Catatan Terbaru :
Showing posts with label Rakyat Jelata. Show all posts
Showing posts with label Rakyat Jelata. Show all posts

Ingin Tahu Lebih Banyak

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rasa Penasaran atau ingin tahu lebih tentang sesuatu adalah merupakan satu sisi dalam diri manusia yang pastinya dimiliki oleh seseorang, baik itu tentang sesuatu yang baru , lama ataupun sesuatu yang lama kemudian diperbarui / ada yang lebih menarik dari sesuatu yang lama tersebut.

Katakanlah ketika kita berbicara tentang hantu / ghost / pocong / kuntilanak / sundel bolong dan lain - lain bagi mereka yang tidak atau belum pernah melihat atau menyaksikan sendiri mungkin hal tersebut adalah merupakan cerita karangan / khayalan / imaginasi dan sebagainya , namun tidaklah demikian halnya bagi mereka yang telah atau sudah pernah melihat sesuatu yang demikian atau paling tidak mirip dengan sesuatu itu dalam bentuk yang lain. 

Pun demikian ketika kita berbicara tentang telepati , membaca pikiran , menanamkan suatu sugesti kepada orang lain, jarak dekat ataupun jarak jauh adalah sesuatu yang diluar nalar atau sesuatu yang tidak mungkin. karena mereka belum pernah mengalami , merasakan , dan atau melihat. 

Hal tersebut diatas dan berbagai hal misterius lainnya mungkin tidak menjadi persoalan bagi sebagian orang , pun hal tersebut bisa jadi adalah sebuah rekayasa yang dibenarkan bagi para pecinta khayalan , namun hal tersebut akan menjadi sesuatu yang membuat semakin dalam rasa penasaran bagi seseorang yang pernah mengalami atau merasakannya. 

Bagaimana bisa ....? dan bagaimana teorinya ? bagaimana caranya ? apa penyebabnya ? apa yang melatar belakanginya ? bagaimana kejadiannya ? dan berbagai macam pertanyaan yang mungkin muncul dibenak mereka yang pernah mengalaminya .

I want to know more ....................

Damai dan Tenang

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dalam beberapa hubungan, damai dapat menunjuk secara umum ke keadaan tenang - ketiadaan gangguan atau godaan.

Bagi orang yang sering bepergian ke daerah terpencil seringkali memperhatikan perbedaan antara tingkat kebisingan antara kota dan desa; oleh karena itu muncul istilah 'damai dan tenang'.

Damai dalam diri

Satu arti dari damai menunjuk ke damai dalam diri; sebuah keadaan pikiran, badan, dan jiwa, yang dikatakan terjadi di dalam diri kita. Orang yang melakukan eksperimen dengan damai dalam diri mengatakan bahwa rasa ini tidak tergantung oleh waktu, orang, atau tempat, menekankan bahwa setiap individu dapat mengalami ketenangan dalam diri di dalam suatu peperangan.
Apakah kekerasan diperlukan ?

Ada banyak pandangan yang menganggap apakah kekerasan dan perang dibutuhkan. Pengikut Jainisme, berusaha untuk tidak melakukan penderitaan bahkan kepada hewan dan pasifis seperti Anarkis Kristen melihat segala kekerasan sebagai penahanan-diri. Kelompok lainnya memiliki pendirian mereka sendiri yang bermacam-macam.

Penghargaan Nobel Perdamaian dianugerahkan setiap tahun untuk tokoh terkemuka, umumnya pencipta perdamaian dan visioner yang telah mengatasi lingkaran setan kekerasan, konflik, atau penindasan melalui kepemimpinan moralnya, namun yang menimbulkan kontroversi, banyak mantan penghasut perang yang dipercaya membawa dunia mendekati akhir keadaan tersebut melalui pemberian istimewa dalam mencoba mencapai perdamaian.

Larangan Memaki Sesembahan Agama Lain

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan" (QS Al An'am:108)

Allah Subhanahu Wata'ala melarang setiap hamba - hamba Nya mencerca, atau mencaci sesembahan orang lain yang mereka sembah selain dari Allah Ta'ala. Allah juga melarang kita memaksa orang lain agama untuk memeluk Islam meskipun dijelaskan didalam Al Quran bahwa Islam adalah agama yang benar karena kewajibaan kita hanyalah menyampaikan, mengingatkan ataupun memanggil manusia agar kembali kejalan yang benar akan tetapi bukan dengan paksaan, tapi dengan kerelaan. Sebab paksaan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik dan justru akan menyebabkan pertikaian yang tiada akhir.

Islam mengajak ummat lainnya supaya sama-sama kembali ketitik pertemuan, kalimah persamaan yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dan tidak mempersekutukannya dengan apapun juga. Allah berfirman yang bermaksud :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

"Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"." (Q.S.al_Imran:64)

Allah Subhanahu Wata'ala melarang kita menyakiti hati orang lain dengan tindakan-tindakan yang kasar, zalim, ataupun perbuatan tercela lainnya. Cobalah kita perhatikan kitab suci al-Quranul karim yang begitu memuliakan Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi-Nabi yang lainnya dan masing - masing diberi oleh Allah Subhanahu Wata'ala kelebihan dan sifat yang baik, hal ini mestilah pula dimiliki oleh semua pihak, jadi dengan sifat menghormati keyakinan orang lain, dan tidak menyakitkan hati pihak lain, Insya-Allah kerukunan Ummat menjadi kenyataan.

Semoga tidak ada lagi olok olok dan saling menjatuhkan serta membandingkan satu dengan yang lain, al qur'an tidak mengajarkan hal yang demikian, karena sebenarnya perintah Allah Subhanahu Wata'ala adalah untuk berlomba - lomba berbuat kebajikan dengan tidak membedakan dan membandingkan serta mengunggulkan Nabi dan Rasul yang satu dengan yang lainnya.

Wallahu A'lam

Giliran Ustadz Yusuf Bicara

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Giliran Ustadz Yusuf Bicara mengenai berbagai permasalahan yang ada, khususnya di indonesia dan berkaitan dengan fitrah manusia yang diharuskan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala saja serta sebisa mungkin menghindari penghambaan terhadap manusia yang lain.

Eyang Subur yang mendadak menjadi buah bibir turut menjadi perhatian beberapa kalangan ustadz termasuk ustadz yusuf mansur. 

Nama pria lanjut usia yang disebut-sebut sebagai dukun itu kian tenar seiring pengakuan yang meluncur dari artis Adi Bing Slamet, dan juga orang-orang yang mengaku pernah jadi pengikutnya. Sudah jadi cerita umum, sejak awal tahun 90-an, kediaman Subur di daerah Jakarta Barat, sering didatangi oleh tamu. 

Tamu dari berbagai latar belakang profesi, umumnya datang untuk meminta berkah dan kemudahan dalam urusannya. Hal ini dikemukakan oleh mantan asisten pribadi Subur yang bernama Ujang. 

Fakta tentang masih banyaknya orang yang meminta berkah dan rejeki dari manusia, bukan dari Tuhan, memunculkan keprihatinan. Salah satunya dari ustadz Yusuf Mansur. Menurut Ustadz Yusuf, orang-orang yang menghamba pada sesama manusia adalah dosa. Sebab, seharusnya seorang manusia meminta keberkahan kepada Tuhan. "Imannya goyang, karena mungkin tidak percaya sama Allah. Tidak percaya kalau Allah yang memberikan rejeki," ujarnya. 

Untuk menghindari hal ini, lanjut Ustadz Yusuf, setiap manusia harus menggunakan akal sehat, juga mempertebal keimanannya agar tak goyah dengan iming-iming duniawi. "Pertama, harus punya ilmu. Kedua, dia harus dekat sama orang yang satu frekuensi. Ketiga, jangan tinggalin ibadah yang wajib," tutupnya

MUI Menyelidiki Ajaran Eyang Subur

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyelidiki adanya dugaan praktik ajaran sesat yang dilakukan Eyang Subur setelah menerima laporan dari publik. MUI akan membentuk tim untuk melakukan penelusuran.
"Kita bentuk tim, teliti dan diselidiki. Nanti (hasilnya) dilaporkan, kemudian dibahas di Komisi Fatwa MUI," kata Koordinator Ketua MUI Ma'ruf Amin di Kantor Presiden, Jakarta. Ma'ruf mengatakan, jika bukti yang dimiliki kuat adanya ajaran sesat, maka pihaknya akan mengeluarkan fatwa haram. Hanya saja, kata dia, ajaran Islam tidak membenarkan seorang pria memiliki istri lebih dari empat. "Pokoknya yang menyimpang kita teliti. Kalau diputus sesat, disuruh dia tobat nanti. Kalau soal lain terkait tindak pidana, ada penipuan, itu urusan polisi," pungkas dia.

Dalam beberapa pekan ini, nama Eyang Subur telah menjadi perhatian publik menyusul perseteruannya dengan aktor Adi Bing Slamet. Dalam sejumlah kesempatan, Adi kerap sesumbar bahwa mantan guru spiritualnya itu melakukan praktik penistaan agama, penipuan, dan pelecehan. Namun, Ramdan Alamsyah, pengacara pria asal Jombang, Jawa Timur, itu, membantah keras tudingan tersebut. Ia bahkan menantang Adi untuk membuktikannya di mata hukum.

Sementara Itu FPI membantah kalau mereka mendukung Eyang Subur

Ketua DPD FPI Jakarta Habib Selon membantah keras tudingan yang menyebut pihaknya justru balik mendukung Eyang Subur. Habib menegaskan pihaknya justru ada di jalur netral. "Kami dari FPI DKI tidak pernah mewakili siapa pun juga. Kami FPI tidak membela Eyang Subur. Inget itu," tegas Habib Selon saat ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta.

Dikatakan Habib, sejumlah pihak yang ikut hadir di acara Maulid Nabi yang dilakukan bersama Eyang Subur bukan mengatasnamakan FPI. Habib Selon juga mengancam akan memenjarakan pihak yang menyebutnya mendukung Subur. "Kalau ada pemberitaan yang menyatakan FPI hadir, dan mendukung Eyang Subur, kami kejar dan akan kami tuntut secara hukum dan jebloskan ke penjara," ujarnya.

Selama ini, pihaknya hanya menerima aduan dan menindaklanjutinya. Dalam hal ini, pihak Adi yang pertama mengadukan dan beberapa waktu lalu mengunjungi kediaman Subur. "Kalau ada yang mengadu kepada kami, kami bantu, kami cari, kami telusuri, nanti kami serahkan ke pihak yang berwajib," paparnya.

Sebelumnya, pihak Adi Bing Slamet meminta "bantuan" kepada pihak FPI agar menindaklanjuti dugaan perdukunan yang dilakukan mantan guru spiritulanya, Eyang Subur. Selain kepada FPI, Adi juga melaporkan hal tersebut kepada pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Aku bersaksi tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah


Adalah suatu kalimat penyaksian yang teramat sangat sempurna, tetapi apakah penyaksian itu sudah benar adanya ? Apakah kita sudah benar benar bersaksi langsung kepada Allah dan atau menyaksikan secara langsung akan keberadaan (tanda - tanda kekuasaan) Allah ? Jikalaulah belum kita menyaksikan secara langsung akan keberadaan Allah apakah hal tersebut bukan berarti kita telah sudah bersaksi palsu ?

Apakah Allah itu wujud dan benar adanya ? Dimanakah kebenaran Allah yang sebenarnya ? Apakah di dalam diri kita ataukah di luar diri kita ? Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah dan kenapa Allah turunkan Al-Qur'an kepada manusia ?

Berbagai pertanyaan ini tidak jarang membuat seseorang yang dalam pencarian bingung dan hilang pegangan karena kebenaran yang ada di antara kesemuanya baik Allah, manusia dan Al-Qur'an telah menjadi pudar.

Di mana kebenaran Allah berada dan dimana kebenaran manusia berada serta dimana kebenaran Al-Qur'an berada kesemuanya sudah mulai pudar dan akhirnya kalau semuanya sudah mulai pudar bagaimanakah kejadian alam semesta ini ? Karena masing-masing manusia berpegang pada kebenarannya sendiri-sendiri dengan mengaku kebenaran Allah berada di dalamnya. Padahal diri sendiri tidak tahu dimana dan bagaimana sebenarnya kebenaran Allah itu. Karena kalau seumpamanya sampai mereka mengetahui kebenaran Allah yang sebenarnya maka dunia ini tidak akan terjadi kekacauan dan tidak akan terjadi peperangan.

Apabila aqidah itu sudah ditanamkan pada suatu tempat yang paling tinggi di muka bumi ini maka akan tercapailah kedamaian dan apa yang kita cari selama ini.

Wahai....seluruh umat Islam di muka bumi ini, yang telah mengaku bersyahadah dengan kalimat Tauhid "Asyhadu an La ilaha ila Allah wa asyhadu ana Muhammad Rasulullah''

Kita buka diri kita agar mengerti siapa diri kita, kita buka Al-Qur'an agar mengerti apa dan siapa Al-Qur'an dan kita baca bersama agar kita menemukan kebenaran Allah yang hakiki bahwa yang benar adalah Allah bukanlah kita sebagai manusia.

Janganlah mengaku diri sendiri sudah mempunyai ilmu padahal sebenarnya adalah kosong karena tidak ada satu mahluk di dunia ini yang mempunyai ilmu selain dari pada Allah karena ilmu itu milik Allah dan manusia hanya sekedar diberi pengetahuan (bukan ilmu) agar mengerti dan mencari kebenaran manusia itu sendiri dan kebenaran Al-Qur'an dan kebenaran Allah dan yang terakhir adalah kebenaran dari pada Dzat-Nya.

"Barang Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya" dan barang siapa yang sudah mengenal Tuhannya berarti dia sudah bersyahadah (menyaksikan) LA ILAHA ILA ALLAH, dan barang siapa yang sudah bersyahadah berarti dia sudah Islam dan Allah akan mengatakan (bahwa) "Hari ini telah Ku sempurnakan nikmatmu dan Aku (Allah) ridho Islam-lah agamamu".

Tidak ada yang bisa berjalan di muka bumi ini tanpa dia mengerti dirinya dan tidak ada usaha yang maju atau sukses tanpa dia mengerti usahanya karena semuanya itu adalah atas dasar satu kehendak yaitu kehendak Allah dan bukanlah kehendak manusia.

Begitu pula suatu bangsa atau negara, apabila suatu bangsa atau negara itu mengerti akan hakekat berbangsa dan bernegara dan mengerti hakekat dari pada dirinya maka tidak akan mungkin terjadi perpecahan dan tidak akan muncul berbagai tragedi.

Di dunia dan alam semesta ini hanya ada satu kekuatan yaitu kekuatan Allah (Wa Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad) dan segala apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak satu negara itu hancur, akan hancurlah negara itu dan begitu pula apabila Allah berkehendak dunia ini hancur akan hancurlah dunia.

Tetapi jika Allah berkehendak suatu bangsa itu maju maka akan majulah bangsa itu, dan semua ini adalah kehendak Allah dan Allah akan melihat dan memilih bangsa atau negara mana yang harus dihancurkan dan bangsa atau negara mana yang harus dibangkitkan dan siapa-siapa yang dekat dan mengenal akan Allah maka itulah yang akan diselamatkan oleh Allah.

Wallahu A'lam

Tegakkan Syariat Islam

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sosiologi Peduli Syariah Unsyiah (FMSPS Unsyiah) kemarin berunjuk rasa ke Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Senin, 26 Maret 2013.

Unjuk rasa ini dibuat sebagai upaya mengingatkan pemerintah dalam menegakkan syariat Islam di Banda Aceh. Juru bicara FMSPS Hendra Gunawan, mengatakan dengan unjuk rasa ini mereka mengingatkan agar dinas terkait tidak hanya memantau di tempat-tempat kecil saja. Namun juga menutup diskotik yang ada di Banda Aceh.

"Kami ingin Dinas Syariat Islam menutup tempat-tempat tertentu. Mereka harus ada akses masuk ke dalam hotel-hotel itu," ujarnya kepada ATJEHPOSTcom.

Setelah berunjuk rasa mereka juga longmarch menuju bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Di sana mahasiswa menggelar aksi teatrikal berupa pocong, kuntilanak dan berbagai makhluk halus lainnya.

"Kami berharap dengan adanya demo ini, pemerintah dapat mengatasi syariat Islam secara adil, sama rata. Dalam artian syariat Islam harus ditegakkan secara tegas,” katanya.

Mereka juga mendesak serta meminta pemerintah dan dinas terkait untuk segera menuntaskan persoalan pelanggaran syariat Islam tanpa harus pilih-pilih, segera menutup tempat-tempat yang dianggap melanggar syariat Islam, dan menegakkan syariat Islam secara kaffah.

Hukum Islam

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Islam adalah salah satu agama yang dianut oleh masyarakat dunia saat ini dan termasuk di antara agama-agama besar di dunia, jumlahnya tak kurang dari ¼ penduduk dunia saat ini 6,8 Milyar. Sedangkan di Indonesia menjadi agama yang dianut oleh mayoritas penduduk, lebih dari 85% jumlah penduduk.

Fakta ini tidak terlepas dari sejarah masuk dan berkembangnya berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia sejak berdirinya negara Nusantara I Sriwijaya, negara Nusantara II Majapahit, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru, masa reformasi, dan hingga saat ini.

Boleh dikatakan penyebaran Islam di Indonesia hampir sebagian besar merupakan andil dan peran para pedagang. Mereka yang berstatus sebagai pedagang itu ada yang dianggap sebagi wali (Wali Sanga) oleh masyarakat di Pulau Jawa. Dalam menjalankan misinya mendakwahkan Islam, tak jarang para wali menerapkan strategi dakwah melalui unsur-unsur budaya masyarakat tempatan.

Ini dapat dilihat dari seni yang merupakan akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya Jawa, misalnya wayang, penggunaan bedug, seni arsitektur masjid, perayaan keagamaan, dan sebagainya.

Perkembangan terbentuknya negara Indonesia dan tatanan kenegaraanya itu, jika dilihat dari sisi pengaturan kehidupan beragama warga negaranya, Indonesia dikatakan bukan sebagai negara agama (teokrasi) dan bukan pula negara sekuler oleh Gus Dur dikatakan sebagai “negara yang bukan-bukan”.

Indonesia dikatakan bukan sebagai negara agama (teokrasi) yang berdasar penyelenggaraan negara pada agama tertentu saja, karena negara tidak campur tangan terhadap tata cara pengamalan, ritual masing-masing agama. Yang diatur adalah administrasi setiap agama yang ada di Indonesia sehingga dalam menjalankan kegiatan agama dan keagamaan tidak berbenturan dan mengganggu agama lain.

Di sinilah pentingnya menjaga dan membangun Kerukunan Umat Beragama sebagai salah satu tugas Negara untuk melindungi setiap warganya dalam memeluk agama dan beribadat menurut kepercayaannya. Indonesia juga bukan negara sekuler apalagi negara atheis, karena negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa seperti tercantum dalam Sila Pertama Pancasila dan pasal 29 UUD 1945 ini, tidak membenarkan warga negaranya hidup tanpa memeluk agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam konstelasi sistem hukum dunia atau sistem hukum utama (major legal system), hukum Islam (Islamic Law) diakui dalam masyarakat Internasional di antara hukum hukum lainnya seperti Hukum Sipil (Civil Law), Hukum Kebiasan Umum (Common Law), Hukum Sosilis (Socialist Law), Sub-Saharan Africa, dan Far East.

Hukum Syar’i, dalam banyak istilah disebut hukum syara’ atau hukum syari’at atau hukum syari’ah, dan oleh dalam masyarakat Indonesia lebih dikenal sebagai Hukum Islam adalah salah satu sub sistem hukum yang berlaku di negara Indonesia dan menjadi unsur yang membentuk (sumber bahan hukum) sistem hukum nasional Indonesia. Disamping itu ada dua sub sistem hukum lagi sebagai sumber bahan hukum yaitu hukum barat dan hukum adat.

Secara lughawi (etimologis) syari’at berarti jalan ke tempat pengairan atau jalan yang sesungguhnya harus dituruti. Syari’at juga berarti tempat yang akan dilalui untuk mengambil air di sungai. Maka dapat ditegaskan di sini syari’at adalah segala aturan Allah yang berkaitan dengan amalan manusia yang harus dipatuhi oleh manusia itu sendiri. Sedangkan segala hukum atau aturan-aturan yang berasal atau dibangsakan kepada syari’at tersebut disebut hukum syar’i.

Sedangkan syari’at/syari’ah dalam pengertian terminologis adalah seperangkat norma ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya.

Di dalam ajaran Islam sendiri tidak dikenal istilah hukum Islam (hanya merupakan istilah khas di Indonesia). Dalam Alquran dan Sunnah istilah hukum islam (al-hukm al-islam) tidak ditemukan. Namun yang lazim digunakan adalah kata hukum syar’i, hukum syara’, syari’at islam, yang kemudian dalam penjabarannya disebut istilah fiqh, artinya adalah menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakan sesuatu dari padanya (secara terminologis).

Para ulama fiqh/ushul fiqh kemudian menetapkan defenisi hukum Islam (selanjutnya pemakalah sebut hukum syar’i) antara lain sebagai berikut :

- Dikemukakan oleh Al-Baidhawi sebagai berikut: “Firman Allah yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf, baik berupa tuntutan, pilihan, maupun bersifat wadh’i”. – Dikemukakan oleh Muhammad Abu Zahrah: “Firman (titah) Allah yang berhubungan dengan perbuatan orang mukallaf yang bersifat memerintahkan terwujudnya kemaslahatan dan mencegah terjadinya kejahatan, baik titah itu mengandung tuntutan (peruntah dan larangan) atau semata-mata meneragkan pilihan (kebolehan memilih) atau menjadikan sesuatu sebagai sebab, syarat, atau penghalang terhadap suatu hukum”.

Adapun syari’at dalam literatur hukum Islam, mempunyai tiga pengertian sebagai berikut:
a. Syaria’ah dalam arti hukum yang tidak dapat berubah sepanjang masa.
b. Syariah dalam pengertian hukum Islam/Hukum Syar’i, baik yang tidak berubah sepanjang masa maupun yang dapat berubah sesuai perkembangan zaman.
c. Syari’ah dalam pengertian hukum yang terjadi berdasarkan istinbath dari Alquran dan Hadits (fiqh), yaitu hukum yang diinterpretasikan oleh para sahabat Nabi saw, hasil ijtihad dari para mujtahid dan hukum-hukum yang dihasilkan oleh ahli hukum Islam melalui metode qiyas dan metode ijtihad lainnya.

Dengan demikian hukum syar’i adalah hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia mukallaf dalam bidang fiqh Islam (syari’ah), bukan hukum berkaitan dengan akidah dan akhlak. Karena syari’ah Islam secara luas meliputi meliputi aqidah/iman/sistem keyakinan, syari’ah/islam/sistem hukum, dan akhlak/ihsan/sistem moral.

Pada dimensi lain penyebutan hukum syar’i selalu dihubungkan dengan legalitas formal suatu negara, baik yang sudah terdapat dalam kitab-kitab fiqh maupun yang belum. Jika demikian, hukum syar’i bukan lagi sebagai hukum Islam in absracto (pada tataran fatwa atau doktrin) melainkan sudah menjadi hukum Islam in concreto (pada tataran aplikasi dan pembumian).

Sebab secara formal sudah dinyatakan berlaku sebagai hukum positif, yaitu hukum yang mengikat dalam suatu negara. Misalnya di Indonesia Hukum Syara’ diterapkan dalam Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Zakat dan Wakaf, dan sebagainya.

Kata yang sangat dekat hubungannya dengan perkataan syari’at adalah syara’ dan syar’i yang diterjemahkan dengan agama. Oleh karena itu jika berbicara tentang hukum syara’ yang dimaksud adalah hukum agama yaitu hukum yang ditetapkan oleh Allah dan dijelaskan oleh rasulNya, yakni hukum syari’at, kendatipun kadang-kadang isinya hukum fiqih.

Dari perkataan syari’at kemudian lahir perkataan tasyri’, artinya pembuatan peraturan perundang-undangan yang bersumber dari wahyu dan sunnah yang disebut tasyri’ samawi, dan peraturan yang bersumber dari pemikiran manusia yang disebut tasyri’ wadh’i.

Perbedaan Ulama dalam Menentukan Hukum Syar’i

Bila diperhatikan berbagai definisi yang dikemukakan oleh berbagai ulama tentang kriteria penetapan sesuatu sebagai hukum syar’i, maka dapat dikatakan:

1. Menurut ulama ushul fiqh, bahwa nash/teks dari pembuat syara’ (Allah dan RasulNya) itulah yang dikatakan hukum syar’i. Lihat Q. S. Al-Baqarah (2): 10, واقيموا الصلاة (Dirikanlah sholat). Jadi perkataa aqiimussholah itulah yang menjadu hukum syar’i.

2. Sedangkan menurut ulama Fiqh, bukan nash itu yang dimaksud dengan hukum syar’i, malainkan efek dari kandungan perkataan aqiimusshlolah itulah yang mengakibatkan terjadinya hukum syar’i.

Jadi ulama ushul fiqh mengatakan bahwa firman (perintah wajib sholat) itulah yang dikatakan hukum syar’i, berbeda dengan ahli fiqh yang mengatakan bahwa wajib sholatlah yang yang dikatakan hukum syar’i.

Hukum syar’i/syara’ yang di Indonesia lebih sering dipakai istilah hukum Islam adalah kata yang tidak dikenal dalam ajaran Islam sendiri, tetapi istilah yang dipakai adalah hukum syar’i, hukum syara’, hukum syari’at, hukum syari’ah, syari’at Islam, atau fiqh (Islam).

Kalau berbicara tentang hukum Islam di Indonesia, maka yang dimaksud adalah bagaimana hukum yang berlandaskan hukum syar’i itu diterapkan terhadap peristiwa-peristiwa hukum yang terjadi pada kaum muslimin.

Berbagai pendapat ulama dalam mendefinisikan hukum syar’i pada prinsipnya sependapat bahwa ia (hukum syar’i) adalah perintah Allah swt terhadap manusia dalam menjalankan kehidupannya, yang berisi aturan/pedoman dalam berhubungan dengan Allah swt, sesama manusia dan makhluk lainnya. Sumbernya berasal dari Alquran dan Alhadits serta ijtihad para ulama, dan biasanya hanya mencakup masalah fiqhiyyah/ibadah, bukan aqidah dan akhlak.

Mendekatkan Diri Kepada Nya

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Mendekatlah kepada Allah Ta'ala dan Bertaubat kepada-Nya ahmat Allah Ta'ala sangatlah luas..

وَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:

 مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شِبْرًا تَقَرَّبَ إِلَيْهِ ذِرَاعًا , وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللَّهِ ذِرَاعًا تَقَرَّبَ إِلَيْهِ بَاعًا, وَمَنْ أَقْبَلَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَاشِيًا أَقْبَلَ اللَّهُ إِلَيْهِ مُهَرْوِلًا , وَاللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ وَاللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ  .

Dari Abu Dzar Al-Ghifari Radhiallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa mendekat kepada Allah sejengkal, Allah mendekat kepadanya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada Allah sehasta, Dia mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa menghadap Allah sambil berjalan, Allah menghadap kepadanya sambil berlari kecil. Dan Allah lebih tinggi dan lebih mulia, Allah lebih tinggi dan lebih mulia.”(Diriwayatkan Ahmad)

Mengenal Sang Pencipta adalah sesuatu yang teramat sangat penting bagi setiap manusia yang beragama, akan tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sering juga tidak mau dipahami oleh sebagian manusia beragama karena takut akan sesuatu. sering sekali saya berpikir bahwa beribadah saja cukup untuk menunjukkan pengenalan terhadap pencipta. Bahkan sering sekali saya berpendapat bahwa menyibukkan diri dengan aktivitas keagamaan sudah cukup untuk menunjukkan ketaatan kepada Sang Pencipta.

Mengenal Sang Pencipta adalah merupakan langkah awal sebelum kita memahami rahasia - rahasia-Nya. akan tetapi sering sekali seseorang ragu dan bahkan takut untuk melakukannya.
Mempertanyakan keberadaan-Nya dan menanyakan segala sesuatu tentang Dia menjadi sangatlah tabu bagi setiap orang meskipun tidak semuanya dan sering dianggap menjadi suatu tindakan yang dapat menjadikan seseorang pada sikap tidak percaya sama Tuhan. Bahkan ada yang bilang “jangan terlalu belajar tentang Tuhan nanti jadi sesat”.

Mengenal Sang Pencipta akan menyingkapkan rahasia Ilahi. Mengenal Sang Pencipta membuat kita bisa menghargai perbedaan. Mengenal Sang Pencipta membuat kita semakin sadar tentang keberadaan kita. Mengenal Sang Pencipta semakin yakin tentang keberadaanNya.

Kenalilah Sang Pencipta dengan kerendahan hati dan hati yang tulus maka Dia akan berkenan ditemui, mendekatlah kepada Nya maka Dia akan mendekat sebagaimana Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam :


Wallahu A'lam

Kami Mudahkan Al Quran Untuk Pelajaran

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" Al A'raaf : 179
Sebodoh - bodohnya keledai dia tidak mau terperosok kedalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Binatang yang paling bodoh seperti keledai saja bisa bersikap seperti itu, kalau ada seorang manusia apalagi dia seorang Pemimpin, membiarkan bangsanya terperosok kedalam lobang penderitaan yang sama berkali-kali, itu sama artinya pemimpin tersebut lebih bodoh daripada Keledai.

sebetulnya hal tersebut tidak kita inginkan, kita ingin Pemimpin negeri ini bisa mengangkat Bangsa ini keluar dari lobang keterpurukan, makanya sebagai rakyat kita berdaya upaya mengingatkan dengan terus mengkritisi segala kesalahan yang dilakukan, dan membantu memberikan solusi, itulah bentuk kecintaan rakyat pada pemimpinnya. Tapi pemimpin memang tidaklah berdiri sendiri, Banyak pemimpin bisa terjatuh hanya karena menuruti keinginan para penjilatnya, tanpa ia sadari orang-orang disekitarnya lebih banyak memikirkan kepentingannya sendiri dan rela menjerumuskan pemimpinnya.

Menutupi kebohongan dengan menciptakan kebohongan baru, bukanlah sebuah tindakan yang bijak dan terpuji. Tindakan seperti ini hanyalah tindakan seperti halnya menggali kubur sendiri. Pemimpin yang sering melakukan kebohongan hanya akan melahirkan Generasi pembohong sebagai pewarisnya. Dan hal ini akan terus berlanjut, sehingga menciptakan suatu kelompok generasi yang lebih bodoh dari Keledai.

Bangsa yang besar bukanlah diukur banyaknya jumlah penduduknya, atau luas negaranya. Tapi diukur dari seberapa hebat dia menghargai jasa-jasa pahlawannya. Begitu juga Pemimpin yang besar, bukanlah diukur dari besar bobot badannya. Tapi seberapa besar pemikirannya untuk Negara, dan pemikiran besar apa saja yang sudah dilakukannya.

Ketika mendengar kata ”keledai”, yang tergambar dalam benak kita adalah seekor binatang yang lamban, lemah, bahkan sering diidentikkan dengan binatang yang paling bodoh. Sepintas memang gambaran seperti itu tidak sepenuhnya salah. Jika diukur dari segi kecepatan, Keledai memang tak bisa disamakan dengan kuda , meski keduanya satu genus.

Ungkapan mengenai keledai, sebagaimana diungkapkan diatas bahwa keledai memang tak seagresif kuda. Jalannya lambat dan karena saking lambatnya bahkan kadang kita menganggap bahwa keledai adalah binatang yang tampak malas dan tak punya inisiatif. Ada peribahasa ”Seperti keledai.”Artinya: bodoh atau keras kepala. Ada lagi peribahasa ”Keledai hendak dijadikan kuda.” Artinya: orang bodoh hendak dipandang sebagai orang pandai. Dalam kedua peribahasa itu, keledai dipandang sebagai binatang bodoh. Tak heran, banyak orang tersinggung kala dijuluki dengan kata ”keledai”.

Dari penjelasan di atas, perihal pandangan-pandangan negatif terkait dengan binatang yang satu ini. apakah semua yang ada pada diri keledai adalah bernilai negatif...? Ternyata jawabannya adalah tidak semua hal tentang keledai itu adalah negatif. Janganlah pula kita lupa, masih ada peribahasa lainnya tentang keledai dan itu adalah sebuah pribahasa yang menggambarkan tentang sisi positif tentang keledai: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Peribahasa itu berarti sebodoh-bodohnya keledai, binatang itu toh belajar dari pengalaman.

Kegagalan atau kemalangan yang diterima oleh keledai mampu ia jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak terulang lagi dilain kesempatan di masa yang akan datang. Keledai belajar dari sejarah. Anehnya, manusia (’manusia yang berpikir’) yang katanya memiliki otak untuk berpikir justru terkadang masih suka mengulangi kesalahan yang sama. Belajar dari sebuah kesalah untuk akhirnya tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut adalah salah satu hal tersulit yang harus dihadapi dalam hidup.

Namun, nyatanya seekor binatang yang sudah diidentikkan sebagai binatang bodoh mampu mengungguli kita (manusia) dalam hal yang satu ini. Agaknya kita malu dan menjadi terpacu, keledai saja bisa mengapa kita yang diberikan kemampuan untuk berpikir tidak dapat melakukan hal yang sama atau mungkin lebih baik lagi dari apa yang dilakukan oleh keledai. Masihkah kita menyebut binatang yang satu ini dengan sebuatan binatang bodoh? Layaknya kita berkaca dulu pada diri sendiri.

Tak hanya itu, keledai ternyata masih memiliki kelebihan lainnya yang dapat kita petik hikmah darinya. Tidak ada yang memungkiri bahwa keledai merupakan binatang pekerja berat. Dia bukan pemalas, tetapi hanya tampak malas. Walaupun keledai adalah binatang yang lambat, tetapi ia adalah jenis binatang yang mampu menerima dan menahan beban apapun selama keempat kakinya masih mampu menahan beban yang dipikulnya. Dan semua tugas hampir selalu ia tuntaskan dengan baik. Sifat ini sangat berbeda dengan sifat saudara sejenisnya, kuda. Kuda ternyata sangat memilih-milih dalam bekerja. Ketika kuda tidak suka dengan suatu pekerjaan, maka kuda mungkin saja akan (terlihat) memberontak dan menolaknya.

Keledai jelas mempunyai ketahanan kerja tinggi. Andaikan kita mampu bersikap seperti keledai saat kita menghadapi segala tantangan serta beban hidup kita. Maka, tentu tidak akan ada orang-orang yang tidak memiliki masa depan. Hal itu karena setiap orang akan memiliki sikap kerja keras dan tidak mudah menyerah. Bayangkan, kekuatan seekor keledai dalam sehari ternyata setara dengan perjalanan sejauh 30 kilometer. Meski lambat, keledai konsisten memenuhi panggilannya. Dia tidak pernah mutung. Nah, laiknya hal-hal positif keledai ini mampu menjadi bahan renungan untuk kemudian mampu kita adaptasi dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai homo sapiens.

Sehingga jangan pernah kita menyerah atau merasa kalah atas apa yang sekarang ada pada diri kita, buktikan bahwa kita juga memiliki banyak segi positif pada diri kita. Manusia terkadang merasa rendah diri ketika menyadari kekurangan yang ada pada dirinya. Sehingga hal itu membuatnya menjadi sulit berkembang, ada baiknya kita tidak lagi meratapi hal-hal semacam itu. Ingatlah bahwa setiap orang pastinya memiliki potensi. Adalah orang-orang yang sukses apabila mereka berhasil menemukan potensi yang ada dalam dirinya, walaupun itu terjadi disaat yang sudah sangat terlambat atau diwaktu tidak tepat. Tidak ada satupun hal negatif yang tidak diiringi dengan sesuatu yang positif disekitanya. Percayalah pada kemampuan kita sendiri, potensi hanya bisa dimunculkan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras dan percaya pada diri sendiri, maka yang muncul hanyalah keputusasaan. Bersemangatlah untuk menemukan potensi diri. Ingatlah, bahkan keledai saja memiliki banyak potensi.

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Al Qamar : 15 - 17 - 22 - 32 - 40 - 51


Wallahu A'lam

Siapakah Yang Menyuruhmu Berjilbab ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada gemerlapnya dunia ? gemilaunya harta ? atau pada ketampanan seorang pria ? walaupun kau harus membuka hijabmu demi mendapat semua yang kau inginkan, maka kehinaan yang kau dapatkan !

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab ?

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada kemuliaan jiwa ? kepada keridhaan sang pencipta ? atau mulianya menjadi bidadari surga ? walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama, maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan !

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia! jika hijabmu harus terlepas karenanya

katakan TIDAK pada kemilaunya harta! jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu, adalah benteng kemuliaan dirimu

Bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-Nya dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah wajib untuk taat pada Allah Ta’ala karena Allah yang menciptakan kita Allah yang memberikan rizki pada kita Allah yang memberikan segalanya kepada kita Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab !

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS.al-Ahzab:59)

Umat Islam Bangga Dipimpin Artis

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Naas dan tragis itulah yang mungkin bisa kita lihat bagaimana kondisi umat islam khususnya ketika mereka lebih memilih artis untuk menjadi panutan mereka, lihatlah bagaimana para elit politik dengan partai yang mereka usung begitu gencar mencari artis untuk mereka jadikan sebagai pemimpin. 

Semua sudah terbalik ...? mereka yang dulunya menjadi tontonan kini menjadi panutan dan mereka yang mustinya menjadi panutan kini telah menjadi tontonan, dan tidak tanggung tanggung mereka bahkan tidak malu - malu untuk ditonton dan bangga dijadikan bulan - bulanan dan bahan tertawaan.

"Mereka yang tahu hukum yang haq menjadi bulan - bulanan sedangkan mereka yang bathil menjadi panutan, ironis dan tragis"

Fenomena artis sebagai calon anggota legislatif dari partai politik makin marak dalam dunia politik tanah air. Partai politik kini sedang menginventarisis menggaet artis-artis populer untuk menaikan suara. termasuk, yang dianggap mumpuni menjadi wakil rakyat, tak sekedar berlabel artis.

Partai politik yang merekrut calon legislatif yang berasal dari kalangan selebritis adalah partai gagal dan akan menjadi masalah yang lebih besar lagi jika kemudian seorang artis duduk sebagai anggota dewan masih bersikap seperti selebritis dan beberapa artis saat ini yang berada di DPR kurang berempati dengan rakyat.

Entah kenapa umat islam masih bangga dipimpin oleh kalangan artis.

Dari berbagai sumber

Umat Islam Belum Siap Perubahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Umat Islam punya calon presiden yang bisa diusung partai-partai Islam. "Itu sebabnya, jangan ragu dan takut menyuarakan bahwa umat Islam punya calon pemimpin sendiri," ujar Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (KB) Pelajar Islam Indonesia ( PII) Soetrisno Bachir saat menutup diskusi rutin KB PII di Jakarta, Kamis.

Diskusi yang mengangkat tema Partai Politik Islam menuju Pemilu 2014 ini, menghadirkan Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifudin, anggota Fraksi PKS Sohibul Iman, dan Sekjen KB PII Djayadi Hanan sebagai pembicara. Menurut Soetrisno, partai Islam tetap berpeluang memunculkan calon pemimpin sendiri dari tokoh-tokoh Islam.

"Masak tidak ada, kan banyak orang yang pintar dan berkualitas yang bisa kita usung," ujarnya. Jadi, menurut Soetrisno, jangan pernah ragu untuk memunculkan tokoh Islam sebagai calon presiden.

Sumber : kompas

Sebenarnya banyak sekali mutiara - mutiara umat islam yang bisa diangkat menjadi calon baik itu calon presiden , calon gubernur , calon bupati maupun calon legislatif akan tetapi  kembali kepada sistem yang ada dinegara kita dan pola pikir masyarakat indonesia itu sendiri yang kemungkinan agak terbalik.

Mutiara - mutiara itu sebenarnya mampu dan mereka tahu namun mereka enggan karena ada tanggung jawab , beban dan kewajiban yang besar, yang jika nantinya hal itu mereka dapatkan maka godaannya akan semakin besar dan pastinya akan ada dampak yang besar pula pada diri mereka dan masyarakat sekitar.

Umat Islam di Indonesia khususnya belum siap jika harus merubah total segala apa yang telah ada dan jika dipaksakan akan berakibat kurang baik, kecuali jika semua masyarakat indonesia ikhlas dan sepakat akan perubahan total dari bawah sampai atas.

Umat Manusia Satu Keluarga

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dizaman yang serba rancu dan membingungkan seperti saat ini , sebagian besar orang akan mengelompok dan atau membentuk kotak kotak manusia sesuai dengan status , trends , dan keinginan serta kepentingan dengan anggapan bahwa watak psikologis dan watak alamiah mereka berasal dari mereka sendiri, sebagaimana di indikasikan oleh warna kulit , suku , dan bahasa yang berbeda beda. sebagian lagi mungkin mungkin membuat pembagian menurut empat penjuru mata angin dengan menggambarkan bahwa setiap daerah akan memiliki sifat dan watak tertentu sesuai dengan alam dan hukum yang berbeda.

Hal inilah yang Insya Allah akan penulis bahas lebih banyak nantinya dalam catatan demi catatan yang berkesinambungan dengan tentunya akan sedikit banyak bersandar dan berdasar kepada Al Quran. Sudah menjadi pengetahuan dan keyakinan yang harus dipegang oleh setiap manusia bahwa asal muasal mereka adalah dari diri yang satu, dilihat dari segi agama manapun didunia ini memiliki keyakinan dan pengetahuan serta kefahaman bahwa kita semua umat manusia adalah satu keluarga.

Bagaimana kisah yang sebenarnya dan kenapa mereka hingga saat ini terbagi kedalam berbagai kelompok, masih terdapat berbagai perbedaan pendapat yang tidak jua memiliki titik temu karena masing - masing dari mereka memiliki hujjah yang membenarkan diri mereka sendiri.

Sebenarnya jikalau kita mau sadar diri dan mengakui bahwa tidak ada satupun manusia yang luput dari salah dan lupa, serta kemudian menyadari bahwa diri kita adalah satu keluarga maka pastinya perbedaan dan sengketa serta kedengkian akan sirna dan menjadi sesuatu yang indah dalam kebersamaan dan kasih sayang.

Pendapat yang menyatakan bahwa keselamatan hanya milik satu sekte dan atau golongan saja, adalah merupakan suatu keyakinan yang perlu lagi bagi kita untuk berpikir lebih dalam lagi dengan tidak tergesa - gesa untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan.

Memang ada salah satu hadits yang dianggap shahih oleh para ulama' terkait hal ini bahwasanya Umat Rasulullah Muhammad SAW akan terpecah menjadi beberapa golongan akan tetapi hanya ada satu golongan yang selamat sedang golongan yang lain akan binasa.

Dikabarkan juga oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwasanya ditengah umat beliau nantinya akan selalu ada sebagian orang yang sampai hari kiamat akan memiliki kebenaran dan tidak akan pernah bersepakat dalam kesalahan.

Tak diragukan dan tidak disangkal bahwa pertikaian baik antara agama maupun seagama adalah merupakan satu diantara sekian banyak tanggung jawab yang setiap manusia harus berusaha untuk mengakhirinya. oleh karena itu adalah sebuah kegembiraan yang besar, sekiranya nanti catatan demi catatan sederhana yang saya tulis ini dapat memberikan suatu penggugah jiwa yang dapat membangkitkan semangat kebersamaan generasi penerus bangsa yang akan berjuang demi untuk tegaknya kebersamaan dan kesatuan serta persatuan umat manusia.

Wallahu A'lam

Ustadz Belum Tentu Bersih Dosa : Uje

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Al Ustad yang acapkali nyentrik bergaya gaul Jeffry Al-Buchari atau yang biasa akrab disapa dengan "Uje", tidak sependapat jika kemudian dikalangan ustad mendapatkan penilaian dari masyarakat bersih dari segala dosa.

Uje sempat menuturkan hal tersebut disaat saat keberangkatannya umroh ke Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, dengan umroh seseorang akan mampu mengisi ulang (men-charge) kembali jiwa seorang anak manusia agar sering melakukan berbagai kebaikan.

"Orang yang modelnya kayak saya gini, banyak dosa, perlu me-recharge apa yang sudah dilakukan," kata Uje, 

"Kalau bicara tentang hati, jubah yang berlapis, dengan jidat hitam, dan berjenggot panjang, itu enggak menjadi jaminan. Mau jadi orang selamat, enggak harus jadi ustad. Siapa saja bisa terpeleset," tambahnya.

Mengenai makna umrah baginya, Uje menuturkan dirinya selalu rindu dengan Kabah. Menurutnya pergi ke tanah suci selalu memberikan pengalaman spiritual baru baginya.

"Yang dikangenin ya Kabah. Tanah suci selalu punya nilai yang luar biasa," tukasnya.

Uje : Bukan Tsunami Yang Harus Ditakuti

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Uje : "Takutlah pada Yang Menciptakan Gempa dan Tsunami"

Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah,SP menyatakan, Pemko Padang tetap komit dalam menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan taubat nashuha.

"Ini adalah menjawab isu bahwa Pemko tidak bekerja dan inilah konkritnya kita bekerja untuk menghilangkan trauma isu gempa. Dan kita menantang bagi siapa saja yang mengumbar pernyataan-pernyataan kajian tentang gempa 8,9 SR. Jangan diumbar di media," ujar Mahyeldi dihadapan ribuan masyarakat, pelajar SMU/SMK sekota Padang yang mengikuti tausiyah, zikir dan qunut nazillah di pelataran parkir Taman Budaya Padang, Sabtu (6/11).

Menurut Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP, selain menunjukkan bahwa Pemko Padang tetap aspiratif menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami, sekaligus pula mengajak warga Padang untuk taubatan nasuha, agar terhindar dari bala bencana.

Pemko dan Majelis Ulama (MUI) Kota Padang sengaja mengadakan iven tausiyah, zikir dan qunut nazhillah dengan mendatangkan Ustadz Jeffri Al Buchori, Muhammad Hayatuddin dan Buya Cecep Jambak untuk memperkuat iman dan menyakinkan masyarakat bahwa bencana itu adalah rahasia Allah SWT.

Memang harus diakui, kalau warga Kota Padang memang sudah amat trauma dengan isu akan datangnya gempa berkekuatan 8,9 SR, yang malah sampai tersebar melalui pesan singkat (SMS). "Mari duduk bersama kalau memang ada temuam ilmiahnya. Karena isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat," ucap Mahyeldi, menambahkan.

Pada tausyiah ini ustadz kondang dari Jakarta Ustadz Jeffri Al Buchori yang akrab dipanggil UJE, disebutkan, bahwa seharusnya masyarakat Kota Pdang bukan takut pada gempa dan tsunaminya. "Tapi takutlah pada yang menciptakan gempa dan tsunami itu. Yakni Allah SWT," kata UJ, si Ustad Gaul ini.

Lebih jauh UJE mengatakan, pada hakikatnya yang hidup akan mati dan bukan karena gempa dan tsunami tersebut. "Bagi orang yang beriman gempa dan tsunami itu merupakan ujian, sedangkan bagi yang nakal merupakan teguran. Dan yang nakal sekali ini merupakan azab atas perbuatannya. Hidup di dunia bukan untuk selama-lamanya. Mati hanya sebuah proses," tausiyah UJE, menyakinkan jamaah

Insya Allah Bisa Atasi Permasalahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika kehidupan yang penuh dengan konflik, persoalan-persoalan yang tak kunjung usai, keinganan-keinginan duniawi kita dan segala macam tantangan, bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu ayat-ayat dalam Al-Quran. Salah satu firman-Nya yang artinya “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S Ibrahim: 1).

Ujian bisa jadi sebagai sarana untuk meningkatkan iman kita atau sebagai penggugur dosa-dosa kita. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi. Terkadang dan atau seringkali ada teman-teman dan atau seseorang diantara kita yang mengeluh, bahwa mereka benar-benar merasa sudah tidak sanggup lagi menerima ujian-Nya karena begitu berat dan menyakitkan, untuk mereka yang demikian dan merasa tidak sanggup menerima ujian-Nya yang terasa berat dan menyakitkan, namun jauh dalam lubuk hati kita harus yakin bahwa Allah Subhanahu Wata'ala tidak pernah menyulitkan hamba-Nya dan tidak pernah membuat Hamba-Nya menderita, pasti ada maksud lain yang ingin Dia sampaikan dibalik ujian yang diberikan dan pasti ada hikmah yang tersembunyi yang kadang butuh waktu bagi kita untuk memahaminya.

Dan kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, Allah Subhanahu Wata'ala yang menciptakan kita, pasti sangat tahu keadaan kita dengan sangat rinci, jadi tidak akan pernah ada dalam kehidupan kita, beban persoalan yang lebih dari kekuatan dan atau kemampuan kita. Kita pasti sanggup menerima semua ujian yang diberikan-Nya, asalkan kita kuat iman dan sabar.
   Sebenarnya, tenang atau tidaknya, dan baik atau buruknya hidup kita, tergantung dari hati kita, seperti yang diungkapkan Rasulullah saw : “Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya; jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Memilih Pemimpin (Tanggung Jawab Dunia Akherat)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Satu diantara sekian banyak tanggung jawab dan atau perkara yang harus diperhatikan oleh setiap umat islam yang beriman serta meyakini akan setiap ayat - ayat Nya, meyakini akan Janji - Janji Nya , meyakini akan Kekuasaan Nya disamping beribadah dengan ketundukan dan kepatuhan , berbuat baik dan memerangi kejahatan , kezahilan dan penindasan adalah Memilih Pemimpin.

Siapapun orangnya pantas untuk menjadi pemimpin karena masing - masing dari kita adalah pemimpin, dalam tanggung jawab yang mengatur kedalam laki - laki adalah pemimpin bagi perempuan dalam Rumah Tangga (istri dan anak mereka) namun dalam tanggung jawab yang mengatur keluar, tentunya kita haruslah memilih mereka yang pantas dan patut serta layak untuk dijadikan pemimpin dengan tidak asal pilih.

Islam dengan Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya sejatinya telah memberikan aturan dan penjelasan yang terang tentang siapa dan bagaimana sosok pemimpin yang harus mereka pilih dan harus mereka jadikan patokan.

Terdapat kisah yang baik dan benar serta membawa sejuta hikmah didalam setiap kisah dan cerita dalam Al Quran, dimana pemimpin yang baik adalah mereka yang senantiasa memegang teguh setiap aturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh Nya yang pastinya akan membawa mereka kepada kebahagian di dunia dan akherat, sebaliknya pemimpin yang kurang baik adalah mereka yang tidak meyakini akan ayat - ayat Nya , mengingkari janji , berpaling dari aturan , sadis dan bengis yang pastinya akan membawa kesengsaraan dunia dan akherat.

Sebagaimana tertulis didalam kitab Nya

“Dengan kekuatan yang besar, timbul tanggung jawab yang besar pula.” - Paman Ben, Spiderman.

Dasar Dasar Akhlaqul Kariimah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ


jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah

    Dengan membaca A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ


dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

Tasawuf Dalam Islam

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang bertanya tentang salah satu aliran tasawuf yang kabarnya menganggap bahwa diri sendiri adalah Allah , dalam ajaran ilmu tasawuf sebenarnya sama seperti aliran yang lain yang juga sama dan tidak jauh berbeda dalam mengartikan "Siapa Allah...?".

Tidak dapat diingkari bahwa sampai sekarang ini tetap masih banyak manusia yang mencari keberadaan Tuhan , Siapa Tuhan dan Dimana Tuhan, yang dalam dimaksud dalam tulisan ini tentu saja Allah Subhanahu Wata'ala.

Sebenarnya Islam agama yang sederhana dan jelas serta mudah ajarannya yang bermakna penyerahan diri terhadap sang khaliq, dan Al quran  adalah sebagai pedoman dan atau peraturan hidup lahir dan batin yang berasal dari Allah SWT. Islam dengan ajaran tauhid dan syariat serta tuntunan akhlaknya menghidupkan jiwa-jiwa yang beku, menggugah hati yang layu dan membangkitkan naluri kebaikan pada diri seseorang. Islam bertujuan membina kehidupan masyarakat yang terbaik dimuka bumi. Kehidupan yang tidak mengenal benih-benih syirik, atheisme dan animisme, melainkan diliputi oleh iman dan tauhid serta ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut beberapa ulama' Tasawuf merupakan satu aspek ajaran dalam Islam yang merupakan jantung atau urat nadi pelaksana ajaran Islam. Tasawuf ini lah yang merupakan kunci kesemprnaan amaliyah ajaran Islam. Dalam sejarah perkembangannya, para ahli membagi tasawuf menjadi dua, yaitu tasawuf yang mengarah pada teori-teori perilaku dan tasawuf yang mengarah pada teori-teoriyang rumit dan memerlukan pemahaman mendalam pada perkembangannya, tasawuf yang berorientasi karena pertama sering disebut dengan tasawuf akhlaqi.

Ada yang menyebut tasawuf yang banyak dikembangkan oleh kaum salaf. Dimana dalam pencapaianya, menurut ajaran tasawuf ada tiga tingkatan yaitu : Takholi, Tahali, dan Tajali. Pembagian jenis tasawuf diatas didasarkan atas kecenderungan ajaran yang dikembangkan, yakni kecenderungan pada perilaku atau moral keagamaan dan kecenderungan pada pemikiran. Dua kecenderungan ini terus berkembang hingga mempunyai jalan sendiri-sendiri. Untuk melihat perkembangan tasawuf kearah yang berbeda ini, perlu ditinjau tentang gerak sejarah perkembangannya.

Menurut pendapat beberapa orang ada dua aliran dalam tasawuf.

Yang pertama, aliran tasawuf sunni, yaitu bentuk tasawuf yang memagari diri dengan al-Qur’an dan Al-Hadits secara kekal, serta mengaitkan ahwal (keadaan) dan maqommat (tingkat rohani) mereka pada dua sumber tersebut.

Kedua, aliran tasawuf falsafi, yaitu tasawuf yang bercampur dengan ajaran filsafat kompromi, dalam pemakaian trem-trem filsafat yang maknanya disesuaikan dengan tasawuf.

Pada hakekatnya ajaran Islam tidak terlalu rumit dan berbelit sehingga harus wah bisa ini dan itu, karena ajaran islam dijalan agar dapat mencapai keselamatan , ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan didunia dan diakhirat.

Iman adalah modal utama dalam kita mempelajari tasawuf, karena tanpa iman tidak mungkin kita akan menuju kepada Allah, perlu kita ketahui kehidupan dunia adalah sifatnya sementara, dan setelah kehidupan yang bersifat sementara itu kita akan mengalami kehidupan yang bersifat hakiki yaitu kehidupan akhirat.

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang diciptakan dalam keadaan sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain, tapi manusia juga sebagai makhluk yang lemah dan dengan kelemahan yang dimiliki manusia, manusia juga dapat berubah kapanpun dan menjadi apapun.

Manusia disamping dibekali dengan akal dan jiwa, manusia juga dibekalli nafsu yang dapat menjerumuskan manusia itu sendiri, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda yang pada intinya perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu. 

Sebenarnya dari Nafsu inilah kemudian penalaran itu dapat dibedakan apakah itu Haq atau Bathil, dimana hal tersebut sejatinya sudah dijelaskan didalam Al Quran yang In Sya Allah akan penulis uraikan satu persatu dalam catatan selanjutnya. 
Sebagai Referensi awal kepada ibu / mbak yang bertanya tentang kenapa  "diri sendiri disebut Allah" dalam ajaran tasawuf yang entah darimana ...? menurut yang penulis ketahui mungkin karena ayat dalam al quran yang dipotong dan diartikan terpisah seperti "Allah Itu Sedekat Urat Leher" karena pada lanjutan ayat tersebut dijelaskan bahwa maksud dari sedekat urat leher adalah Malaikat utusan Allah yang mencatat setiap pekerjaan manusia. hal ini juga didukung oleh beberapa ayat yang lain sebagaimana dijelaskan dalam surah Faathir ayat 1 : Allah mengutus para malaikat dan untuk mengurus berbagai macam urusan, termasuk mencatat amal setiap orang sebagaimana dijelaskan dalam surah Az Zuhruf , Qaaf , Ar Ra'd

Wallahu A'lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger