Catatan Terbaru :
Home » , » Shalat Hajat

Shalat Hajat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong kamu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" Al Baqarah : 153

Shalat Hajat adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan dalam rangka atau karena ada suatu hajat / keperluan yang ingin kita minta kepada Allaah Subhanahu Wata'ala baik untuk keperluan urusan duniawi atau keperluan ukhrawi. Hajat secara harfiah bermakna kebutuhan, Jika kita memiliki kebutuhan dan atau keinginan, Allaah subhanahu wata'ala menganjurkan kita untuk melaksanakan shalat sebagaimana tersurat dalam Surah Al Baqarah ayat 45 dan ayat 153.

Sholat Hajat (صلاة الحاجة) adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang muslim pada saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan atau diberikan pertolongan oleh Allah Suhanahu Wata'ala. Salat Hajat dilakukan antara 2 raka'at sampai dengan tidak tertentu bilangannya dengan salam di setiap 2 rakaat. Bagi sebagian orang shalat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat, sebagian yang lain lebih mengkhususkannya pada malam hari karena dinilai lebih tenang keadaannya sehingga bisa melaksanakan shalat dengan khusyu'. 

Seperti juga halnya shalat-sholat yang lain niat salat ini, diucapkan di dalam hati dan dilafadzkan dengan lisan akan tetapi dengan tidak mengeraskan suara jadi gunakanlah dengan hikmah dan bijaksana dengan hanya terdengar sampai telinga kita saja, yang terpenting kemudian adalah niat hanya semata mata memohon kepada Allaah dan karena Allaah dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya serta dengan merendahkan diri.

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan ketika kita sedang melaksanakan takbiratul ihram / mengangkat tangan kemudian disusul dengan Lafazh takbir. adapun niat salat hajat kurang lebihnya adalah sebagai berikut :

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allaah Ta’ala.”

Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah / sendiri - sendiri) minimal dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat atau menurut pendapat lain tidak terhingga. Jika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.Sabda Nabi saw:"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).

Tata Cara Melaksakan Sholat Hajat :

  • Niat shalat Hajat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram / "Aku niat shalat sunah hajat karena Allah"
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca salah satu surat didalam al quran. Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).
  • Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
  • I'tidal sambil membaca bacaannya
  • Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
  • Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
  • Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.
  • Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya / keperluannya.
Apakah / apa sajakah yang dapat diminta dalam shalat hajat ..?

Setiap manusia dan sebagai manusia pastinya memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. mulai dari keinginan / dibutuhkan menyangkut dirinya sendiri sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut orang lain dan atau sebuah negara. Segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukan segala sesuatunya kepada Allaah Subhanahu Wata'ala, sebab Dia adalah Dzat Yang Maha kaya, yang memiliki langit, bumi, dan Maha Mengatur seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah Suhanahu Wata'ala melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. 

Mengapa kita memohon kepada-Nya dengan Shalat......? 

Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya. Di dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : 

“Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah : 45)

Sholat hajat, ditetapkan secara khusus sebagai ibadah bagi mereka / seseorang yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-sholat yang lain dan memiliki suatu keistimewaan tersendiri dari Allah. Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang muslim. dimana Shalat hajat merupakan salah satu bentuk pernyataan ketidak mampuan seorang hamba akan segala permasalahan yang ada dan sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 45 dan 153 maka datangilah Allaah dan atau memohonlah kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan sholat. 

Dasar hukum shalat hajat selain terdapat dalam Al Quran juga terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa. Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun kholaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka minta kepada Allaah. disamping itu Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya.

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, Tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atas hajat / kebutuhan mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Apapun permasalahan dan atau kesulitan yang ada didunia ini maka pastilah ada solusinya dan Allaah Subhanahu Wata'ala telah menerangkan segala sesuatunya didalam kitab yang disucikan dan mensucikan , kitab yang diberkati dan memberkati , kitab yang memberi rahmat dan merahmati yakni Al Quranul Karim. Datanglah kepada Allaah dan Memohonlah kepada-Nya.

Ali Imran : 83
Share this article :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger