Catatan Terbaru :
Showing posts with label Pemimpin. Show all posts
Showing posts with label Pemimpin. Show all posts

Puluhan Tokoh-tokoh Perdamaian Dunia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Makassar - Puluhan tokoh-tokoh perdamaian dunia akan berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan untuk membahas isu global seperti konflik Rohingya Myanmar, konflik di Laut Cina Selatan serta potensi perang di Semenanjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam perdamaian dunia.

"Dasar dari pertemuan ini adalah adanya beberapa konflik yang masih belum terselesaikan serta potensi perang di Semenangjung Korea yang kini terus memanas dan mengancam kestabilan kawasan serta perdamaian dunia," ujar Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI), Jusuf Kalla didampingi Ketua Penyelenggara Erwin Aksa dalam pers rilis di Jakarta, Rabu.

Bukan cuma itu, beberapa isu lainnya yang akan dibahas yakni perubahan iklim global yang sudah mencapai pada tahap mengkhawatirkan. Pemanasan global dan iklim yang tidak menentu, makin membayangi kehidupan bumi saat ini dan ke depan.

Di latar belakangi dua situasi global tersebut, puluhan tokoh perdamaian dari negara-negara di kawasan Asia Pasific, berencana menggelar konferensi perdamaian dunia. Bertajuk "Second General Assembly of the Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI)" yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 20 - 21 Mei 2013.

Mantan Wakil Presiden itu mengaku jika CAPDI adalah organisasi yang beranggotakan pemimpin negara dan mantan pemimpin negara, tokoh masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan akademisi terkemuka se-Asia Pacifik. Lebih dari 20 negara tergabung dalam CAPDI.

Konferensi kedua CAPDI mengambil tema "Mobilizing Governments, Political Parties and Civil Societies to Promote Peace and Reconciliation and to Fight Climate Change in Asia".

"Saat ini, CAPDI dipimpin oleh Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Indonesia. Jusuf Kalla menjabat Chairman CAPDI untuk kedua kalinya sejak Desember 2010. Jabatan Chairman CAPDI dipegang JK, saat masih menjabat Wakil Presiden Indonesia 2004-2009 dan Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali," kata Erwin Aksa.

Beberapa tokoh dunia yang dijadwalkan hadir dalam konferensi kedua CAPDI tersebut diantaranya Thaksin Shinawatra (mantan Perdana Menteri Thailand), Jose de Venecia (Mantan Ketua DPR Filipina lima kali periode).

Datuk Seri Dr. Muhammad Najib bin Tun Razak (Perdana Menteri Malaysia), Xanana Gusmao (Perdana Menteri Timor Leste), Fidel Ramos (mantan Presiden Filipina) dan Samdech Techo Hun Sen (Perdana Menteri Kamboja).

Nama-nama lain yang akan hadir adalah Madame Yingluck Shinawatra (Perdana Menteri Thailand), Jejomar Binay (Wakil Presiden Filipina), dan Aung San Suu Kyi (Pemenang Nobel Perdamaian dan liga demokrasi Myanmar). Dari luar Asia, dijadwalkan hadir Martti Ahtisaari (mantan Presiden Finlandia), Jose Manuel Barroso (Presiden Uni Eropa), dan sejumlah nama lain.

Menurut Ketua Penyelenggara Erwin Aksa, konferensi kedua CAPDI diharapkan akan mampu mendorong partisipasi aktif tokoh-tokoh dan partai politik di negara-negara Asia Pasific dalam hal resolusi konflik dan memerangi perubahan iklim global.

"Konferensi CAPDI membawa pesan dan menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk memastikan perdamaian dalam jangka panjang, keamanan, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Erwin.

Makassar dipilih karena Indonesia dianggap banyak menginisiasi perdamaian. Penyelesaian konflik Aceh yang telah berlangsung puluhan tahun, dan sejumlah konflik lain termasuk konflik Rohingya, Myanmar, Perdamaian di Malino, dan lain-lain, menjadi patokan para tokoh negara lain dalam penyelesaian konflik. Selain itu, Indonesia banyak menjadi mediator penyelesaian konflik di negara-negara lain.

Erwin berharap dari konferensi kedua di Makassar bisa membawa hasil yang cukup signifikan bagi perdamaian, resolusi konflik, dan kampanye memerangi perubahan iklim global. Apalagi banyak tokoh penting akan hadir di sana.

Konflik Agama Di Indonesia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dimanapun tempatnya didunia ini konflik , Pertikaian , Peperangan dan atau Sengketa atas nama Agama selalu menjadi sorotan utama dan tidak akan pernah ada habisnya sampai hari kiamat, setiap kali Allah Subhanahu Wata'ala meredam hal tersebut kembali Pertikaian , Sengketa , Peperangan terjadi sebagaimana dijelaskan didalam Kitab Nya hal yang demikian adalah karena mereka lalai akan setiap ayat - ayat Nya. 

Di Indonesia khususnya Agama semestinya memegang peranan yang penting dalam rangka untuk menjaga kehidupan bermasyarakat sebagaimana hal ini dinyatakan didalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila bahwa warga negara Ber “KeTuhanan Yang Maha Esa” dengan tidak membeda - bedakan ajaran agama masing - masing dan saling menghormati kebebasan sebagaimana hal ini dijelaskan dalam kitab Nya. 

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa "tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya" dan "menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya". Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. 

Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. 

Agama merupakan panduan moralitas manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari untuk menemukan keserasian , keselarasan , kebersamaan , keselamatan dan keamanan, sebagaimana tujuan utama dari diturunkannya ajaran agama oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia melalui perantaraan para Nabi dan Rasul Nya.

Lantas Kenapa Konflik harus terjadi dan seolah tidak dapat dihentikan .......? mari kita buka kitab Nya.

Perselisihan Antar Manusia

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Perselisihan dan atau konflik antar umat seagama , konflik antar umat beragama , konflik antar umat beragama dengan pemerintah , konflik antar suku , dan berbagai macam jenis perselisihan lainnya sejatinya telah sejak dahulu ada dan sebagaimana dijelaskan didalam kitab - kitab Nya hal tersebut adalah merupakan salah satu diantara sekian banyak ketetapan dari Nya. 

Berbagai peristiwa yang terjadi diberbagai belahan dunia akhir akhir ini baik Konflik Antara Agama Islam Dan Kristen , Konflik Antara Umat Beragama dengan Kebijakan Pemerintah , dan konflik lainnya sejak dahulu telah sudah ditulis dan ditentukan oleh Allah Subhanahu Wata'ala bahkan sebelum langit dan bumi serta manusia diciptakan dan ditulis didalam sebuah kitab yang daripadanya para Nabi , Rasul , Orang Shaleh kemudian dapat belajar , mengerti , memahami , kemudian meyakini bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala Maha Kuasa atas tiap - tiap sesuatu.

Dalam pada itu kemudian hendaknyalah mereka orang - orang yang Beriman pada Allah Subhanahu Wata'ala kemudian belajar dan mengajarkan atau mengingatkan kepada orang lain perihal tentang kehidupan dunia dan isinya serta kejadian yang ada didalamnya adalah hanya sekedar senda gurau dan permainan serta sesuatu hal yang melalaikan.

Padahal sejatinya kehidupan kita saat ini hanyalah persinggahan sementara bagi setiap orang untuk kemudian mencari bekal dan atau menjalaninya dengan sebaik - baiknya agar supaya dapat kembali kehadirat Nya dengan tenang.

Berbagai konflik yang ada di belahan dunia saat ini , pun demikian konflik yang ada di indonesia hendaknyalah dijadikan sebagai suatu pelajaran bagi mereka yang kembali kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan Konflik antara umat beragama hendaknyalah segera dijadikan sebagai satu diantara sekian banyak masalah yang harus segera diselesaikan.

Tidak dapat dipungkiri sekarang ini dunia sedang berharap agar supaya perdamaian terjalin dan perpecahan yang terjadi karena berbagai masalah baik sosial , agama , budaya dan lainnya dapat diminimalisirkan, bahkan disudahi.

Islam Dan Kepatuhan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Islam Dibangun oleh dasar dan landasan Kepatuhan serta Ketaatan hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala semata. Kepatuhan Kepada Suara Kebenaran Hati Nurani yang didasarkan kepada Hukum Allah dan Rosul Nya Selain daripada itu adalah kepatuhan dan ketaatan kepada Thaqut.
 
Paradigma kepatuhan seluruh kehidupan umat Islam berfokus pada kepatuhan ketaqwaan kepada Allah. Sebuah sistem dan atau tata cara kehidupan yang telah diatur oleh sang pencipta dan diwahyukan kepada para rosul Nya. Seorang muslim adalah hamba Allah yang hidup untuk beribadah kepada Allah dengan artian bahwa seluruh aktivitas hidupnya ditujukan untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. baik dari sikap individu, pergaulan, pekerjaan, pengetahuan, seni hingga pemerintahan.

Sistem kehidupan dan bentuk pemerintahan umat Islam adalah khilafah, dimana pemimpin khilafah dan pemerintah tidak membuat peraturan untuk kehidupan manusia dengan nafsu mereka sendiri, tapi mereka mengikuti peraturan yang sudah dibuat Allah dalam kitab suci Al’quran petunjuk Nabi Muhammad dalam hadist dan ijtihad ulama.

Ini berbeda dari paradigma dan sistem pemerintahan yang populer saat ini, yaitu liberalisme dan fasisme. Liberalisme memperbolehkan warga negara beraktivitas secara bebas sedangkan fosisme mengikat warga negara dalam kebijakan yang dibuat oleh negara. Meskipun kedua ideologi ini sering bertikai, tapi keduanya memiliki kesamaan. Pandangan, yaitu pemerintah membuat peraturan bagi warga negara. Pemerintah membuat undang-undang berdasarkan paradigma mereka adalah makhluk yang bebas. Paradigma mereka adalah kebebasan. 

Sebuah kebebasan semu yang bahkan lebih keji dari aturan hidup binatang, kasih sayang kebebasan yang mereka agung-agungkan pada dasarnya adalah nafsu kebinatangan.Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran dari hati nurani mereka sendiri, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal Siapa Sang Pencipta. jika mereka benar - benar memiliki jiwa manusia pasti akan sedih melihat kondisi sekarang ini. 

Wallahu A'lam
 
Sumber : http://imranshare.blogspot.com/

Kami Mudahkan Al Quran Untuk Pelajaran

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" Al A'raaf : 179
Sebodoh - bodohnya keledai dia tidak mau terperosok kedalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Binatang yang paling bodoh seperti keledai saja bisa bersikap seperti itu, kalau ada seorang manusia apalagi dia seorang Pemimpin, membiarkan bangsanya terperosok kedalam lobang penderitaan yang sama berkali-kali, itu sama artinya pemimpin tersebut lebih bodoh daripada Keledai.

sebetulnya hal tersebut tidak kita inginkan, kita ingin Pemimpin negeri ini bisa mengangkat Bangsa ini keluar dari lobang keterpurukan, makanya sebagai rakyat kita berdaya upaya mengingatkan dengan terus mengkritisi segala kesalahan yang dilakukan, dan membantu memberikan solusi, itulah bentuk kecintaan rakyat pada pemimpinnya. Tapi pemimpin memang tidaklah berdiri sendiri, Banyak pemimpin bisa terjatuh hanya karena menuruti keinginan para penjilatnya, tanpa ia sadari orang-orang disekitarnya lebih banyak memikirkan kepentingannya sendiri dan rela menjerumuskan pemimpinnya.

Menutupi kebohongan dengan menciptakan kebohongan baru, bukanlah sebuah tindakan yang bijak dan terpuji. Tindakan seperti ini hanyalah tindakan seperti halnya menggali kubur sendiri. Pemimpin yang sering melakukan kebohongan hanya akan melahirkan Generasi pembohong sebagai pewarisnya. Dan hal ini akan terus berlanjut, sehingga menciptakan suatu kelompok generasi yang lebih bodoh dari Keledai.

Bangsa yang besar bukanlah diukur banyaknya jumlah penduduknya, atau luas negaranya. Tapi diukur dari seberapa hebat dia menghargai jasa-jasa pahlawannya. Begitu juga Pemimpin yang besar, bukanlah diukur dari besar bobot badannya. Tapi seberapa besar pemikirannya untuk Negara, dan pemikiran besar apa saja yang sudah dilakukannya.

Ketika mendengar kata ”keledai”, yang tergambar dalam benak kita adalah seekor binatang yang lamban, lemah, bahkan sering diidentikkan dengan binatang yang paling bodoh. Sepintas memang gambaran seperti itu tidak sepenuhnya salah. Jika diukur dari segi kecepatan, Keledai memang tak bisa disamakan dengan kuda , meski keduanya satu genus.

Ungkapan mengenai keledai, sebagaimana diungkapkan diatas bahwa keledai memang tak seagresif kuda. Jalannya lambat dan karena saking lambatnya bahkan kadang kita menganggap bahwa keledai adalah binatang yang tampak malas dan tak punya inisiatif. Ada peribahasa ”Seperti keledai.”Artinya: bodoh atau keras kepala. Ada lagi peribahasa ”Keledai hendak dijadikan kuda.” Artinya: orang bodoh hendak dipandang sebagai orang pandai. Dalam kedua peribahasa itu, keledai dipandang sebagai binatang bodoh. Tak heran, banyak orang tersinggung kala dijuluki dengan kata ”keledai”.

Dari penjelasan di atas, perihal pandangan-pandangan negatif terkait dengan binatang yang satu ini. apakah semua yang ada pada diri keledai adalah bernilai negatif...? Ternyata jawabannya adalah tidak semua hal tentang keledai itu adalah negatif. Janganlah pula kita lupa, masih ada peribahasa lainnya tentang keledai dan itu adalah sebuah pribahasa yang menggambarkan tentang sisi positif tentang keledai: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Peribahasa itu berarti sebodoh-bodohnya keledai, binatang itu toh belajar dari pengalaman.

Kegagalan atau kemalangan yang diterima oleh keledai mampu ia jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak terulang lagi dilain kesempatan di masa yang akan datang. Keledai belajar dari sejarah. Anehnya, manusia (’manusia yang berpikir’) yang katanya memiliki otak untuk berpikir justru terkadang masih suka mengulangi kesalahan yang sama. Belajar dari sebuah kesalah untuk akhirnya tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut adalah salah satu hal tersulit yang harus dihadapi dalam hidup.

Namun, nyatanya seekor binatang yang sudah diidentikkan sebagai binatang bodoh mampu mengungguli kita (manusia) dalam hal yang satu ini. Agaknya kita malu dan menjadi terpacu, keledai saja bisa mengapa kita yang diberikan kemampuan untuk berpikir tidak dapat melakukan hal yang sama atau mungkin lebih baik lagi dari apa yang dilakukan oleh keledai. Masihkah kita menyebut binatang yang satu ini dengan sebuatan binatang bodoh? Layaknya kita berkaca dulu pada diri sendiri.

Tak hanya itu, keledai ternyata masih memiliki kelebihan lainnya yang dapat kita petik hikmah darinya. Tidak ada yang memungkiri bahwa keledai merupakan binatang pekerja berat. Dia bukan pemalas, tetapi hanya tampak malas. Walaupun keledai adalah binatang yang lambat, tetapi ia adalah jenis binatang yang mampu menerima dan menahan beban apapun selama keempat kakinya masih mampu menahan beban yang dipikulnya. Dan semua tugas hampir selalu ia tuntaskan dengan baik. Sifat ini sangat berbeda dengan sifat saudara sejenisnya, kuda. Kuda ternyata sangat memilih-milih dalam bekerja. Ketika kuda tidak suka dengan suatu pekerjaan, maka kuda mungkin saja akan (terlihat) memberontak dan menolaknya.

Keledai jelas mempunyai ketahanan kerja tinggi. Andaikan kita mampu bersikap seperti keledai saat kita menghadapi segala tantangan serta beban hidup kita. Maka, tentu tidak akan ada orang-orang yang tidak memiliki masa depan. Hal itu karena setiap orang akan memiliki sikap kerja keras dan tidak mudah menyerah. Bayangkan, kekuatan seekor keledai dalam sehari ternyata setara dengan perjalanan sejauh 30 kilometer. Meski lambat, keledai konsisten memenuhi panggilannya. Dia tidak pernah mutung. Nah, laiknya hal-hal positif keledai ini mampu menjadi bahan renungan untuk kemudian mampu kita adaptasi dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai homo sapiens.

Sehingga jangan pernah kita menyerah atau merasa kalah atas apa yang sekarang ada pada diri kita, buktikan bahwa kita juga memiliki banyak segi positif pada diri kita. Manusia terkadang merasa rendah diri ketika menyadari kekurangan yang ada pada dirinya. Sehingga hal itu membuatnya menjadi sulit berkembang, ada baiknya kita tidak lagi meratapi hal-hal semacam itu. Ingatlah bahwa setiap orang pastinya memiliki potensi. Adalah orang-orang yang sukses apabila mereka berhasil menemukan potensi yang ada dalam dirinya, walaupun itu terjadi disaat yang sudah sangat terlambat atau diwaktu tidak tepat. Tidak ada satupun hal negatif yang tidak diiringi dengan sesuatu yang positif disekitanya. Percayalah pada kemampuan kita sendiri, potensi hanya bisa dimunculkan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras dan percaya pada diri sendiri, maka yang muncul hanyalah keputusasaan. Bersemangatlah untuk menemukan potensi diri. Ingatlah, bahkan keledai saja memiliki banyak potensi.

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Al Qamar : 15 - 17 - 22 - 32 - 40 - 51


Wallahu A'lam

Apakah Manusia Manifestasi Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Kurang berarti "Kemunculan"  atau "Penampilan" Para filosof Muslim menjelaskan bahwa manusia sebagai bagian dari alam merupakan manifestasi adanya Allah.

Manifestasi atau tajalli dalam tradisi sufi berarti penampakan diri Tuhan yang bersifat absolut dalam bentuk alam yang bersifat terbatas. Konsep ini berakar pada pandangan bahwa Allah dalam kesendirian-Nya (sebelum ada alam) ingin melihat diri-Nya di luar diri-Nya. Karena itu, dijadikan-Nya alam ini.

Allah, dengan demikian,  merupakan sumber segala sesuatu, dan berarti pula segala sesuatu itu pasti memiliki hubungan erat dengan-Nya. Andai saja Allah tidak menciptakan alam semesta ini sudah tentu tidak akan ada yang bereksistensi kecuali cahaya murni yang membutakan, tidak akan ada satu pun makhluk yang melihatnya dan tak ada yang bisa dilihat.

Untuk memudahkan pemahaman tentang manifestasi ini, William C. Chittick membuat analogi sederhana, yaitu matahari dan sinarnya. Matahari berhubungan dengan Allah dalam diri-Nya sendiri (yang dalam tradisi teologi Islam disebut “Dzat”). Spektrum cahaya muncul dari matahari ketika berhubungan dengan nama-nama Allah (juga disebut “sifat-sifat-Nya”).

Warna dan bentuk yang tampak di dunia dan terjadi karena pantulan cahaya itu merupakan “tanda-tanda” Allah. Kalau cahaya yang menerobos masuk ke dalam ruangan merupakan perbuatan matahari, maka sama halnya dengan semua makhluk yang merupakan perbuatan Allah.

Dalam hal tajalli ini, seorang tokoh sufi terkenal, Ibn ’Arabi, memberikan penjelasan yang cukup rinci. Mula-mula dia menerangkan tentang pengertian tajalli, yaitu Allah menyingkapkan diri-Nya sendiri kepada makhluk-Nya. Sinonim tajalli adalah kata fayd (emanasi), zuhr (penampakan), tanazzul (penurunan), dan fath (pembukaan).

Baginya, penampakan Allah atau tajalli bukan hanya dikhususkan bagi orang yang diberi kasyf (terbukanya hijab atau penghalang). Namun dari pengetahuan kasyf itu sendiri dapat diambil sebuah pemahaman bahwa alam merupakan tajalli Allah dalam bentuk beraneka ragam sesuai dengan ide-ide tetap (tentang alam) sesuai ilmu Allah.

Bentuk tajalli tidak pernah sama dan tidak pula berulang, tetapi tajalli itu akan terus menerus berlangsung tanpa berhenti. Terjadinya tajalli disebabkan kerinduan Allah untuk dikenal ciptaan-Nya. Namun, tajalli tidak bisa terjadi kecuali terbentuk dalam bentuk nyata yang telah ditentukan dan dikhususkan. Penampakan diri ini disebut dengan ta’ayyun.

Ada tiga martabat tajalli dalam pandangan Ibn ’Arabi, yaitu: Pertama, martabat ahadiyah atau dzatiyah, wujud Allah dalam kondisi yang mutlak yang mujarrad, tidak bernama dan tidak bersifat. Dia tidak dapat dipahami atau sekedar dikhayalkan. Pada martabat ini Allah berada dalam keadaan murni bagaikan kabut yang gelap (fi al-’ama’); tidak sesudah, tidak sebelum, tidak terikat, tidak terpisah, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak mempunyai nama, tidak musamma (dinamai).

Kedua, martabat wahidiyah, penampakan pertama (ta’ayyun awwali) Allah atau disebut juga martabat tajali zat pada sifat atau faydh al-aqdas (emanasi paling suci). Dalam martabat ini, zat yang mujarrad bermanifestasi melalui sifat dan asma-Nya. Di sinilah nama Allah muncul dan nama-nama-Nya yang lain (asmaul husna).

Akan tetapi, sifat dan nama itu sendiri identik dengan zat. Di sini kita berhadapan dengan zat Allah yang Esa, tetapi Dia mengandung di dalam diri-Nya berbagai bentuk potensial dari hakikat alam semesta atau entitas permanen (al-’a’yan tsabitah).

Ketiga, martabat tajalli syuhudi yang juga disebut faydh al-muqaddas (emanasi suci) dan ta’ayyun tsani (penampakan diri peringkat kedua). Pada martabat ini Allah bertajali melalu asma dan sifat-Nya dalam kenyataan empiris atau alam kasatmata.

Dengan kata lain, melalui firman kun (jadilah), maka entitas permanen secara aktual menjelma dalam berbagai citra atau bentuk alam semesta. Dengan begitu alam ini tidak lain merupakan kumpulan fenomena empiris yang merupakan lokus atau mazhar tajali al-Haq.

Alam yang menjadi wadah manifestasi itu sendiri merupakan wujud atau bentuk yang tidak ada akhirnya. Ia seperti ’aradh atau aksiden (sifat yang datang kemudian) dan jauhar (substansi) dalam istilah ilmu kalam. Selama ada substansi, maka aksiden akan tetap ada. Selama ada Allah, alam akan tetap ada, ia hanya muncul dan tenggelam tanpa akhir.

Inti pandangan Ibn Arabi adalah bahwa keseluruhan kosmos merupakan wahana manifestasi sifat-sifat Allah. Pada hakikatnya tidak ada yang bereksistensi kecuali nama-nama-Nya. Menurutnya, segala sesuatu berasal dari Allah, segala sesuatu memanifestasi Allah, segala sesuatu menjadi tanda Allah, segala sesuatu mencerminkan Allah, segala sesuatu itu bukanlah selain-Allah, semuanya adalah Allah (wihdatul wujud).

Inilah konsep dasar tasawuf Ibnu ’Arabi. Tak ada yang bereksistensi kecuali Allah. 

Wallahu a’lam bi al-shawab.

Siapakah Yang Menyuruhmu Berjilbab ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada gemerlapnya dunia ? gemilaunya harta ? atau pada ketampanan seorang pria ? walaupun kau harus membuka hijabmu demi mendapat semua yang kau inginkan, maka kehinaan yang kau dapatkan !

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab ?

Untukmu ukhti muslimah… kemana akan kau bawa dirimu ? kepada kemuliaan jiwa ? kepada keridhaan sang pencipta ? atau mulianya menjadi bidadari surga ? walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama, maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan !

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia! jika hijabmu harus terlepas karenanya

katakan TIDAK pada kemilaunya harta! jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu, adalah benteng kemuliaan dirimu

Bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-Nya dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah wajib untuk taat pada Allah Ta’ala karena Allah yang menciptakan kita Allah yang memberikan rizki pada kita Allah yang memberikan segalanya kepada kita Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab !

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS.al-Ahzab:59)

Umat Islam Bangga Dipimpin Artis

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Naas dan tragis itulah yang mungkin bisa kita lihat bagaimana kondisi umat islam khususnya ketika mereka lebih memilih artis untuk menjadi panutan mereka, lihatlah bagaimana para elit politik dengan partai yang mereka usung begitu gencar mencari artis untuk mereka jadikan sebagai pemimpin. 

Semua sudah terbalik ...? mereka yang dulunya menjadi tontonan kini menjadi panutan dan mereka yang mustinya menjadi panutan kini telah menjadi tontonan, dan tidak tanggung tanggung mereka bahkan tidak malu - malu untuk ditonton dan bangga dijadikan bulan - bulanan dan bahan tertawaan.

"Mereka yang tahu hukum yang haq menjadi bulan - bulanan sedangkan mereka yang bathil menjadi panutan, ironis dan tragis"

Fenomena artis sebagai calon anggota legislatif dari partai politik makin marak dalam dunia politik tanah air. Partai politik kini sedang menginventarisis menggaet artis-artis populer untuk menaikan suara. termasuk, yang dianggap mumpuni menjadi wakil rakyat, tak sekedar berlabel artis.

Partai politik yang merekrut calon legislatif yang berasal dari kalangan selebritis adalah partai gagal dan akan menjadi masalah yang lebih besar lagi jika kemudian seorang artis duduk sebagai anggota dewan masih bersikap seperti selebritis dan beberapa artis saat ini yang berada di DPR kurang berempati dengan rakyat.

Entah kenapa umat islam masih bangga dipimpin oleh kalangan artis.

Dari berbagai sumber

Umat Islam Belum Siap Perubahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Umat Islam punya calon presiden yang bisa diusung partai-partai Islam. "Itu sebabnya, jangan ragu dan takut menyuarakan bahwa umat Islam punya calon pemimpin sendiri," ujar Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar (KB) Pelajar Islam Indonesia ( PII) Soetrisno Bachir saat menutup diskusi rutin KB PII di Jakarta, Kamis.

Diskusi yang mengangkat tema Partai Politik Islam menuju Pemilu 2014 ini, menghadirkan Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifudin, anggota Fraksi PKS Sohibul Iman, dan Sekjen KB PII Djayadi Hanan sebagai pembicara. Menurut Soetrisno, partai Islam tetap berpeluang memunculkan calon pemimpin sendiri dari tokoh-tokoh Islam.

"Masak tidak ada, kan banyak orang yang pintar dan berkualitas yang bisa kita usung," ujarnya. Jadi, menurut Soetrisno, jangan pernah ragu untuk memunculkan tokoh Islam sebagai calon presiden.

Sumber : kompas

Sebenarnya banyak sekali mutiara - mutiara umat islam yang bisa diangkat menjadi calon baik itu calon presiden , calon gubernur , calon bupati maupun calon legislatif akan tetapi  kembali kepada sistem yang ada dinegara kita dan pola pikir masyarakat indonesia itu sendiri yang kemungkinan agak terbalik.

Mutiara - mutiara itu sebenarnya mampu dan mereka tahu namun mereka enggan karena ada tanggung jawab , beban dan kewajiban yang besar, yang jika nantinya hal itu mereka dapatkan maka godaannya akan semakin besar dan pastinya akan ada dampak yang besar pula pada diri mereka dan masyarakat sekitar.

Umat Islam di Indonesia khususnya belum siap jika harus merubah total segala apa yang telah ada dan jika dipaksakan akan berakibat kurang baik, kecuali jika semua masyarakat indonesia ikhlas dan sepakat akan perubahan total dari bawah sampai atas.

Umat Manusia Satu Keluarga

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dizaman yang serba rancu dan membingungkan seperti saat ini , sebagian besar orang akan mengelompok dan atau membentuk kotak kotak manusia sesuai dengan status , trends , dan keinginan serta kepentingan dengan anggapan bahwa watak psikologis dan watak alamiah mereka berasal dari mereka sendiri, sebagaimana di indikasikan oleh warna kulit , suku , dan bahasa yang berbeda beda. sebagian lagi mungkin mungkin membuat pembagian menurut empat penjuru mata angin dengan menggambarkan bahwa setiap daerah akan memiliki sifat dan watak tertentu sesuai dengan alam dan hukum yang berbeda.

Hal inilah yang Insya Allah akan penulis bahas lebih banyak nantinya dalam catatan demi catatan yang berkesinambungan dengan tentunya akan sedikit banyak bersandar dan berdasar kepada Al Quran. Sudah menjadi pengetahuan dan keyakinan yang harus dipegang oleh setiap manusia bahwa asal muasal mereka adalah dari diri yang satu, dilihat dari segi agama manapun didunia ini memiliki keyakinan dan pengetahuan serta kefahaman bahwa kita semua umat manusia adalah satu keluarga.

Bagaimana kisah yang sebenarnya dan kenapa mereka hingga saat ini terbagi kedalam berbagai kelompok, masih terdapat berbagai perbedaan pendapat yang tidak jua memiliki titik temu karena masing - masing dari mereka memiliki hujjah yang membenarkan diri mereka sendiri.

Sebenarnya jikalau kita mau sadar diri dan mengakui bahwa tidak ada satupun manusia yang luput dari salah dan lupa, serta kemudian menyadari bahwa diri kita adalah satu keluarga maka pastinya perbedaan dan sengketa serta kedengkian akan sirna dan menjadi sesuatu yang indah dalam kebersamaan dan kasih sayang.

Pendapat yang menyatakan bahwa keselamatan hanya milik satu sekte dan atau golongan saja, adalah merupakan suatu keyakinan yang perlu lagi bagi kita untuk berpikir lebih dalam lagi dengan tidak tergesa - gesa untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan.

Memang ada salah satu hadits yang dianggap shahih oleh para ulama' terkait hal ini bahwasanya Umat Rasulullah Muhammad SAW akan terpecah menjadi beberapa golongan akan tetapi hanya ada satu golongan yang selamat sedang golongan yang lain akan binasa.

Dikabarkan juga oleh Rasulullah Muhammad SAW bahwasanya ditengah umat beliau nantinya akan selalu ada sebagian orang yang sampai hari kiamat akan memiliki kebenaran dan tidak akan pernah bersepakat dalam kesalahan.

Tak diragukan dan tidak disangkal bahwa pertikaian baik antara agama maupun seagama adalah merupakan satu diantara sekian banyak tanggung jawab yang setiap manusia harus berusaha untuk mengakhirinya. oleh karena itu adalah sebuah kegembiraan yang besar, sekiranya nanti catatan demi catatan sederhana yang saya tulis ini dapat memberikan suatu penggugah jiwa yang dapat membangkitkan semangat kebersamaan generasi penerus bangsa yang akan berjuang demi untuk tegaknya kebersamaan dan kesatuan serta persatuan umat manusia.

Wallahu A'lam

Ustadz Belum Tentu Bersih Dosa : Uje

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Al Ustad yang acapkali nyentrik bergaya gaul Jeffry Al-Buchari atau yang biasa akrab disapa dengan "Uje", tidak sependapat jika kemudian dikalangan ustad mendapatkan penilaian dari masyarakat bersih dari segala dosa.

Uje sempat menuturkan hal tersebut disaat saat keberangkatannya umroh ke Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, dengan umroh seseorang akan mampu mengisi ulang (men-charge) kembali jiwa seorang anak manusia agar sering melakukan berbagai kebaikan.

"Orang yang modelnya kayak saya gini, banyak dosa, perlu me-recharge apa yang sudah dilakukan," kata Uje, 

"Kalau bicara tentang hati, jubah yang berlapis, dengan jidat hitam, dan berjenggot panjang, itu enggak menjadi jaminan. Mau jadi orang selamat, enggak harus jadi ustad. Siapa saja bisa terpeleset," tambahnya.

Mengenai makna umrah baginya, Uje menuturkan dirinya selalu rindu dengan Kabah. Menurutnya pergi ke tanah suci selalu memberikan pengalaman spiritual baru baginya.

"Yang dikangenin ya Kabah. Tanah suci selalu punya nilai yang luar biasa," tukasnya.

Uje : Bukan Tsunami Yang Harus Ditakuti

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Uje : "Takutlah pada Yang Menciptakan Gempa dan Tsunami"

Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah,SP menyatakan, Pemko Padang tetap komit dalam menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan taubat nashuha.

"Ini adalah menjawab isu bahwa Pemko tidak bekerja dan inilah konkritnya kita bekerja untuk menghilangkan trauma isu gempa. Dan kita menantang bagi siapa saja yang mengumbar pernyataan-pernyataan kajian tentang gempa 8,9 SR. Jangan diumbar di media," ujar Mahyeldi dihadapan ribuan masyarakat, pelajar SMU/SMK sekota Padang yang mengikuti tausiyah, zikir dan qunut nazillah di pelataran parkir Taman Budaya Padang, Sabtu (6/11).

Menurut Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP, selain menunjukkan bahwa Pemko Padang tetap aspiratif menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami, sekaligus pula mengajak warga Padang untuk taubatan nasuha, agar terhindar dari bala bencana.

Pemko dan Majelis Ulama (MUI) Kota Padang sengaja mengadakan iven tausiyah, zikir dan qunut nazhillah dengan mendatangkan Ustadz Jeffri Al Buchori, Muhammad Hayatuddin dan Buya Cecep Jambak untuk memperkuat iman dan menyakinkan masyarakat bahwa bencana itu adalah rahasia Allah SWT.

Memang harus diakui, kalau warga Kota Padang memang sudah amat trauma dengan isu akan datangnya gempa berkekuatan 8,9 SR, yang malah sampai tersebar melalui pesan singkat (SMS). "Mari duduk bersama kalau memang ada temuam ilmiahnya. Karena isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat," ucap Mahyeldi, menambahkan.

Pada tausyiah ini ustadz kondang dari Jakarta Ustadz Jeffri Al Buchori yang akrab dipanggil UJE, disebutkan, bahwa seharusnya masyarakat Kota Pdang bukan takut pada gempa dan tsunaminya. "Tapi takutlah pada yang menciptakan gempa dan tsunami itu. Yakni Allah SWT," kata UJ, si Ustad Gaul ini.

Lebih jauh UJE mengatakan, pada hakikatnya yang hidup akan mati dan bukan karena gempa dan tsunami tersebut. "Bagi orang yang beriman gempa dan tsunami itu merupakan ujian, sedangkan bagi yang nakal merupakan teguran. Dan yang nakal sekali ini merupakan azab atas perbuatannya. Hidup di dunia bukan untuk selama-lamanya. Mati hanya sebuah proses," tausiyah UJE, menyakinkan jamaah

Insya Allah Bisa Atasi Permasalahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika kehidupan yang penuh dengan konflik, persoalan-persoalan yang tak kunjung usai, keinganan-keinginan duniawi kita dan segala macam tantangan, bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu ayat-ayat dalam Al-Quran. Salah satu firman-Nya yang artinya “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S Ibrahim: 1).

Ujian bisa jadi sebagai sarana untuk meningkatkan iman kita atau sebagai penggugur dosa-dosa kita. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi. Terkadang dan atau seringkali ada teman-teman dan atau seseorang diantara kita yang mengeluh, bahwa mereka benar-benar merasa sudah tidak sanggup lagi menerima ujian-Nya karena begitu berat dan menyakitkan, untuk mereka yang demikian dan merasa tidak sanggup menerima ujian-Nya yang terasa berat dan menyakitkan, namun jauh dalam lubuk hati kita harus yakin bahwa Allah Subhanahu Wata'ala tidak pernah menyulitkan hamba-Nya dan tidak pernah membuat Hamba-Nya menderita, pasti ada maksud lain yang ingin Dia sampaikan dibalik ujian yang diberikan dan pasti ada hikmah yang tersembunyi yang kadang butuh waktu bagi kita untuk memahaminya.

Dan kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, Allah Subhanahu Wata'ala yang menciptakan kita, pasti sangat tahu keadaan kita dengan sangat rinci, jadi tidak akan pernah ada dalam kehidupan kita, beban persoalan yang lebih dari kekuatan dan atau kemampuan kita. Kita pasti sanggup menerima semua ujian yang diberikan-Nya, asalkan kita kuat iman dan sabar.
   Sebenarnya, tenang atau tidaknya, dan baik atau buruknya hidup kita, tergantung dari hati kita, seperti yang diungkapkan Rasulullah saw : “Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasad seluruhnya; jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Memilih Pemimpin (Tanggung Jawab Dunia Akherat)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Satu diantara sekian banyak tanggung jawab dan atau perkara yang harus diperhatikan oleh setiap umat islam yang beriman serta meyakini akan setiap ayat - ayat Nya, meyakini akan Janji - Janji Nya , meyakini akan Kekuasaan Nya disamping beribadah dengan ketundukan dan kepatuhan , berbuat baik dan memerangi kejahatan , kezahilan dan penindasan adalah Memilih Pemimpin.

Siapapun orangnya pantas untuk menjadi pemimpin karena masing - masing dari kita adalah pemimpin, dalam tanggung jawab yang mengatur kedalam laki - laki adalah pemimpin bagi perempuan dalam Rumah Tangga (istri dan anak mereka) namun dalam tanggung jawab yang mengatur keluar, tentunya kita haruslah memilih mereka yang pantas dan patut serta layak untuk dijadikan pemimpin dengan tidak asal pilih.

Islam dengan Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya sejatinya telah memberikan aturan dan penjelasan yang terang tentang siapa dan bagaimana sosok pemimpin yang harus mereka pilih dan harus mereka jadikan patokan.

Terdapat kisah yang baik dan benar serta membawa sejuta hikmah didalam setiap kisah dan cerita dalam Al Quran, dimana pemimpin yang baik adalah mereka yang senantiasa memegang teguh setiap aturan dan hukum yang telah ditetapkan oleh Nya yang pastinya akan membawa mereka kepada kebahagian di dunia dan akherat, sebaliknya pemimpin yang kurang baik adalah mereka yang tidak meyakini akan ayat - ayat Nya , mengingkari janji , berpaling dari aturan , sadis dan bengis yang pastinya akan membawa kesengsaraan dunia dan akherat.

Sebagaimana tertulis didalam kitab Nya

“Dengan kekuatan yang besar, timbul tanggung jawab yang besar pula.” - Paman Ben, Spiderman.

Dua Tipe Seorang Pemimpin

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ada dua tipe yakni pemimpin di dunia yang mengarahkan kepada neraka dan pemimpin akhirat yang mengarahkan kepada ampunan dan pahala. Kedua tipe pemimpim ini jelas sangat berbeda dimana Pemimpin dunia akan selalu disibukkan untuk mengumpulkan harta dan menghimpun kekuasaan semata. sedangkan pemimpin akhirat menaruh kekuasaan itu dibawah telapak kakinya.

Bila pemimpin dunia ianya akan selalu dikawal kemana-mana, karena takut kepada sesuatu dari rakyatnya, suka dipuji dan hanya berusaha mensejahterakan dirinya sendiri, maka untuk pemimpin akhirat ianya tidak pernah dikawal karena sudah merasa cukup dengan kawalan dari Allah Subhanahu Wata'ala pemimpin akhirat juga selalu bersanding dengan rakyat jelata.

Sebagaimana dijelaskan didalam kitabnya setiap manusia sejatinya telah diberi wewenang dan kesempatan untuk memilih pemimpinnya, kepada siapa ianya berkiblat dan manusia itu juga yang akan menanggung akibatnya. manusia boleh memilih pemimpin yang disuka, tapi ingat bahwa besok di hari akhir setiap orang akan dikumpulkan dengan pemimpinnya”

Setiap umat islam pastinya akan memilih sosok pemimpin sebagaimana yang telah ada dalam diri Baginda Nabi Muhammad Saw. namun teramat disayangkan bahwa beliau sudahlah tiada di dunia ini, lantas .... siapakah pemimpin kita ...?

Dalam catatan ini dan bermula dari catatan ini mari kita renungkan bersama , sudahkah kita memilih , memiliki dan mengikuti pemimpin yang akan membawa kita kepada rahmat dan ampunan dari Nya ataukah kita memilih , memiliki dan mengikuti pemimpin yang mengarahkan kita kepada azab dan siksa Nya.

Melawan dan Memusuhi Iblis

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jangan Pernah Berhenti untuk Melawan dan memusuhi Iblis

Ketika Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan Adam dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud di hadapannya maka mereka semua bersujud kecuali iblis. karena inilah kemudian Iblis kemudian dikutuk.

Tanggapan iblis kemudian adalah meminta kepada Allah Subhanahu Wat'aala untuk menangguhkan hukuman sampai tiba masanya nanti dihari dimana manusia dihidupkan kembali. Dengan demikian, ia memiliki kesempatan untuk membuat manusia berbuat dosa dan menyimpang dari batasan yang ada dan melakukan tipu daya yang dapat menggelincirkan umat manusia. sebagaimana dijelaskan didalam surah Al A'raaf dan An Nisaa'.

Siapa yang tidak berhati-hati terhadap tipu daya iblis dan tidak dapat melindungi dirinya dari bujuk rayu iblis, ia akan mudah dikalahkan oleh iblis. Karena itu, seorang mukmin harus mewaspadai keberadaan iblis, sebagaimana dijelaskan, “Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Faathir: 6)

Orang-orang beriman harus selalu berhati-hati terhadap keberadaan iblis karena dialah yang menjadi sasaran utamanya. Setan tidak berkeinginan untuk membuat orang-orang kafir melampaui batas karena mereka sudah berpaling dan menjadi sekutunya. Dia berusaha keras membanting tulang untuk melemahkan orang-orang yang beriman sehingga menghalangi mereka untuk menyembah Allah. Itulah sebabnya mengapa orang-orang beriman diingatkan berulang-ulang untuk melawan setan,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (an-Nuur: 21)

Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur`an, orang yang beriman dengan sebenar-benarnya itu tidak akan terpengaruh oleh bujuk rayu iblis. Akan tetapi, siapa yang lemah dan tidak berbuat kebaikan bisa dengan mudah terpengaruh oleh bisikannya. Janganlah lupa bahwa iblis akan terus-menerus berusaha keras menyebarkan kejahatannya. Orang-orang beriman harus selalu bersama-sama saling mengingatkan untuk selalu mengingat Allah swt. di mana pun dan kapan pun kita berada

Wallahu A'lam

Merawat Kebebasan Beragama

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

GaTot dan Semar itulah sebutan yang layak disandangkan kepada NKRI dalam rangka untuk merawat keberagaman serta kebebasan beragama atau berkeyakinan. Kegagalan itu dapat dinilai dari begitu banyak dan maraknya aksi yang melahirkan diskriminasi dan kekerasan berkelanjutan dan menghasilkan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Negara sebagai pemimpin tertinggi seharusnya bertanggung jawab dan bertindak sesegera mungkin untuku menangani kondisi intoleransi serta diskriminasi dan kekerasan atas nama agama yang telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat, lembaga peradilan, dan institusi lainnya.

(demikianlah kutipan dari tetangga sebelah yang mungkin sudah jenuh dengan carut marut kehidupan di indonesia)

Merawat , memelihara , serta menjaga kebebasan beragama sejatinya menjadi tanggung jawab setiap lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki pedoman akan jalan hidup yang benar. setiap hukum yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta sebagaimana yang telah disampaikan kepada para Nabi dan Rasul Nya adalah guna untuk kebaikan umat manusia dan batu ujian bagi sebagian yang lain.

Peperangan , chaos , sengketa , saling bunuh dan sebagainya adalah satu diantara sekian banyak tanda - tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala yang memang telah ditentukan oleh Nya. sebagai peringatan bagi mereka yang beriman dan mengharapkan pertemuan dengan Nya, ujian bagi satu dengan yang lain, azab bagi mereka yang ingkar dan tidak bersyukur, serta perbaikan dari sisi Nya, demi untuk tetap menjaga keseimbangan sampai dengan waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Hidup dan kehidupan ini tidak lebih dari sekedar senda gurau dan permaian, tangis tawa , senang susah , atas dan bawah, dan lain sebagainya

Merawat kebebasan beragama ....?

Jalankan aturan - aturan yang telah ditetapkan oleh Nya dengan baik dan benar, maka Insya Allah semua akan aman sentosa dan terjaga.

Wallahu A'lam

Meniti Langkah Jokowi

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Memilih pemimpin itu penting dan memilih adalah sebuah ikhtiar yang benar - benar harus dipikirkan dan diusahakan dengan sangat hati - hati, karena begitu salah pilih maka bukan tidak mungkin mereka akan menyeret kita kedalam lembah kebinasaan dan atau neraka.Memilih pemimpin sejatinya telah diatur didalam Al Quran dan sebagai umat muslim yang taat perintah Nya maka sudah seharusnyalah kita mengikuti aturan dan atau norma dalam memilih pemimpin sebagaimana telah dijelaskan didalam kitab Nya.

Dalam catatan ini tidak disinggung bagaimana seharusnya memilih pemimpin melainkan berisi sedikit pandangan tentang sesosok hamba Allah yang belakagngan sedang mencuat dan Saking hebat dan populernya ke mana-mana selalu dieluk-eluk dan dipuja. Bisa dikatakan masyarakat euforia menyambut Jokowi sebagai pemimpin harapan mereka yang konon menurut para ahli penerawangan dan anak indigo jokowi adalah sosok Satrio Paningit yang sudah sekian lama dicari dan dirindu.

Baru beberapa bulan saja menjadi gubernur kepopulerannya bahkan sudah melebihi presidennya, hal ini tak lain karena kemunculannya bertepatan dengan penantian lama dari para penggemar SP , RA, dan atau apapun itu sebutannya yang memang sudah diharapkan kehadirannya guna untuk memperbaiki moral bangsa yang bobrok. Tak heran bila kemudian ada pihak yang hendak mengusungnya menjadi presiden pada 2014 nanti. Apakah Jokowi memang sudah benar-benar pantas dijadikan presiden ?
Apakah jokowi adalah sosok Satrio yang diharapkan, apakah jokowi adalah sosok ratu yang diharapkan keadilannya dalam mengatasi setiap permasalahan di bumi pertiwi ini.
 
Memang Jokowi bukan Superman atau Spiderman. Tapi bila apa yang diupayakan Jokowi mengatasi kebanjiran dan kemacetan menunjukkan hasil nyata. Tentu bukan omong kosong kalau kemudian seluruh rakyat akan melihat. Bila itu terjadi, tangga menuju presiden tidak akan menjadi omong kosong lagi. Sampai saat ini hasil kerja Jokowi memang belum maksimal. Terutama dalam hal mengatasi masalah banjir dan macet serta sampah. Itulah sebabnya masih ada yang tiada bosan menagih janji pada Jokowi.
Berita soal Jokowi khususnya media online tiada habisnya. Tiap hari ada saja sampai melebihi porsi pejabat manapun. Bahkan media dituduh sudah lebay dalam memberitakan tentang Jokowi. Tentu ini bukan omong kosong. Jokowi memang selalu ramah dan akrab dengan awak media. Tapi omong kosong kalau Jokowi tak bisa marah sama jurnalis. Buktinya presenter TVOne pernah kena getahnya. Jokowi dilawan. Walau marah tetap dibela. Saking disayangnya Jokowi.
Jokowi memang pemimpin yang fenomenal saat ini. Pemimpin yang menjadi harapan rakyat dan masa depan bangsa. Walau ini bisa bukan omong kosong dan bisa juga omong kosong. Jokowi memang bukan dewa. Apalagi malaikat. Pasti ada yang suka pun ada yang tidak. Ada yang puja, ada yang benci.

Dan Uniknya lagi perawakan jokowi sedikit mirip dengan Presiden Amerika Barrack Obama, Well bagaimana kelanjutan kisahnya.... ? mari kita baca dan saksikan lembaran demi lembaran sejarah indonesia.

Kerusuhan Bersumber Agama

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Agama memang seringkali menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya kerusuhan, diperlukan upaya untuk mereduksi atau mengeliminasi kerusuhan yang bersumber dari agama seperti dilakukannya dialog antaragama agar saling pengertian menuju perdamian,” kata Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X , dalam simposium Road to Global Interfaith Harmony, Anand Ashram Foundation di Pendopo Agung Taman Siswa Jogja.

Namun demikian adanya kerusuhan yang memang berakar dari isu agama haruslah disadari bahwa hal tersebut tidaklah terlepas dari hidup dan atau kehidupan beragama, perbedaan yang seharusnya justru menjadi jembatan kultural yang bisa memberikan kenyamanan bagi setiap umat dan masyarakat berubah menjadi sebuah pertikaian yang seolah harus dimenangkan oleh masing - masing individu pemeluk agama, karena itu antar agama diperlukan dialog agar tidak menjadikan agama menjadi sumber kekerasan

Menurut Sultan, agama seperti pedang bermata dua. Di satu sisi mengajak umat untuk membawa kedamaian, tapi di satu sisi lain semacam “trigger” munculnya kekerasan. Perlu disadari bahwa untuk rekonsiliasi ini tidak langsung dialog antar agama. Dalam satu agama pun diperlukan diskusi karena dalam satu keyakinan ada beda pendapat.

Dengan kehidupan beragama, manusia seakan berada di ruang sempit dan tertekan. Pluralistik bukan menjadi ajang menimbulkan kekerasan tetapi kedamaian. Seperti yang dijelaskan dalam Al quran, perbedaan juga tertuang dalam kitab suci umat Muslim bahwa ''Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku" pun demikian "Bagimu amalan kamu serta bagiku amalanku''

Simposium sekaligus memperingati Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi ini, menurut Sultan, menjadi kesempatan yang baik untuk kerukunan umat beragama dan kebebasan berkeyakinan yang sangat mendesak saat ini. 

Perdebatan konyol dan peperangan konyol serta perselisihan konol ini tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat , selagi masih ada kedengkian dan bisikan syeithan. memang sudah begitu kehendak Allaah bagi mereka yang banyak menentang ayat - ayat Nya. 

Bukannya begitu .... ?

Khilafah Islam Di Nusantara

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Di abad ke-13 M hingga awal abad ke-16 M, Pasai merupakan wilayah penghasil rempah-rempah terkemuka di dunia, dengan lada sebagai salah satu komoditas andalannya.

Setiap tahunnya, Pasai mampu mengekspor lada sekitar 8.000 hingga 10 ribu bahara. Tak cuma itu, Pasai pun merupakan produsen komoditas lainnya seperti sutra, kapur barus serta emas.

Sebagai alat tukar perdagangan, Samudera Pasai sudah memiliki mata uang emas, yakni dirham. Selain menjalin kongsi dengan negara-negara dari luar Nusantara, hubungan dagang dengan pedagang-pedagang dari Pulau Jawa pun begitu baik.

Bahkan, para saudagar Jawa mendapat perlakuan yang istimewa. Mereka tak dipungut pajak. Biasanya para saudagar dari Jawa menukar beras dengan lada.

Sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, Samudera Pasai juga memiliki kontribusi yang besar dalam pengembangan dan penyebaran Islam di Tanah Air. Samudera Pasai banyak mengirimkan para ulama serta mubaligh untuk menyebarkan agama Allah SWT ke Pulau Jawa.

Selain itu, banyak juga ulama Jawa yang menimba ilmu agama di Pasai. Salah satunya adalah Syekh Yusuf, seorang sufi dan ulama penyebar Islam di Afrika Selatan.

Wali Songo merupakan bukti eratnya hubungan antara Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Pulau Jawa. Konon, Sunan Kalijaga merupakan menantu Maulana Ishak, Sultan Pasai. Selain itu, Sunan Gunung Jati yang menyebarkan Islam di wilayah Cirebon serta Banten ternyata putera daerah Pasai.

Kesultanan Samudera Pasai begitu teguh dalam menerapkan agama Islam. Tak heran, bila kehidupan masyarakatnya juga begitu kental dengan nuansa agama serta kebudayaan Islam. Inilah yang membuat Aceh kemudian dikenal sebagai Serambi Makkah.

Pemerintahnya bersifat teokrasi berdasarkan ajaran Islam. Sebagai sebuah kerajaan yang berpengaruh, Pasai juga menjalin persahabatan dengan penguasa negara lain seperti Campa, India, Tiongkok, Majapahit, dan Malaka.

Pada tahun 1350 M, Kerajaan Majapahit menggempur Samudera Pasai dan mendudukinya. Samudera Pasai pun mulai mengalami kemunduran. Sekitar tahun 1524 M, wilayah Pasai berhasil diambil kerajaan Aceh. Sejak saat itulah, riwayat kejayaan Samudera Pasai berakhir.

Sumber : Republika
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger