan kata lain akan menyelamatkan kita dari segala bala' , bencana , fitnah dan kejahatan dari makhluk Nya.

Tentunya sebelum dan atau sesudah melakukan hal yang demikian hendaklah setiap orang menanamkan niat didalam lubuk hati yang paling dalam bahwasanya kita hidup didunia ini adalah dalam rangka untuk mengabdi kepada-Nya dengan hati ikhlas dan hanya semata - mata mengharap ke - Ridha - an Nya.

Nilai kebaikan amal shaleh merupakan implikasi dari keimanan seseorang dan memiliki tempat yang mulia dalam ajaran Islam. Karena itu, Allaah memberikan balasan kebajikan untuk orang-orang yang istiqamah dalam beramal shaleh yang kurang lebih diantaranya adalah : 

Pertama, diberi pahala yang besar. ”Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Maidah : 9).
Kedua, diberi kehidupan yang layak. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl : 97).

Ketiga, diberi tambahan petunjuk. “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam : 76).

Keempat, dihapuskan dosa-dosanya. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Ankabut : 7).

Kelima, dimuliakan hidupnya. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS al-Isra’: 70).

Keenam, dijauhkan dari kerugian dan atau kegagalan dalam menjalani kehidupan. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr : 1-3).

Untuk itu, hanya amal shaleh yang berasal dari keimanan kepada Allaah Subhanahu Wata'ala keyakinan akan keadilan-Nya, dan hanya berharap akan rahmat-Nya yang akan membawa manfaat dalam kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 

Wallahu A’lam.

Permohonan Maaf

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Surat Permohonan Maaf

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan penuh kerendahan diri dan rasa sesal yang teramat mendalam , bersamaan dengan diluncurkannya dan atau dipostingnya serta dibuatnya blog sederhana dan alakadarnya ini, saya atas nama admin Facebook Membaca Al Quran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan atau fans yang admin anggap seperti saudara, meskipun pada dasarnya admin tidak mengenal betul bagaimana dan dimana keadaan saudara. 

Admin tahu dan admin sadari serta admin yaqini bahwa tidak menutup kemungkinan dan atau bisa dipastikan terdapat beberapa dan atau banyak orang yang telah sakit hati dengan segala tingkah laku dan perkataan admin selama beberapa bulan ini, terlebih lagi kelakuan admin yang mungkin menurut faham dan nalar serta persepsi atau pikiran dan pandangan beberapa orang keterlaluan dan sungguh terlalu. 

Perlu diketahui dan perlu dicatat serta perlu ditanamkan kembali dalam benak dan atau hati sanubari saudara sekalian (Fans Faceobook Membaca Al Quran) bahwasanya dalam diri admin tidak ada benci terhadap siapapun dan atau apapun. 

Jikalau nantinya dan atau sebelumnya terdapat kata - kata dalam posting facebook dan atau artikel blog yang telah banyak menyinggung dan memancing emosi serta kemarahan atau menimbulkan kebencian. hal tersebut adalah semata - mata kesalahan admin dan kekhilafan admin.

Namun demikian ketahuilah bahwa dalam setiap manusia terdapat beragam sifat , watak dan atau karakter serta penjiwaan yang berbeda yang kemudian akan muncul keluar menghasilkan sebuah perkataan dan atau perbuatan yang berbeda. 

Perkataan kasar , lemah lembut , tegas , keras, dan lain sebagainya adalah semata - mata karena perbedaan - perbedaan yang teramat mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan , keluarga , pertemanan , dan atau tingkat pendidikan serta pemahaman akan keilmuan baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. 

Seyogyanyalah kita kesemuanya kembali bercermin kepada keadaan lingkungan sekitar dimana didalam sebuah keluarga dan atau lingkungan masyarakat pastinya terdapat perbedaan karakter , sifat dan watak yang kemudian akan menjadikan sikap , perbuatan dan atau perkataan yang berbeda pada masing - masing orang. beraneka ragamnya sifat dan sikap yang dimiliki oleh setiap orang janganlah membuat kita menjadi seorang hakim yang kemudian akan menjerumuskan kita kedalam pertengkaran , perdebatan , percekcokan dan atau penyulut api peperangan dan perpecahan, karena sesungguhnya yang demikian itu adalah tipu daya syeitan.

Alangkah indah dan nikmat serta luasnya dunia ini seandainya kita mau dan mampu memahami setiap karakter , sifat dan atau watak seseorang didalam kehidupan nyata , yang kemudian dapat memberikan kita jalan kepada cahaya yang membimbing kita dalam memaknai kehidupan yang pada dasarnya dibuat untuk indah. tidak ada lagi sakit hati , tidak ada lagi kebencian , tidak ada lagi peperangan , tidak ada lagi perselisihan yang kemudian akan membawa kita kepada ketenangan hati dan pikiran, sehinggalah nantinya kita bisa menjalani kehidupan ini seperti apa yang telah Allah Subhanahu Wata'ala jelaskan dalam Firman Nya. 

Tidak ada kekhawatiran , kegelisahan , bagi mereka yang beriman kepada Ayat - Ayat Nya, (al ayat) nyatalah kemudian apa yang telah Allah Subhanahu Wata'ala Janjikan , yakni bagi mereka ketentraman dan keamanan baik didunia dan akhirat Insya Allah. 

Kembali kepada Permohonan Maaf , yang benar - benar tulus kami mengharap kiranya saudara yang ada dihalaman Facebook Membaca Al Quran untuk tidak banyak berselisih dan bersengketa, karena apapun yang admin posting itu adalah tanggung jawab admin, kami sadar betul bahwa tingkat pemahaman dan atau keilmuan serta penalaran setiap orang adalah berbeda - beda, khusus tentang Al Quran mohon kiranya untuk dipertimbangkan kembali sebelum berselisih, karena

"Tidak akan ada yang sanggup dan mampu untuk menterjemahkan , mentafsirkan , serta mentakwilkan dengan lengkap Ayat - Ayat Allah (Al Quran) karena sekiranya seluruh pohon dibumi dijadikan pena dan seluruh lautan dijadikan tinta dan kemudian ditambahkan lagi tujuh kali dengan jumlah yang sama , Niscahya tidak akan habis dituliskan kalimat - kalimat Allah Subhanahu Wata'ala (Maha Suci Allah) yang didalam Kekuasaan Nya lah segala sesuatu. (al ayat)

Tentunya Admin akan sangat menghargai jika ada saudara yang ingin dan atau memberikan nasehat dan tentunya bagi mereka yang demikian akan sangat admin hargai, dengan cara yang sopan (maaf apakah admin selama ini sopan...?) mohon maaf juga ^_^ selama ini admin kurang sopan ^_^ dulunya sih begitu ... ^_^ tapi....... yach..... taulah...

Dikembalikan kepada masing - masing orang dan hati nuraninya sendiri.

Demikianlah Permohonan Maaf dari Admin Facebook Membaca Al Quran mohon maaf atas kurang lebihnya dan apabila ada kata - kata dalam catatan ini yang masih juga mengganjal dihati dan atau kurang berkenan. sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar - besarnya. ( diharapkan untuk dicantumkan didalam comment , jika berkenan )

Akhir kata Wabillahi Taufiq Wal Hidayah , Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

TTD

MAQ
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger