Catatan Terbaru :
Home » , » Shalat Dzuhur

Shalat Dzuhur

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat dzuhur merupakan satu diantara serangkaian shalat fardlu / wajib yang 5 waktu terdiri dari empat raka'at dengan 2 kali duduk tahiyat yang waktu pelaksanaan atau waktu dikerjakannya adalah pada tengah hari. shalat dzuhur dikerjakan setiap hari dari senin sampai dengan minggu kecuali hari jum'at dan laki - laki karena pada hari jum'at shalat dzuhur / sholat dhuhur diganti dengan shalat jum'at bagi laki - laki yang dikerjakan sebanyak 2 raka'at dan ditambah dengan 2 khutbah.

Waktu sholat Dzuhur merupakan saat - saat puncak dari segala aktivitas terlebih dizaman yang seperti sekarang ini , waktu dzuhur seringkali mepet dan atau berdekatan serta bersamaan dengan waktu istirahat  sesudah bekerja / beraktifitas baik dikantor , toko, sekolah , kuliah , dan tempat yang lain selama beberapa jam.

Ada yang perlu juga di ingat bagi yang ingin mengerjakan shalat Dzuhur terlebih dahulu diwajibkan untuk berwudlu agar suci dari hadats kecil seperti kentut / bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim , dan lain sebagainya atau mandi besar jika menanggung hadats besar,

Tata cara pelaksanaan shalat dhuhur ini sama seperti shalat - shalat yang lain (tata cara shalat baik wajib maupun sunnah hampir semuanya sama kecuali shalat jenazah / shalat ghaib (sama). 

Lafadz dan atau gerakan Niat pun tidak jauh berbeda dengan shalat yang lain , hanya saja berbeda pada waktu pengucapan nama , waktu dan atau jumlah raka'at shalatnya , misal dhuhur , ashar , maghrib , isya' subuh dua raka'at , tiga raka'at , atau empat raka'at. 

hm........ ada lagi yang berbeza yakni kerasnya suara imam pada 2 rakaat yang pertama dimana untuk shalat subuh , maghrib dan isya' lebih afdhal untuk dikeraskan suaranya , sedangkan untuk ashar tidak dianjurkan untuk mengeraskan suara.

Hampir semua orang jika tanya kenapa tidak dikeraskan suara dan atau bacaan al quran pada saat shalat dhuhur dan ashar ...?

Jawabannya kurang lebih sama tidak ada / tidak tahu / belum diketemukan penjelasan dari Rasulullah saw. mengapa pada raka'at pertama dan kedua waktu shalat Zuhur dan Ashar kita tidak dianjurkan mengeraskan bacaan al-Fatihah dan surah / ayat setelahnya.

Bukankah pada waktu melaksanakan sholat pada hakikatnya kita sedang bermunajat dan berdo'a serta berkomunikasi dengan / kepada Allah ?

Bukankah Allaah Rabb yang kita seru Maha Mendengar , Maha Mengetahui, Maha Melihat ...?

Bukankah Allaah Subhanahu Wata'ala juga melarang kita untuk mengeraskan suara dan atau merendahkan suara pada saat shalat seperti dijelaskan dalam Al Quran :
Janganlah mengeraskan suaramu dalam shalat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya (QS. al-IsraĆ¢’ : 110)

– Wallahu A‘lam–
Share this article :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger