Catatan Terbaru :
Showing posts with label Pro dan Kontra. Show all posts
Showing posts with label Pro dan Kontra. Show all posts

Ringkasan Kisah Nabi Musa

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Nabi Musa dan Nabi Harun diutus Allah untuk memimpin kaum Israel ke jalan yang benar. Beliau merupakan anak Imran dan Yukabad binti Qahat, dan bersaudara dengan Nabi Harun, dilahirkan di Mesir pada pemerintahan Ramses Akbar sang Firaun.

Pada masa kelahiran Musa, Firaun membuat peraturan untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Tindakan itu diambil karena dia sudah terpengaruh oleh paranormal kerajaan yang menafsirkan mimpinya. Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, kecuali kaum Israel, sedangkan paranormalnya mengatakan kekuasaan Fir'aun akan jatuh ke tangan seorang laki-laki dari bangsa Israel. Karena cemas, dia memerintahkan setiap rumah digeledah dan jika menemukan bayi laki-laki, maka bayi itu harus dibunuh.

Yukabad melahirkan seorang bayi laki-laki (Musa), dan kelahiran itu dirahasiakan. Karena risau dengan keselamatan Musa, akhirnya Musa dihanyutkan ke Sungai Nil ketika berusia 3 bulan. Kemudian Musa ditemukan oleh Asiyah istri Firaun, yang sedang mandi dan kemudian membawanya ke istana. Melihat istrinya membawa seorang bayi laki-laki, Firaun ingin membunuh Musa. Istrinyapun berkata: "Jangan membunuh anak ini karena aku menyayanginya. Lebih baik kita mengasuhnya seperti anak kita sendiri karena aku tidak mempunyai anak." Dengan kata-kata dari istrinya tersebut, Firaun tidak sampai hati untuk membunuh Musa.

Kemudian istri Firaun mencari pengasuh, tetapi tidak seorang pun yang dapat menyusui Musa dengan baik, dia menangis dan tidak mau disusui. Selepas itu, ibunya sendiri mengajukan diri untuk mengasuh dan membesarkannya di istana Firaun. Diceritakan dalam Al-Quran: "Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya dia mengetahui janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."

Pada suatu hari, Firaun memangku Musa yang masih kanak-kanak, tetapi tiba-tiba janggutnya ditarik Musa hingga dia kesakitan, lalu berkata: "Wahai istriku, mungkin anak inilah yang akan menjatuhkan kekuasaanku." Istrinya berkata: "Sabarlah, dia masih anak-anak, belum berakal dan belum mengetahui apa pun." Sejak berusia tiga bulan hingga dewasa Musa tinggal di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberi keluarga Firaun. "Mu" berarti air dan "sa" adalah tempat penemuannya di tepi sungai Nil.

Musa mendapat julukan Kalimullah yang artinya orang yang diajak bicara oleh Allah. Bahkan tidak jarang dia berdialog dengan Allah, dialog antara seorang hamba yang sangat dekat dengan Sang Kekasih Yang Maha Pengasih. Namun, melihat julukan yang diberikan oleh Allah pada diri Musa, tampaknya Musa memang satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan itu.

Pada satu peristiwa Musa meninjau sekitar kota dan kemudian beliau melihat dua laki-laki sedang berkelahi, yang seorang dari kalangan Bani Israel bernama Samiri dan seorang lagi bangsa Mesir, bernama Fatun. Melihat perkelahian itu, Musa mau melerai mereka, tetapi ditepis Fatun. Tanpa sengaja Musa lalu mengayunkan satu batu ke atas Fatun, dan Fatun tersungkur kemudian meninggal dunia.

Ketika laki-laki itu meninggal dunia karena tindakannya, Musa memohon ampun kepada Allah seperti dinyatakan dalam al-Quran: "Musa berdoa: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiayai diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tetapi, tidak lama kemudian orang banyak mengetahui kematian Fatun disebabkan Musa dan berita itu disampaikan kepada pemimpin kanan Firaun. Akhirnya mereka akan menangkap Musa. Karena terdesak, Musa mengambil keputusan keluar dari Mesir. Beliau berjalan tanpa arah dan tujuan, akhirnya, beliau sampai di kota Madyan, yaitu kota Nabi Syu'aib di timur Semenanjung Sinai dan Teluk Aqabah di selatan Palestina.
Musa tinggal di rumah Nabi Syu’aib beberapa lama, kemudian menikah dengan anak gadisnya bernama Shafura. Selepas menjalani kehidupan suami istri di Madyan, Musa meminta izin Syu’aib untuk pulang ke Mesir. Dalam perjalanan itu, akhirnya Musa dan isterinya tiba di Bukit Sinai. Dari jauh, beliau melihat api, lalu terpikir ingin mendapatkannya untuk dijadikan obor penerang jalan. Musa meninggalkan istrinya sebentar untuk mendapatkan api itu. Sampai di tempat api menyala itu, beliau menemukan api menyala pada sebatang pohon, tetapi tidak membakar pohon tersebut. Ini membingungkannya dan ketika itu beliau mendengar suara wahyu daripada Tuhan: "....Wahai Musa sesungguhnya Aku Allah, yaitu Tuhan semesta alam."

Kemudian Allah berfirman lagi: "Dan lemparkan tongkatmu, kemudian tongkat itu menjadi ular, Musa mundur tanpa menoleh. Wahai Musa datanglah kepada-Ku, janganlah kamu takut, sungguh kamu termasuk orang yang aman." Tongkat menjadi ular dan tangan putih berseri-seri itu adalah dua mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Musa. 

Firaun cukup marah mengetahui kepulangan Musa yang mau membawa ajaran lain, sehingga Firaun memanggil semua ahli sihir untuk mengalahkan dua mukjizat Musa. Ahli sihir Firaun masing-masing mengeluarkan keajaiban, ada antara mereka melempar tali lalu menjadi ular. Namun, semua ular yang dibawa ahli sihir itu ditelan ular besar yang berasal dari tongkat Musa.

Firman Allah: "Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, pasti ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanya tipu daya tukang sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang."

Semua keajaiban ahli sihir itu dihancurkan Musa menggunakan dua mukjizat tersebut. Hal ini menyebabkan sebagian pengikut Firaun, termasuk istrinya mengikuti ajaran yang dibawa Musa. Hal ini membuat Firaun marah, sehingga menghukum mereka semua.

Nabi Musa bersama orang beriman terpaksa melarikan diri sehingga mereka sampai di Laut Merah. Namun, Firaun dan tentaranya yang sudah marah, mengejar mereka dari belakang, akhirnya Firaun dan pengukitnya (tentaranya) mati tenggelam di dasar Laut Merah.

Al-Quran menceritakan: "Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan."

Selepas keluar dari Mesir, Nabi Musa bersama sebagian pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina untuk mendapatkan kitab Allah. Namun, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa. Sewaktu bermunajat, Musa berkata: "Ya Tuhanku, nampakkanlah zat-Mu kepadaku supaya aku dapat melihatMu." Allah berfirman: "Engkau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi coba lihat bukit itu. Jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya seperti sediakala, maka niscaya engkau dapat melihatku." Musa terus memandang ke arah bukit yang dimaksudkan itu dan dengan tiba-tiba bukit itu hancur. Musa terperanjat dan gementar seluruh tubuhnya lalu pingsan.

Ketika sadar, Musa terus bertasbih dan memuji Allah, sambil berkata: "Maha besarlah Engkau ya Tuhan, ampuni aku dan terimalah taubatku dan aku akan menjadi orang pertama beriman kepadaMu." Sewaktu bermunajat, Allah menurunkan kepadanya kitab Taurat. Menurut ahli tafsir, kitab itu berbentuk kepingan batu atau kayu, namun padanya terperinci segala panduan ke jalan yang diredhai Allah.

Sebelum Musa pergi ke bukit itu, beliau berjanji kepada kaumnya tidak akan meninggalkan mereka lebih dari 30 hari. Tetapi Nabi Musa tertunda 10 hari, karena terpaksa mencukupkan 40 hari puasa. Bani Israel kecewa karena Musa tidak segera kembali kepada mereka. Ketiadaan Musa membuat mereka seolah-olah dalam kegelapan dan ada antara mereka berpikir keterlaluan dengan menyangka beliau tidak akan kembali lagi. Dalam keadaan tidak menentu itu, seorang ahli sihir dari kalangan mereka bernama Samiri mengambil kesempatan menyebarkan perbuatan syirik. Dia juga mengatakan Musa tersesat dalam mencari tuhan dan tidak akan kembali. Ketika itu juga, Samiri membuat sapi betina dari emas. Dia memasukkan segumpal tanah, dan patung itu dijadikan Samiri bersuara. Kemudian Samiri berseru: "Wahai kawan-kawanku, rupanya Musa sudah tidak ada lagi dan tidak ada gunanya kita menyembah Tuhan Musa itu. Sekarang, mari kita sembah anak sapi yang terbuat dari emas ini. Ia dapat bersuara dan inilah tuhan kita yang patut disembah."
Selepas itu, Musa kembali dan melihat kaumnya menyembah patung anak sapi. Beliau marah dengan tindakan Samiri. Firman Allah: "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: wahai kaumku, bukankah Tuhanmu menjanjikan kepada kamu suatu janji yang baik. Apakah sudah lama masa berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki supaya kemurkaan Tuhanmu menimpamu, karena itu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku."

Musa bertanya kepada Samiri, seperti diceritakan dalam al-Quran: "Berkata Musa; apakah yang mendorongmu berbuat demikian Samiri, Samiri menjawab: Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam tanah (bekas tapak Jibril) lalu aku masukkan dalam patung anak sapi itu. Demikianlah aku menuruti dorongan nafsuku."

Kemudian Musa berkata: "Pergilah kamu dan pengikutmu dariku, patung anak sapi itu akan aku bakar dan lemparkannya ke laut, sesungguhnya engkau akan mendapat siksa."

Ingin Tahu Lebih Banyak

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rasa Penasaran atau ingin tahu lebih tentang sesuatu adalah merupakan satu sisi dalam diri manusia yang pastinya dimiliki oleh seseorang, baik itu tentang sesuatu yang baru , lama ataupun sesuatu yang lama kemudian diperbarui / ada yang lebih menarik dari sesuatu yang lama tersebut.

Katakanlah ketika kita berbicara tentang hantu / ghost / pocong / kuntilanak / sundel bolong dan lain - lain bagi mereka yang tidak atau belum pernah melihat atau menyaksikan sendiri mungkin hal tersebut adalah merupakan cerita karangan / khayalan / imaginasi dan sebagainya , namun tidaklah demikian halnya bagi mereka yang telah atau sudah pernah melihat sesuatu yang demikian atau paling tidak mirip dengan sesuatu itu dalam bentuk yang lain. 

Pun demikian ketika kita berbicara tentang telepati , membaca pikiran , menanamkan suatu sugesti kepada orang lain, jarak dekat ataupun jarak jauh adalah sesuatu yang diluar nalar atau sesuatu yang tidak mungkin. karena mereka belum pernah mengalami , merasakan , dan atau melihat. 

Hal tersebut diatas dan berbagai hal misterius lainnya mungkin tidak menjadi persoalan bagi sebagian orang , pun hal tersebut bisa jadi adalah sebuah rekayasa yang dibenarkan bagi para pecinta khayalan , namun hal tersebut akan menjadi sesuatu yang membuat semakin dalam rasa penasaran bagi seseorang yang pernah mengalami atau merasakannya. 

Bagaimana bisa ....? dan bagaimana teorinya ? bagaimana caranya ? apa penyebabnya ? apa yang melatar belakanginya ? bagaimana kejadiannya ? dan berbagai macam pertanyaan yang mungkin muncul dibenak mereka yang pernah mengalaminya .

I want to know more ....................

Kewaskitaan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kewaskitaan (atau dalam Bahasa Perancis: "clairvoyance" clair yang berarti "jelas" dan voyance yang berarti "penglihatan") adalah kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang sesuatu secara langsung. Berbeda dengan telepati, clairvoyance, menerima informasi secara langsung dari objek atau kejadian, baik dimasa lalu, saat ini, atau masa depan. Jika telepati adalah pengetahuan atau komunikasi adanya pikiran seseorang.


Terdapat banyak bentuk clairvoyance yang dikenal masyarakat. Misalnya saja, ada orang yang selalu tahu siapa yang menelpon meskipun baru mendengar suara dering telepon. Bisa melihat apa isi rumah seseorang, padahal tidak pernah datang ke rumah orang tersebut. Bisa menemukan benda-benda yang hilang atau orang hilang. Bisa melihat benda-benda yang disembunyikan di balik pakaian, dan sebagainya.

Seseorang yang dikatakan memiliki kemampuan clairvoyance sering disebut sebagai peramal

Damai dan Tenang

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dalam beberapa hubungan, damai dapat menunjuk secara umum ke keadaan tenang - ketiadaan gangguan atau godaan.

Bagi orang yang sering bepergian ke daerah terpencil seringkali memperhatikan perbedaan antara tingkat kebisingan antara kota dan desa; oleh karena itu muncul istilah 'damai dan tenang'.

Damai dalam diri

Satu arti dari damai menunjuk ke damai dalam diri; sebuah keadaan pikiran, badan, dan jiwa, yang dikatakan terjadi di dalam diri kita. Orang yang melakukan eksperimen dengan damai dalam diri mengatakan bahwa rasa ini tidak tergantung oleh waktu, orang, atau tempat, menekankan bahwa setiap individu dapat mengalami ketenangan dalam diri di dalam suatu peperangan.
Apakah kekerasan diperlukan ?

Ada banyak pandangan yang menganggap apakah kekerasan dan perang dibutuhkan. Pengikut Jainisme, berusaha untuk tidak melakukan penderitaan bahkan kepada hewan dan pasifis seperti Anarkis Kristen melihat segala kekerasan sebagai penahanan-diri. Kelompok lainnya memiliki pendirian mereka sendiri yang bermacam-macam.

Penghargaan Nobel Perdamaian dianugerahkan setiap tahun untuk tokoh terkemuka, umumnya pencipta perdamaian dan visioner yang telah mengatasi lingkaran setan kekerasan, konflik, atau penindasan melalui kepemimpinan moralnya, namun yang menimbulkan kontroversi, banyak mantan penghasut perang yang dipercaya membawa dunia mendekati akhir keadaan tersebut melalui pemberian istimewa dalam mencoba mencapai perdamaian.

Perdamaian Dunia Tujuan Kitab Ini

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Konsep damai membawa konotasi yang positif; hampir tidak ada orang yang menentang perdamaian; Perdamaian dunia merupakan tujuan utama dari kemanusiaan. Beberapa kelompok, berpandangan berbeda tentang apakah damai itu, bagaimana mencapai kedamaian, dan apakah perdamaian benar-benar mungkin terjadi.

Damai memiliki banyak arti : arti kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat. Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi. 

Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di atas. Konsepsi damai setiap orang berbeda sesuai dengan budaya dan lingkungan. Orang dengan budaya berbeda kadang-kadang tidak setuju dengan arti dari kata tersebut, dan juga orang dalam suatu budaya tertentu.

Citra Islam Jadi Buruk

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Para aktivis  Nahdlatul Ulama memprotes sejumlah tayangan televisi yang mendiskreditkan paham keislaman Ahlu Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang marak belakangan ini. Sejumlah stasiun tv swasta, seperti Trans 7, misalnya menayangkan acara rutin bertajuk Khazanah yang berisi diskusi keagamaan. Namun materi tayangan tersebut cenderung mendiskreditkan amalan Aswaja Nahdliyin, seperti Shalawat Nariyah yang disebut sebagai shalawat sesat dan amalan lain yang dinilai bid’ah dan musyrik.

Khazanah adalah salah satu program tayangan berkonten Islami yang hadir setiap hari senin sampai jum’at jam 5.30 WIB di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, Trans 7. “Sekilas tayangan ini menarik karena berkonten Islami. Akan tetapi konten tayangan seperti itu memang tidak digarap dengan serius. Ada sedikit yang aneh dan bisa dibilang “lucu” bila kita cermati dan hal ini merupakan pembodohan bagi orang yang menontonnya,” ujar K.H Agus Sanyoto, seperti diulas Sarkub.com.

Ia mencontohkan, tayangan Khazanah pada Jumat (12/4) lalu, di mana  penyiar wanita yang membaca ilustrasi dalam tayangan KHAZANAH itu menjelaskan tentang macam-macam sholawat yang diamalkan oleh umat Islam. “Sang penyiar mengatakan bahwa beragam shalawat itu sejatinya merupakan bid’ah yang diliputi khurafat dan takhayul yang sesat karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah Saw,” paparnya.

Sang penyiar, juga  mengucapkan kalimah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan makraj dan tajwid yang tak fasih.  “Ia tak mampu baca sholawat, tapi mendalilkan bahwa sholawat yang dibaca dalam khasidah-khasidah apalagi dengan iringan rebana dan goyangan badan orang-orang yang bersholawat, adalah bid’ah dlolalah yang potensial musyrik, menurutnya,” paparnya.

Karenanya, menurut Agus, pihaknya menyerukan kepada umat Islam khususnya kepada kalangan Ahlussunnah wal-Jama’ah an-Nadhliyyah agar serentak tidak lagi menonton tayangan KHAZANAH di stasiun TRANS 7 karena televisi itu sudah menjadi alat Wahabi untuk mendakwahkan agamanya.

“Umat Islam perlu mewaspadai nilai-nilai keislaman termasuk pemutarbalikan sejarah Islam yang ditayangkan di stasiun televisi. Karena, kebenaran nilai-nilai keislaman yang ditayangkan di dalamnya tidak sesuai dengan sejarah Islam yang sebenarnya,” tandasnya.

Selain program Khazanah, sejumlah sinetron juga dinilai mendiskreditkan umat islam, seperti Ustadz Photocopy, Islam KTP dan sinetron tentang Haji Muhidin.

“Setelah Islam KTP yang menggambarkan si Madit sebagai haji yang kikir dan  suka menghina, citra Islam menjadi buruk. Kini ada sinetron SARA tentang Haji Muhidin yang akhlaknya tidak terpuji. Seolah-olah Islam mengajarkan begitu. Apa manfaat sinetron Ustadz Fotocopy? Saya lihat aneh, itu bukan karakteristik ustadz. Ustadz/guru agama tidak untuk becandaan,” tandas Eka Fitria Iskandar, Ketua Bidang Kajian Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Puteri (Kopri), Senin (15/4).

Ia juga mempertanyakan bagaimana reaksi KPI Pusat jika ada sinetron dengan cerita pendeta atau biksu yang jahat, antagonis dan bodoh.  Menurut Eka, ketika KPI bisa menghentikan program walisongo di Indosiar karena masyarakat Hindu Bali protes dengan karakter jahatnya dari orang hindu, maka KPI juga harus menegur Trans7 dan Ustadz Photocopy di SCTV. “Komisi Penyiaran Indonesia sangat cepat memproses protes dari kaum minoritas. Giliran ummat Islam di-down grade, lama bertindak. Paradigma tayangan SARA harus segera diganti, semoga KPI segera menindaklanjutinya,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPI, Idy Muzayyad mengaku telah menyampaikan teguran kepada televise terkait dan  meminta kepada lembaga penyiaran untuk tidak menayangkan isi siaran yang berisi serangan dan upaya menyalahkan suatu amalan dan pandangan keagamaan tertentu dalam Islam. “Media penyiaran tidak boleh mempertentangkan hal semacam itu di ruang publik media, apalagi melakukan penghakiman, karena dapat menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan,” ungkapnya.

Idy menjelaskan, dalam setiap agama dan keyakinan seringkali terdapat perbedaan pandangan yang bersifat khilafiyyah dan tidak bisa dipaksakan dan saling menyalahkan. Justru sebaliknya perlu ditekankan sikap saling menghormati dan memahami pandangan keagamaan masing-masing.

Apalagi Indonesia ini merupakan bangsa dengan kebhinekaan yang tinggi, sehingga penyeragamaan merupakan hal yang tidak mungkin. Begitupun dengan pandangan keagamaan Islam, yang terdapat perbedaan untuk hal-hal yang bersifat cabang (furu’iyah) bukan pokok (ushuliah). ”Misalnya detail tatacara peribadatan. Tahlil, ziarah kubur, shalawat, tawassul, maulid merupakan bagian dari amalan riil umat Islam Indonesia, khususnya warga NU, sebagai akulturasi kebudayaan yang dibolehkan,” imbuhnya.

KPI, kata Idy jauh-jauh hari sudah mengantisipasi hal demikian dengan memunculkan pasal terkait pandangan keagaman ini dalam pasal 7 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Stanar Program Siaran (P3SPS). Dalam pasal P3 disebutkan bahwa “Lembaga penyiaran tidak boleh menyajikan program yang merendahkan, mempertentangkan dan/atau melecehkan suku, agama, ras, dan antargolongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan sosial ekonomi”.

Sedang dalam  Standar Program Siaran (SPS) pasal 7 dinyatakan bahwa materi agama pada program siaran wajib memenuhi ketentuan “tidak berisi serangan, penghinaan dan/atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan antar atau dalam agama tertentu serta menghargai etika hubungan antarumat beragama”.

Dalam SPS poin berikutnya menyebutkan keharusan media penyiaran untuk “menyajikan muatan yang berisi perbedaan pandangan/paham dalam agama tertentu secara berhati-hati, berimbang, tidak berpihak, dengan narasumber yang berkompeten, dan dapat dipertanggungjawabkan”.

Menanggapi aduan masyarakat dan berdasarkan pemantauan terhadap program Khazanah Islam Trans7, maka KPI akan mengambil langkah sesuai dengan UU Penyiaran, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan. “Kita juga segera memanggil penanggung jawab program yang menayangkan siaran tersebut,” imbuh Idy.

Puluhan Tokoh-tokoh Perdamaian Dunia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Makassar - Puluhan tokoh-tokoh perdamaian dunia akan berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan untuk membahas isu global seperti konflik Rohingya Myanmar, konflik di Laut Cina Selatan serta potensi perang di Semenanjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam perdamaian dunia.

"Dasar dari pertemuan ini adalah adanya beberapa konflik yang masih belum terselesaikan serta potensi perang di Semenangjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam kestabilan kawasan serta perdamaian dunia," ujar Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI), Jusuf Kalla didampingi Ketua Penyelenggara Erwin Aksa dalam pers rilis di Jakarta, Rabu.

Bukan cuma itu, beberapa isu lainnya yang akan dibahas yakni perubahan iklim global yang sudah mencapai pada tahap mengkhawatirkan. Pemanasan global dan iklim yang tidak menentu, makin membayangi kehidupan bumi saat ini dan ke depan.

Di latar belakangi dua situasi global tersebut, puluhan tokoh perdamaian dari negara-negara di kawasan Asia Pasific, berencana menggelar konferensi perdamaian dunia. Bertajuk "Second General Assembly of the Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI)" yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 20 - 21 Mei 2013.

Mantan Wakil Presiden itu mengaku jika CAPDI adalah organisasi yang beranggotakan pemimpin negara dan mantan pemimpin negara, tokoh masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan akademisi terkemuka se-Asia Pacifik. Lebih dari 20 negara tergabung dalam CAPDI.

Konferensi kedua CAPDI mengambil tema "Mobilizing Governments, Political Parties and Civil Societies to Promote Peace and Reconciliation and to Fight Climate Change in Asia".

"Saat ini, CAPDI dipimpin oleh Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia. Jusuf Kalla menjabat Chairman CAPDI untuk kedua kalinya sejak Desember 2010. Jabatan Chairman CAPDI dipegang JK, saat masih menjabat Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 dan Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali," kata Erwin Aksa.

Beberapa tokoh dunia yang dijadwalkan hadir dalam konferensi kedua CAPDI tersebut diantaranya Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand), Jose de Venecia (Mantan Ketua DPR Filipina lima kali periode).

Datuk Seri Dr. Muhammad Najib bin Tun Razak (Perdana Menteri Malaysia), Xanana Gusmao (Perdana Menteri Timor Leste), Fidel Ramos (mantan Presiden Filipina) dan Samdech Techo Hun Sen (Perdana Menteri Kamboja).

Nama-nama lain yang akan hadir adalah Madame Yingluck Shinawatra (Perdana Menteri Thailand), Jejomar Binay (Wakil Presiden Filipina), dan Aung San Suu Kyi (Pemenang Nobel Perdamaian dan liga demokrasi Myanmar). Dari luar Asia, dijadwalkan hadir Martti Ahtisaari (mantan Presiden Finlandia), Jose Manuel Barroso (Presiden Uni Eropa), dan sejumlah nama lain.

Menurut Ketua Penyelenggara Erwin Aksa, konferensi kedua CAPDI diharapkan akan mampu mendorong partisipasi aktif tokoh-tokoh dan partai politik di negara-negara Asia Pasific dalam hal resolusi konflik dan memerangi perubahan iklim global.

"Konferensi CAPDI membawa pesan dan menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk memastikan perdamaian dalam jangka panjang, keamanan, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Erwin.

Makassar dipilih karena Indonesia dianggap banyak menginisiasi perdamaian. Penyelesaian konflik Aceh yang telah berlangsung puluhan tahun, dan sejumlah konflik lain termasuk konflik Rohingya, Myanmar, Perdamaian di Malino, dan lain-lain, menjadi patokan para tokoh negara lain dalam penyelesaian konflik. Selain itu, Indonesia banyak menjadi mediator penyelesaian konflik di negara-negara lain.

Erwin berharap dari konferensi kedua di Makassar bisa membawa hasil yang cukup signifikan bagi perdamaian, resolusi konflik, dan kampanye memerangi perubahan iklim global. Apalagi banyak tokoh penting akan hadir di sana.

Mencari Persamaan Bukan Perbedaan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Salam perkenalan dari saya untuk semua pembaca, saya terlebih dahulu mengucap syukur kepada Ilahi kerana diberi peluang oleh Allah Subhanahu Wataala untuk menyampaikan suara hati, opini, saran-saran saya, seorang rakyat Malaysia untuk tatapan saudara-mara saya di Indonesia, negara jiran kami.

Sebelum terlalu jauh, biarlah saya ceritakan mengenai hubungan peribadi saya dan betapa dekatnya perasaan saya dengan negara anda, Republik Indonesia. Saya mula menjejakkan kaki di bumi Indonesia pada 1992, iaitu 20 tahun yang lalu. Saat itu, saya baru berumur 21 tahun, mengelilingi separuh Sumatera dari Dumai-Pekanbaru-Bukittinggi-Padang-Sungai Penuh-Kerinci-Bengkulu-Palembang.

Pulang ke Malaysia, cerita saya mengenai kegembiraan menjejak kaki di Indonesia kepada teman-teman tidak habis-habis setelah berbulan-bulan. Setelah itu, saya juga sudah sering dan pernah ke Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Selain itu, pernah juga ke Medan dan Danau Toba bersama famili. Saya senang sekali dengan keindahan panorama di Indonesia, khususnya kawasan tanaman padi dan perkampungan di sana.

Mengesankan

Yang paling mengesankan buat saya ialah saat saya berada di Padang, Mukomuko dan Bengkulu untuk tugasan kerja berikutan gempa bumi di daerah itu pada 2007. Kejadian gempa pada waktu Magrib malam menyambut 1 Ramadan pada 21 September 2007 tidak mengorbankan banyak nyawa, hanya 23 orang, tetapi rumah-rumah dari jajaran Padang sehingga ke Bengkulu terutama yang di tepian pantai, habis ranap dan musnah.

Perjalanan dan tugas selama hampir 3 minggu pada bulan puasa di sana membuatkan saya benar-benar insaf akan kekuasaan Allah, dan ketabahan hati masyarakat yang ditimpa musibah itu. Dari tugasan itu, perusahaan saya di Kuala Lumpur dengan kerjasama sebuah bank terbesar di Malaysia, kami berjaya mengumpul hampir RM1.2 juta (Rp 3,8 miliiar) sumbangan atau derma daripada masyarakat Malaysia.

Hasilnya, kami menggunakan wang itu untuk membeli 11 ambulans dan sebuah lorry tanker air kepada 11 hospital di kabupaten dalam wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan. Saya sangat puas dapat membantu daerah yang sering terlibat gempa itu.

Terharu

Selain kunjungan ke tempat-tempat dilanda gempa itu, hati dan perasaan saya sangat terkesan dengan sambutan 2 pemerintah daerah (Pemda) dan 3 pemerintah kota (Pemko) di Sumatera Utara untuk rombongan Persatuan Halak Mandailing Malaysia pada 22 hingga 27 November 2012. Sambutan yang diberi masih segar di ingatan kami sampai detik ini, khususnya saya sebagai presiden organisasi itu. Kami tidak meminta disambut besar-besaran, tapi ternyata itulah yang kami terima. Sungguh mulia dan tulus ikhlas mereka di Pemda Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan serta Pemko Tanjungbalai, Asahan; Padang Sidimpuan; dan Medan.

Sebanyak 100 orang anggota rombongan yang merupakan rakyat Malaysia, warganegara yang sudah berketurunan hampir 200 tahun di Malaysia, sangat gembira menerima pelayanan yang sangat baik, ramah, mesra dan berkasih sayang dalam kunjungan silaturahim itu. Mereka pulang ke kampung mereka di Malaysia dengan 1001 cerita gembira dan keseronokan menjejakkan kaki ke bumi tanah leluhur mereka di Sumatera Utara.

Bersaudara

Sesungguhnya, kita ini sama ada yang lahir di Malaysia atau di Indonesia, asal sahaja dari suku Mandailing, Jawa, Bugis, Minang dan lain-lain dari rumpun yang sama, hakikatnya adalah bersaudara. Mungkin ramai yang tidak tahu bahawa walaupun majoriti masyarakat di Malaysia itu disebut sebagai Melayu dan di MyKad (KTP) ditulis Melayu, namun itu tidak bererti semuanya suku Melayu seperti Melayu Riau, Melayu Deli atau Melayu Pesisir di Indonesia.

Di Malaysia, suku-suku serumpun sama ada Mandailing, Jawa, Bugis, Minang, Banjar dan lain-lain yang berhijrah ke Tanah Melayu sejak 1800 atau sebelumnya, semua disebut secara rasmi sebagai Melayu. Makanya, sebab itu saya kuat mengatakan bahawa mahu tidak mahu, kita adalah bersaudara.

Yang membezakan kita hanyalah negara, kerana dulu iaitu lebih 200 tahun lalu tidak ada negara Malaysia atau Indonesia, kita telah dipisah-pisahkan oleh penjajah sama ada Belanda atau British. Jika tidak, boleh jadi mungkin kita kini dalam satu negara. Ya, boleh jadi, kan?

Di Malaysia, orang Mandailing berbangga dengan bahasa, budaya dan makanan tradisi suku itu, yang masih dipertahankan sehingga kini, begitu juga orang Jawa, Minang, Bugis dan lainnya. Jangan terkejut kalau datang ke Malaysia, terlalu banyak nama-nama kampungnya yang dibuka ratusan tahun lalu, sama dengan nama-nama tempat di Indonesia.

Sebetulnya, saya melihat bahawa kita memiliki terlalu banyak persamaan, yang mana kalau kita ambil persamaan itu sebagai kekuatan, kita di dua negara ini boleh menjadi negara sahabat, negara berjiran atau tetangga yang sangat kuat, akrab dan maju bersama. Saya sentiasa percaya, mencari persamaan itu lebih baik daripada memperbesarkan perbedaan.

Silaturahim

Banyak lagi cerita-cerita yang boleh dikongsi dengan para pembaca di Indonesia. Namun, saya memulakan kolom ini dengan cerita-cerita di atas, supaya kita memulakan era baru persahabatan dan memperkukuhkan hubungan yang sudah sedia terjalin antara kedua-dua negara. Sesungguhnya, kita saling bersaudara, saling memerlukan dan saling memiliki pengertian kepada betapa mustahak atau pentingnya silaturahim sesama kita.

Untuk menjalin silaturahim dengan masyarakat dan saudara-mara di Indonesia, tidak mungkin saya menukar status warganegara saya kepada warga Indonesia, kerana saya sememangnya rakyat atau warga Malaysia, lahir di Malaysia. Ayah dan ibu saya, datuk dan moyang saya juga lahir di Malaysia. Saya adalah generasi ke-4 di Malaysia. Anak-anak saya pula generasi ke-5. Tetapi menjadi rakyat Malaysia, tidak menghalang saya dan keluarga saya untuk meneruskan hubungan silaturahim dengan saudara-mara saya di Indonesia. Malah dalam kunjungan ke Sumatera Utara pada November lalu, isteri dan semua 8 anak saya juga ikut serta rombongan dengan harapan mereka berbangga menjadi orang Mandailing saat mereka menjejak kaki di sana.

Saya fikir dan saya percaya, majoriti masyarakat Malaysia dari suku serumpun berkongsi pandangan dengan saya. Hubungan silaturahim jika dijalin dan diperkuat, tidak terlalu mahal harganya. Tetapi jika silaturahim dilupakan, harganya terlalu mahal untuk memperbetulkannya nanti. Ketemu lagi. Salam silaturahim. Horas, horas, horas. 

Penulis adalah jurnalis senior Malaysia yang juga Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia dan tinggal di Kuala Lumpur.

Konflik Agama Di Indonesia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dimanapun tempatnya didunia ini konflik , Pertikaian , Peperangan dan atau Sengketa atas nama Agama selalu menjadi sorotan utama dan tidak akan pernah ada habisnya sampai hari kiamat, setiap kali Allah Subhanahu Wata'ala meredam hal tersebut kembali Pertikaian , Sengketa , Peperangan terjadi sebagaimana dijelaskan didalam Kitab Nya hal yang demikian adalah karena mereka lalai akan setiap ayat - ayat Nya. 

Di Indonesia khususnya Agama semestinya memegang peranan yang penting dalam rangka untuk menjaga kehidupan bermasyarakat sebagaimana hal ini dinyatakan didalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila bahwa warga negara Ber “KeTuhanan Yang Maha Esa” dengan tidak membeda - bedakan ajaran agama masing - masing dan saling menghormati kebebasan sebagaimana hal ini dijelaskan dalam kitab Nya. 

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa "tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya" dan "menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya". Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. 

Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. 

Agama merupakan panduan moralitas manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari untuk menemukan keserasian , keselarasan , kebersamaan , keselamatan dan keamanan, sebagaimana tujuan utama dari diturunkannya ajaran agama oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia melalui perantaraan para Nabi dan Rasul Nya.

Lantas Kenapa Konflik harus terjadi dan seolah tidak dapat dihentikan .......? mari kita buka kitab Nya.

Perselisihan Antar Manusia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Perselisihan dan atau konflik antar umat seagama , konflik antar umat beragama , konflik antar umat beragama dengan pemerintah , konflik antar suku , dan berbagai macam jenis perselisihan lainnya sejatinya telah sejak dahulu ada dan sebagaimana dijelaskan didalam kitab - kitab Nya hal tersebut adalah merupakan salah satu diantara sekian banyak ketetapan dari Nya. 

Berbagai peristiwa yang terjadi diberbagai belahan dunia akhir akhir ini baik Konflik Antara Agama Islam Dan Kristen , Konflik Antara Umat Beragama dengan Kebijakan Pemerintah , dan konflik lainnya sejak dahulu telah sudah ditulis dan ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata'ala bahkan sebelum langit dan bumi serta manusia diciptakan dan ditulis didalam sebuah kitab yang daripadanya para Nabi , Rasul , Orang Shaleh kemudian dapat belajar , mengerti , memahami , kemudian meyakini bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala Maha Kuasa atas tiap - tiap sesuatu.

Dalam pada itu kemudian hendaknyalah mereka orang - orang yang Beriman pada Allah Subhanahu Wata'ala kemudian belajar dan mengajarkan atau mengingatkan kepada orang lain perihal tentang kehidupan dunia dan isinya serta kejadian yang ada didalamnya adalah hanya sekedar senda gurau dan permainan serta sesuatu hal yang melalaikan.

Padahal sejatinya kehidupan kita saat ini hanyalah persinggahan sementara bagi setiap orang untuk kemudian mencari bekal dan atau menjalaninya dengan sebaik - baiknya agar supaya dapat kembali kehadirat Nya dengan tenang.

Berbagai konflik yang ada di belahan dunia saat ini , pun demikian konflik yang ada di indonesia hendaknyalah dijadikan sebagai suatu pelajaran bagi mereka yang kembali kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan Konflik antara umat beragama hendaknyalah segera dijadikan sebagai satu diantara sekian banyak masalah yang harus segera diselesaikan.

Tidak dapat dipungkiri sekarang ini dunia sedang berharap agar supaya perdamaian terjalin dan perpecahan yang terjadi karena berbagai masalah baik sosial , agama , budaya dan lainnya dapat diminimalisirkan, bahkan disudahi.

Larangan Memaki Sesembahan Agama Lain

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan" (QS Al An'am:108)

Allah Subhanahu Wata'ala melarang setiap hamba - hamba Nya mencerca, atau mencaci sesembahan orang lain yang mereka sembah selain dari Allah Ta'ala. Allah juga melarang kita memaksa orang lain agama untuk memeluk Islam meskipun dijelaskan didalam Al Quran bahwa Islam adalah agama yang benar karena kewajibaan kita hanyalah menyampaikan, mengingatkan ataupun memanggil manusia agar kembali kejalan yang benar akan tetapi bukan dengan paksaan, tapi dengan kerelaan. Sebab paksaan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik dan justru akan menyebabkan pertikaian yang tiada akhir.

Islam mengajak ummat lainnya supaya sama-sama kembali ketitik pertemuan, kalimah persamaan yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dan tidak mempersekutukannya dengan apapun juga. Allah berfirman yang bermaksud :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

"Katakanlah: "Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa Kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"." (Q.S.al_Imran:64)

Allah Subhanahu Wata'ala melarang kita menyakiti hati orang lain dengan tindakan-tindakan yang kasar, zalim, ataupun perbuatan tercela lainnya. Cobalah kita perhatikan kitab suci al-Quranul karim yang begitu memuliakan Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi-Nabi yang lainnya dan masing - masing diberi oleh Allah Subhanahu Wata'ala kelebihan dan sifat yang baik, hal ini mestilah pula dimiliki oleh semua pihak, jadi dengan sifat menghormati keyakinan orang lain, dan tidak menyakitkan hati pihak lain, Insya-Allah kerukunan Ummat menjadi kenyataan.

Semoga tidak ada lagi olok olok dan saling menjatuhkan serta membandingkan satu dengan yang lain, al qur'an tidak mengajarkan hal yang demikian, karena sebenarnya perintah Allah Subhanahu Wata'ala adalah untuk berlomba - lomba berbuat kebajikan dengan tidak membedakan dan membandingkan serta mengunggulkan Nabi dan Rasul yang satu dengan yang lainnya.

Wallahu A'lam

Apa Yang Ada Dilangit ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ 

"Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan juga para malaikat, sedang mereka malaikat tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka" surah An Nahl : 49 - 50


Kalau saja kita mau legowo dengan mengamati , mencermati , setiap apa yang ada dimuka bumi dan apa yang ada dilangit serta apa yang ada pada diri kita sendiri, tentulah kesemuanya tidak terlepas dari (ayat - ayat Allah) kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala. Tidak satupun terlepas dari ayat - ayat Allah Subhanahu Wata'ala (ketentuan Allah) Sunnah Allah dan kalaupun terlepas dari ayat yang satu maka sesuatu itu akan kembali masuk kedalam ayat yang lain (ketentuan yang lain) Ayat yang lain.

Sekali lagi berbicara tentang sesuatu yang ada dilangit dalam arti tidak berada dibumi tempat kita berada saat ini, Terdapat banyak sekali teori - teori yang telah disampaikan oleh para ahli Astronomi tentang langit , bintang , galaxi dan segala sesuatu yang menyangkut tentang hal tersebut pun termasuk Alien dan atau makhluk dari planet atau galaxy lain. 

Setelah sebelumnya dicatatkan tentang binatang melata di langit (Alien), yang jika Allah Subhanahu Wata'ala berkehendak maka kita akan dikumpulkan, ada satu lagi ayat yang menyatakan dan atau mendukung akan teori dimana dijelaskan bahwa kesemuanya yang ada dilangit bersujud kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Dalam catatan ini tidak akan dikupas atau dijelaskan lebih jauh tentang alien atau makhluk langit , karena admin hanya sekedar bertanya dan ingin mengetahui mungkin saja ada saudara yang telah sudah melihat atau mendapati bahkan menemukan dan bertemu dengan makhuk langit dan berbagi cerita serta pengalaman.

Semoga berkenan dan menambah wawasan bagi admin khususnya dan pembaca blog ini.


Giliran Ustadz Yusuf Bicara

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Giliran Ustadz Yusuf Bicara mengenai berbagai permasalahan yang ada, khususnya di indonesia dan berkaitan dengan fitrah manusia yang diharuskan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala saja serta sebisa mungkin menghindari penghambaan terhadap manusia yang lain.

Eyang Subur yang mendadak menjadi buah bibir turut menjadi perhatian beberapa kalangan ustadz termasuk ustadz yusuf mansur. 

Nama pria lanjut usia yang disebut-sebut sebagai dukun itu kian tenar seiring pengakuan yang meluncur dari artis Adi Bing Slamet, dan juga orang-orang yang mengaku pernah jadi pengikutnya. Sudah jadi cerita umum, sejak awal tahun 90-an, kediaman Subur di daerah Jakarta Barat, sering didatangi oleh tamu. 

Tamu dari berbagai latar belakang profesi, umumnya datang untuk meminta berkah dan kemudahan dalam urusannya. Hal ini dikemukakan oleh mantan asisten pribadi Subur yang bernama Ujang. 

Fakta tentang masih banyaknya orang yang meminta berkah dan rejeki dari manusia, bukan dari Tuhan, memunculkan keprihatinan. Salah satunya dari ustadz Yusuf Mansur. Menurut Ustadz Yusuf, orang-orang yang menghamba pada sesama manusia adalah dosa. Sebab, seharusnya seorang manusia meminta keberkahan kepada Tuhan. "Imannya goyang, karena mungkin tidak percaya sama Allah. Tidak percaya kalau Allah yang memberikan rejeki," ujarnya. 

Untuk menghindari hal ini, lanjut Ustadz Yusuf, setiap manusia harus menggunakan akal sehat, juga mempertebal keimanannya agar tak goyah dengan iming-iming duniawi. "Pertama, harus punya ilmu. Kedua, dia harus dekat sama orang yang satu frekuensi. Ketiga, jangan tinggalin ibadah yang wajib," tutupnya

Imam Mahdi Terus Bermunculan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Keyakinan akan tokoh yang satu ini memang banyak menuai kontroversi ada yang meyakini kebenarannya pun ada yang menolak kehadirannya , pun tidak sedikit mereka yang telah muncul dan mengaku sebagai beliau.

Keyakinan terhadap imam Mahdi as merupakan sebuah keyakinan yang kokoh dan mengakar di tengah-tengah kaum muslimin semenjak masa Rasulullah saw dan para imam maksum as.

Banyak sekali, ayat-ayat yang berkaitan dan ditakwil berkenaan dengan pembahasan Mahdawiyah, sebagaiamana tidak sedikit kabar-kabar gembira dari rasul saw, sabda imam Ali as dan para imam yang lain.
Dan kita mengetahui bahwa ayat-ayat dan riwayat-riwayat tersebut telah berbicara secara panjang lebar akan munculnya imam Mahdi as, dan secara blak-blakan menandaskan ketinggian posisi beliau, di mana tidak ada sosok lagi dalam agama Islam yang dari segi kemampuan dan kekuasaan terhadap seluruh penjuru dunia melebihi beliau dan hal-hal lain yang telah kita pahami dari kabar-berita rasul dan para imam dan al-Quran tentang beliau as.

Oleh karena itu masalah Mahdawiyah merupakan fakta dan hakikat di tengah-tengah kaum muslimin, sebuah fenomena ma’ruf dan populer di mata mereka, oleh karenanya saking banyaknya hadis yang dinukil berkenaan dengan hal tersebut, tidak ada seorangpun yang mau mengambil tindakan bodoh dan memberanikan diri untuk mengingkari permasalah Mahdawiyah di masa sekarang.

Beranjak dari hakikat dan kenyatan ini, telah muncul –disepanjang sejarah dan masa- beberapa oknum dan person-person yang dianggap sebagai Mahdi atau mereka yang membohongi diri dan orang lain dengan mengklaim diri sebagai Mahdi as, sejarawan telah menghitung jumlah mereka, sebuah jumlah yang tidak sedikit sekitar 50 orang yang terbelit masalah dan kasus ini. Dan perlu ditambahkan di sini sebagian dari mereka tidak memiliki garis keturunan yang jelas, dan juga tidak diketahui identitas dan sekte atau aliran yang dianut, sebagaian dari mereka memiliki kemahiran yang ganjil dan seperti orang kebanyakan, bertingkah layaknya orang yang kerasukan arwah atau jin, sebagian dari mereka pada awal-awal pengklaiman mereka telah dibasmi oleh sejarah beserta para penganutnya, dan diberangus dari lembaran sejarah dan tidak tersisa lagi. Sebagian lagi mati dan hanya tinggal nama dan kenangan belaka.

Di sini kita akan menyebutkan sebagaian dari mereka yang paling populer dalam sejarah akan klaiman mereka beserta penjelasan sekelumit akan kondisi mereka. Sebelumnya kita dapat membagi mereka itu ke dalam tiga katagori:

1. mereka yang dianggap sebagai Mahdi oleh orang lain.
2. mereka yang mengklaim diri sebagai Mahdi dengan motifasi cinta kedudukan dan posisi.
3. mereka yang mengkalim diri sebagai Mahdi akibat tekanan dan hasutan dari kalangan imperealis. 
 
Bagian pertama : telah muncul dalam sejarah, mereka yang dianggap sebagai Mahdi as, hal itu akibat klaiman para sahabat dan orang-orang sekitar. Tersebarlah pemikiran semacam ini di tengah-tengah masyarakat. Kita tidak tahu persis kenapa mereka juga berdiam dan tidak mengambil keputusan saat dirinya dianggap sebagai Mahdi?!

Para sahabat dan orang yang berada di sekitar mereka berusaha untuk menerapkan dan mencari-cari kesamaan tanda dan ciri yang tertera dalam hadis-hadis, kepada mereka yang dianggapnya sebagai Mahdi  akhir zaman.

Berikut ini contoh dari sebagian mereka  telah diriwayatkan dari Rasul saw bahwa "nama Mahdi sama dengan namaku",  maka para sahabat Muhktar bin Abi Ubaidah al-Tsaqafi, mereka menisbatkannya kepada Muhammad ibn Imam Ali as, yang lebih dikenal dengan Ibn Hanafiyah, dan menerapkan hadis tersebut kepadanya. Orang semacam ini lupa dan keliru bahwa tidak bisa kita menghukumi sesuatu dengan hanya melihat satu sisi saja dan tidak meliahat ssi atau aspek yang lain. Dalam hal ini cukuplah kita menukil ungkapan penyair yang mengatakan:

Katakan kepada dia yang mengklaim tahu akan filsafat kamu hafal sesuatu namun yang tidak engkau hafal sangatlah banyak sebagaimana terdapat dalam hadis-hadis yang dinukil dari Rasulullah saw yang bersabda bahwa:"sesungguhnya Mahdi dari anak cucu Husain, dia akan muncul dengan menghunus pedang dan dia adalah putra sabiyah- artinya  Musabiyah(putra seorang tawanan)".

Ketika Zaid bin Ali bin Husain as bangkit  para pengikut mengklaim bahwa dia adalah sang Mahdi karena dia cucu al-Husain dan dia bangkit dengan pedang dan putra seorang tawanan.

Para pengikut Zaid bin Ali lupa atau tidak mengetahui bahwa rasul bukan hanya mengatakan bahwa Mahdi adalah cucu Husain, dia bangkit dengan pedang dan putra seorang tawanan saja, tapi Rasulullah saw juga bersabda:"para imam setelahku adalah 12 orang, sembilan darinya adalah anak cucu Husain dan yang kesembilan dari mereka adalah Qaim as", sudah tidak perlu dijelaskan lagi bahwa Zaid bukanlah imam kesembilan yang berasal dari keturunan imam Husain as.

Akan tetapi para pengikut Zaid tetap mengklaim hal tersebut untuk mengharap perhatian dan tujuan-tujuan pribadi mereka. Dan saat Zaid terbunuh dan disalib bertahun-tahun lamanya, Hakam bin 'Iyasy –seorang penyair dinasti umawiyah-  menggubah sebuah syi'ir:

Kami telah salib Zaid di atas batang pohon kurma
dan kami tidak melihat sosok Mahdi yan tesalib di sana

Oleh karena itu, hendaknya dipahami apa yang dicelotehkan oleh pencaci ini bagaimana dia mengejek Zaid putra Ali putra al-Husain dan bagaimana dia mengolok-olok masalah Mahdiisme.

Dan akhirnya… terbentuklah sekte Zaidiyah dari sejak zaman tersebut sampai sekarang, yang banyak didapati di negeri Yaman. Dan patut disayangkan mereka terpisah dari mazhab syi'ah dan dari para imam suci, mereka telah mengikuti sebagaian aliran lain dalam fiqih, ushul dan furu'nya.

Kelompok ini tidak memiliki posisi yang terpandang dan baik di hadapan para imam ahlul bait as. Dan sepatutnya kelompok Zaidiyah ini kembali kepada induknya, dan berpegang teguh kepada para imam maksum yang telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk ditaati, seta kembali kepada mazhab Syi'ah yang sejati yang pernah mereka anut sebelumnya. setelah beberapa tahun revolusi dan kebangkitan Zaid bin Ali berlalu, kini tiba giliran Muhammad bin Abdillah –yang terkenal dengan Mahdh- putra al-Hasan al-Mutsanna putra imam Hasan al-Mujtaba as, para pengikutnya mulai menggunakan kesempatan dan moment emas, mereka mulai menisbahkan Mahdawiyah kepadanya, dan mencocok-cocokan hadis palsu yang konon diriwayatkan dari Rasulullah saw sendiri, yang mengatakan : "bahwa nama ayahnya sama dengan nama ayahku-maksudnya Abdullah.

Dan telah kita jelaskan sebelumnya, bahwa hadis ini-nama ayahnya sama dengan nama ayahku-bertentangan dengan ratusan riwayat yang lain yang menjelaskan ayahanda imam Mahdi as. Dan telah disebutkan bahwa ayah beliau adalah imam Hasan Askari as, hanya saja para oportunis ini dengan segala cara mau menerapkan hadis palsu tersebut kepada Muhammad bin Abdullah al-Mahdh, dan menggelarinya dengan Nafsu Zakiyah, dan dibaiat sebagian orang. Dan yang lebih menggelikan lagi sang ayahnyapun ikut-ikutan untuk membai'atnya.

Perlu ditambahkan di sini, salah satu dari orang yang berbai'at kepadanya adalah Mansur ad-dawaniqi al-Abbasi, setelah pemerintahan Abbasiyah terbentuk lenyaplah kemahdawiyahan Muhammad al-Mahdh, dan Mansur juga menarik bai'atnya!.

MUI Menyelidiki Ajaran Eyang Subur

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyelidiki adanya dugaan praktik ajaran sesat yang dilakukan Eyang Subur setelah menerima laporan dari publik. MUI akan membentuk tim untuk melakukan penelusuran.
"Kita bentuk tim, teliti dan diselidiki. Nanti (hasilnya) dilaporkan, kemudian dibahas di Komisi Fatwa MUI," kata Koordinator Ketua MUI Ma'ruf Amin di Kantor Presiden, Jakarta. Ma'ruf mengatakan, jika bukti yang dimiliki kuat adanya ajaran sesat, maka pihaknya akan mengeluarkan fatwa haram. Hanya saja, kata dia, ajaran Islam tidak membenarkan seorang pria memiliki istri lebih dari empat. "Pokoknya yang menyimpang kita teliti. Kalau diputus sesat, disuruh dia tobat nanti. Kalau soal lain terkait tindak pidana, ada penipuan, itu urusan polisi," pungkas dia.

Dalam beberapa pekan ini, nama Eyang Subur telah menjadi perhatian publik menyusul perseteruannya dengan aktor Adi Bing Slamet. Dalam sejumlah kesempatan, Adi kerap sesumbar bahwa mantan guru spiritualnya itu melakukan praktik penistaan agama, penipuan, dan pelecehan. Namun, Ramdan Alamsyah, pengacara pria asal Jombang, Jawa Timur, itu, membantah keras tudingan tersebut. Ia bahkan menantang Adi untuk membuktikannya di mata hukum.

Sementara Itu FPI membantah kalau mereka mendukung Eyang Subur

Ketua DPD FPI Jakarta Habib Selon membantah keras tudingan yang menyebut pihaknya justru balik mendukung Eyang Subur. Habib menegaskan pihaknya justru ada di jalur netral. "Kami dari FPI DKI tidak pernah mewakili siapa pun juga. Kami FPI tidak membela Eyang Subur. Inget itu," tegas Habib Selon saat ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta.

Dikatakan Habib, sejumlah pihak yang ikut hadir di acara Maulid Nabi yang dilakukan bersama Eyang Subur bukan mengatasnamakan FPI. Habib Selon juga mengancam akan memenjarakan pihak yang menyebutnya mendukung Subur. "Kalau ada pemberitaan yang menyatakan FPI hadir, dan mendukung Eyang Subur, kami kejar dan akan kami tuntut secara hukum dan jebloskan ke penjara," ujarnya.

Selama ini, pihaknya hanya menerima aduan dan menindaklanjutinya. Dalam hal ini, pihak Adi yang pertama mengadukan dan beberapa waktu lalu mengunjungi kediaman Subur. "Kalau ada yang mengadu kepada kami, kami bantu, kami cari, kami telusuri, nanti kami serahkan ke pihak yang berwajib," paparnya.

Sebelumnya, pihak Adi Bing Slamet meminta "bantuan" kepada pihak FPI agar menindaklanjuti dugaan perdukunan yang dilakukan mantan guru spiritulanya, Eyang Subur. Selain kepada FPI, Adi juga melaporkan hal tersebut kepada pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Islam Dan Kepatuhan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Islam Dibangun oleh dasar dan landasan Kepatuhan serta Ketaatan hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala semata. Kepatuhan Kepada Suara Kebenaran Hati Nurani yang didasarkan kepada Hukum Allah dan Rosul Nya Selain daripada itu adalah kepatuhan dan ketaatan kepada Thaqut.
 
Paradigma kepatuhan seluruh kehidupan umat Islam berfokus pada kepatuhan ketaqwaan kepada Allah. Sebuah sistem dan atau tata cara kehidupan yang telah diatur oleh sang pencipta dan diwahyukan kepada para rosul Nya. Seorang muslim adalah hamba Allah yang hidup untuk beribadah kepada Allah dengan artian bahwa seluruh aktivitas hidupnya ditujukan untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. baik dari sikap individu, pergaulan, pekerjaan, pengetahuan, seni hingga pemerintahan.

Sistem kehidupan dan bentuk pemerintahan umat Islam adalah khilafah, dimana pemimpin khilafah dan pemerintah tidak membuat peraturan untuk kehidupan manusia dengan nafsu mereka sendiri, tapi mereka mengikuti peraturan yang sudah dibuat Allah dalam kitab suci Al’quran petunjuk Nabi Muhammad dalam hadist dan ijtihad ulama.

Ini berbeda dari paradigma dan sistem pemerintahan yang populer saat ini, yaitu liberalisme dan fasisme. Liberalisme memperbolehkan warga negara beraktivitas secara bebas sedangkan fosisme mengikat warga negara dalam kebijakan yang dibuat oleh negara. Meskipun kedua ideologi ini sering bertikai, tapi keduanya memiliki kesamaan. Pandangan, yaitu pemerintah membuat peraturan bagi warga negara. Pemerintah membuat undang-undang berdasarkan paradigma mereka adalah makhluk yang bebas. Paradigma mereka adalah kebebasan. 

Sebuah kebebasan semu yang bahkan lebih keji dari aturan hidup binatang, kasih sayang kebebasan yang mereka agung-agungkan pada dasarnya adalah nafsu kebinatangan.Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran dari hati nurani mereka sendiri, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal Siapa Sang Pencipta. jika mereka benar - benar memiliki jiwa manusia pasti akan sedih melihat kondisi sekarang ini. 

Wallahu A'lam
 
Sumber : http://imranshare.blogspot.com/

Berhenti Menuntut Ilmu

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ketika membaca tulisan didalam gambar disamping sebagian bilang Ilmu Kok dituntut....? ada yang tertawa , ada yang bilang salah tafsir , dan berbagai macam pendapat lainnya. 

Biar bagaimanapun juga kesemuanya adalah benar dan insya Allah dibenarkan meskipun kurang benar karena ada yang lebih benar dan paling benar, yang kesemuanya kembali kepada letak sesuatu itu sendiri. 

Pemahaman akan Subjek , Predikat dan Objek serta keterangan setiap orang berbeda dan hasil dari pemikiriannya pun akan berbeda sehingga dari setiap kalimat yang muncul akan mendapatkan pengertian , pemahaman , serta pada akhirnya akan mengeluarkan satu kesimpulan yang berbeda yang pada dasarnya semua benar namun tidak lebih benar dan paling benar.

Maksud dan Tujuan 

Ketika kita membaca satu kalimat diatas dan kemudian mengartikan , memikirkan dan memahami dengan kemudian mengambil kesimpulan maka akan terdapat banyak tafsir yang hasilnya akan sedikit berbeda tergantung kepada siapa perawinya, seberapa panjang dan banyak nasabnya. 

Klasifikasi dari pernyataan dan atau kalimat diatas berdasarkan sudut pandang orang yang serius , bercanda , masa bodoh, dan sebagainya sedikit banyak ikut andil dalam rangka menarik sebuah kesimpulan yang akhirnya sedikit banyak akan memudarkan makna sesungguhnya dari sebuah pernyataan. 

Jika dilihat dan dicermati dengan teliti serta kemudian disimpulkan maka kesemua pendapat dan atau pernyataan akan kalimat diatas adalah benar adanya, baik itu pernyataan yang serius , bercanda maupun masa bodoh karena masing - masing orang memiliki , melihat dan menilai dari sudut pandang subjek , predikat dan objek yang berbeda sehingga dihasilkanlah keterangan yang berbeda pula. 

Wallahu A'lam

Bertakwa Kepada Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Keadilan adalah kata kunci dan pondasi utama yang harus dipegang oleh setiap manusia yang beriman dan keadilan pulalah yang kemudian ikut andil dalam menentukan selamat tidaknya manusia di muka bumi, karena yang dengan keadilan itulah Allah Subhanahu wata'ala menyelamatkan umat manusia dan tanpa adanya keadilan manusia pasti hancur dan menegakkan keadilan adalah tugas utama dan pokok setiap umat manusia baik terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakatnya.

Allah Subhanahu Wata'ala telah banyak mengingatkan manusia agar supaya tidak keluar dari setiap prinsip keadilan dan keluar dari prinsip keadilan adalah merupakan suatu kezhaliman. Sebaliknya istiqamah menegakkan keadilan adalah taqwa. sebagaimana Firman Nya, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah:8)

Menegakkan keadilan adalah kewajiban yang harus dijunjung tinggi oleh setiap umat manusia. Keadilan adalah merupakan risalah universal yang harus diperjuangkan oleh setiap manusia. Keadilan adalah satu-satunya jalan selamat menuju kebahagiaan hidup dan kedamaian. Seorang yang paham akan makna keadilan pasti beriman kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan kekafiran identik dengan kezhaliman. Allah berfirman, ”Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (Al-Kahfi:57)

Keadilan akan tegak dengan kerja nyata dan harus ada sinergi yang kompak antar hamba Allah yang bertekad menegakkan ajaran-Nya. Sinergi kolosal ini pasti membutuhkan pengorbanan. Sejarah mencatat bahwa tidak sedikit jiwa-jiwa suci para sahabat yang berguguran di medan pertempuran, melawan tirani dan kezhaliman.

Allah berfirman dalam Surat At-Taubah : 111 ”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” 

Akan terasa mendalam, bila kita renungkan bahwa setiap perjuangan menegakkan keadilan pasti butuh pengorbanan. Bahwa untuk mencapai syurga tidak mungkin dengan hanya mengkhayal, melainkan harus bergerak dengan penuh pengorbanan, baik harta maupun jiwa.

Ingatlah, bahwa sesungguhnya syetan tidak akan pernah beristirahat dalam upaya untuk menumbangkan prinsip keadilan dan kebenaran dan akan menggantu setiap umat manusia untuk menjadi pembangkang.

Wallahu a’lam bish shawab.

Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Aku bersaksi tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah


Adalah suatu kalimat penyaksian yang teramat sangat sempurna, tetapi apakah penyaksian itu sudah benar adanya ? Apakah kita sudah benar benar bersaksi langsung kepada Allah dan atau menyaksikan secara langsung akan keberadaan (tanda - tanda kekuasaan) Allah ? Jikalaulah belum kita menyaksikan secara langsung akan keberadaan Allah apakah hal tersebut bukan berarti kita telah sudah bersaksi palsu ?

Apakah Allah itu wujud dan benar adanya ? Dimanakah kebenaran Allah yang sebenarnya ? Apakah di dalam diri kita ataukah di luar diri kita ? Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah dan kenapa Allah turunkan Al-Qur'an kepada manusia ?

Berbagai pertanyaan ini tidak jarang membuat seseorang yang dalam pencarian bingung dan hilang pegangan karena kebenaran yang ada di antara kesemuanya baik Allah, manusia dan Al-Qur'an telah menjadi pudar.

Di mana kebenaran Allah berada dan dimana kebenaran manusia berada serta dimana kebenaran Al-Qur'an berada kesemuanya sudah mulai pudar dan akhirnya kalau semuanya sudah mulai pudar bagaimanakah kejadian alam semesta ini ? Karena masing-masing manusia berpegang pada kebenarannya sendiri-sendiri dengan mengaku kebenaran Allah berada di dalamnya. Padahal diri sendiri tidak tahu dimana dan bagaimana sebenarnya kebenaran Allah itu. Karena kalau seumpamanya sampai mereka mengetahui kebenaran Allah yang sebenarnya maka dunia ini tidak akan terjadi kekacauan dan tidak akan terjadi peperangan.

Apabila aqidah itu sudah ditanamkan pada suatu tempat yang paling tinggi di muka bumi ini maka akan tercapailah kedamaian dan apa yang kita cari selama ini.

Wahai....seluruh umat Islam di muka bumi ini, yang telah mengaku bersyahadah dengan kalimat Tauhid "Asyhadu an La ilaha ila Allah wa asyhadu ana Muhammad Rasulullah''

Kita buka diri kita agar mengerti siapa diri kita, kita buka Al-Qur'an agar mengerti apa dan siapa Al-Qur'an dan kita baca bersama agar kita menemukan kebenaran Allah yang hakiki bahwa yang benar adalah Allah bukanlah kita sebagai manusia.

Janganlah mengaku diri sendiri sudah mempunyai ilmu padahal sebenarnya adalah kosong karena tidak ada satu mahluk di dunia ini yang mempunyai ilmu selain dari pada Allah karena ilmu itu milik Allah dan manusia hanya sekedar diberi pengetahuan (bukan ilmu) agar mengerti dan mencari kebenaran manusia itu sendiri dan kebenaran Al-Qur'an dan kebenaran Allah dan yang terakhir adalah kebenaran dari pada Dzat-Nya.

"Barang Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya" dan barang siapa yang sudah mengenal Tuhannya berarti dia sudah bersyahadah (menyaksikan) LA ILAHA ILA ALLAH, dan barang siapa yang sudah bersyahadah berarti dia sudah Islam dan Allah akan mengatakan (bahwa) "Hari ini telah Ku sempurnakan nikmatmu dan Aku (Allah) ridho Islam-lah agamamu".

Tidak ada yang bisa berjalan di muka bumi ini tanpa dia mengerti dirinya dan tidak ada usaha yang maju atau sukses tanpa dia mengerti usahanya karena semuanya itu adalah atas dasar satu kehendak yaitu kehendak Allah dan bukanlah kehendak manusia.

Begitu pula suatu bangsa atau negara, apabila suatu bangsa atau negara itu mengerti akan hakekat berbangsa dan bernegara dan mengerti hakekat dari pada dirinya maka tidak akan mungkin terjadi perpecahan dan tidak akan muncul berbagai tragedi.

Di dunia dan alam semesta ini hanya ada satu kekuatan yaitu kekuatan Allah (Wa Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahad) dan segala apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak satu negara itu hancur, akan hancurlah negara itu dan begitu pula apabila Allah berkehendak dunia ini hancur akan hancurlah dunia.

Tetapi jika Allah berkehendak suatu bangsa itu maju maka akan majulah bangsa itu, dan semua ini adalah kehendak Allah dan Allah akan melihat dan memilih bangsa atau negara mana yang harus dihancurkan dan bangsa atau negara mana yang harus dibangkitkan dan siapa-siapa yang dekat dan mengenal akan Allah maka itulah yang akan diselamatkan oleh Allah.

Wallahu A'lam

Antara Kebaikan dan Kebatilan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kehidupan di dunia ini terdiri dari dua pilihan, yaitu kebaikan dan kebatilan.

Dunia kini dan selamanya tidak akan sunyi daripada dua aspek yang berlawanan dan berpasangan sepertimana kebenaran dan kebatilan. Memetik terjemahankalamullah daripada ayat ke-36, Surah Yasin, “Maha Suci Allah yang telah menciptakan segalanya berpasang-pasangan, baik yang ditumbuhkan dari bumi dan apa yang datang daripada diri mereka sendiri mahupun daripada apa yang tidak mereka ketahui.”

Berdiri di atas dasar yang sama oleh apa yang telah dipersetujui oleh sebahagian ahli falsafah Cina bahawa dunia tidak lari daripada dua unsur utama iaitu Yin (baik) dan Yang (jahat). Begitu juga dalam setiap tayangan layar perak pasti akan muncul di sana protagonis (watak baik) dan antagonis (watak jahat). Demikianlah percaturan daripada Yang Maha Bijaksana supaya pada setiap sesuatu itu adanya dua sifat yang berlawanan atau berpasangan.

Apa itu kebenaran dan apakah pula kebatilan? Secara bertulis Kamus Pelajar Edisi Kedua menyatakan kebenaran adalah sesuatu yang benar atau sesuatu yang sungguh-sungguh ada atau betul manakala kebatilan sepertimana yang dinukilkan Kamus Dewan Edisi Keempat pula adalah perihal tidak benar atau lawan pada kebenaran. Nah, kini jelas apa yang akan kita perkatakan.

Kebatilan tidak boleh selamanya tertegak dan ianya mesti ditentang habis-habisan. Sebagaimana istilah yang telah digunakan dalam satu masalah Feqah pada menceritakan perihal suami yang tidak menegur isterinya yang berbuat maksiat dikatakan dayus maka mereka yang tidak menentang kebatilan juga boleh digelar sedemikian rupa. Mereka yang mendiamkan kebatilan sahaja sudah dikira bacul atau dayus apatah lagi yang turut sama menyokongnya?

Menegak kebenaran dan menentang kebatilan adalah sunnah para Rasul yang terdahulu. Mereka telah berjuang bermati-matian menyampaikan ad-din yang benar pada umat. Walaupun dicemuh dan dihina mereka tetap teguh menyampaikan Islam demi melihat agama yang benar terus tersebar zaman-berzaman. Natijahnya kita di zaman ini mampu menikmati keindahan Islam.

Insan yang menegak kebenaran dan menentang kebatilan selalunya terkorban. Mereka rela dikorban demi kebenaran. Oleh kerana itulah tidak ramai yang sanggup memilih jalan tersebut. Sebagai contoh, antara penegak-penegak kebenaran selain para Nabi adalah para Khalifah yang empat. Mereka semua mati terbunuh. Salah seorang pendiri mazhab yang kita sama-sama dukungi mazhabnya iaitu Muhammad bin Idris As-Syafie atau lebih dikenali sebagai Imam As-Syafie ada pendapat yang mengatakan ia mati diracun oleh penyokong fanatik mazhab lain.

Salah seorang ilmuan besar zaman silam yang dikenali dengan gelaran Imam Fakhruddin ar-Razi. Seorang yang pakar dalam pelbagai disiplin ilmu merangkumi ilmu cabang agama dan dunia sekaligus. Melalui kepakarannya dalam Ilmu Kalam, beliau telah berjaya menarik ramai daripada kalangan pendukung fahaman sesat Mu’tazilah dan Karamiah kembali pada fahaman sejati Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Beliau juga telah dikatakan mati diracun oleh pendokong fahaman sesat Karamiah.

Contoh terdekat yang berlaku di negara kita satu masa dahulu pula ialah apa yang berlaku pada pejuang-pejuang kebenaran negara yang mewakili rakyat demi menuntut hak kemerdekaan negara. Mereka yang terdiri daripada Tok Janggut, Datuk Bahaman, Abdul Rahman Limbong, Mat Saleh dan ramai lagi adalah sebahagian daripada mereka yang sanggup berkorban dan terkorban demi kebenaran.

Akhir kata hayatilah kisah-kisah mereka yang terkorban demi kebenaran. Mereka semua adalah insan yang berani dan mulia. Berani terkorban demi kebenaran. Berani menentang demi kemenangan. Kebatilan tidak akan jatuh jika tidak ada persepakatan dalam menjatuhkannya. Marilah kita bersatu dalam menegakkan kebenaran. Sama-sama kita berpakat dalam meruntuhkan kebatilan. Mati itu pasti dan ianya hanya sekali. Sama ada mati dalam memperjuangkan kebenaran atau mati sebagai insan biasa. Pilihan di tangan kita sendiri.

Disediakan oleh

Setiausaha Agung
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger