Catatan Terbaru :

Opini dan Fakta

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Opini yang dalam bahasa Inggris nya adalah Opinion menurut sebagian besar orang adalah suatu pendapat dan atau ide yang tertuang dalam bentuk pemikiran yang kemudian dipergunakan untuk menjelaskan suatu kecenderungan tertentu terhadap suatu perspektif dan ideologi yang masih mentah atau bersifat tidak objektif karena suatu opini atau pendapat dan ide belumlah mendapatkan adanya suatu kepastian serta pengujian, 

Opini dapat juga merupakan sebuah pernyataan tentang segala sesuatu yang akan dan telah berlaku pada masa lalu , sekarang dan masa depan yang kebenaran atau kesalahannya tidak serta merta dapat langsung ditentukan meskipun pada masa lalu atau masa sekarang telah terlebih dahulu ditemukan adanya bukti yang mengarah kepada kebenaran.

Karena yang sesungguhnya kebenaran yang sebenar - benarnya hanya Allaah Subhanahu Wata'ala sahaja yang maha mengetahuinya.

Opini jika kemudian dikembangkan bukanlah merupakan sebuah fakta yang mutlak meskipoun nantinya dikemudian hari dapat juga dibuktikan atau diverifikasi kebenarannya , opini tetaplah opini dan tidak akan pernah berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta yang dapat dipatenkan termasuk dalam ilmu pengetahuan Ilmiah yang terus berkembang dan berubah sepanjang zaman.

Fakta adalah segala sesuatu yang dapat tertangkap oleh indra manusia dan atau data nyata yang dapat menjadi bukti / dijadikan bukti setelah melalui beberapa pengujian dan kemudian menjadi suatu kenyataan. Fakta kemudian seringkali diyakini oleh khalayak umum sebagai seseatu hal yang sebenar-benarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya.

Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun. diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:
  • Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
  • Galat biasa terjadi pada proses interpretasi makna dari suatu pengamatan.
  • Kekuasaan kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari suatu pengamatan.
  • Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  • Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
  • Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
  • Informasi mengenai subyek tertentu
  • Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktik individual yang kompleks.

Dzikir Pagi Dan Sore

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dzikir pagi dan sore atau dzikr pagi dan petang sangat banyak dijelaskan didalam Al Quran maupun Al Hadits

Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada / menyebut nama Allah diwaktu pagi dan sore. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya. Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Al-Munaafiquun:9)

Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat 'ashar sampai terbenam matahari.

Salah satu dzikir yang sangat dianjurkan atau bahkan boleh dibilang wajib adalah dzikir pagi dan sore / petang dengan membaca asma'ul husna baik dengan lisan atau hanya sekedar didalam hati.  sebagaimana dijelaskan didalam Al Quran surah Al A'raaf : ayat 205 - 206 

Berikut kami sediakan video asma'ul husna bagi mereka yang tidak / belum hafal ada baiknya untuk sejenak meluangkan waktu guna untuk membaca , melihat , mendengarkan sekaligus melafalkan dzikr ini. 




Shalat Tahajjud

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat Tahajjud adalah sholat sunnah yang dilakukan malam hari setelah bangun tidur / tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar, karena arti dari kata Tahajjud itu sendiri adalah bangun dimalam hari. Salat tahajud / sholat tahajjud adalah salah satu dari sekian banyak sholat sunnah utama yang diutamakan serta memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah subhanahu wata'ala (insya Allah). hukum shalat dan atau perintah shalat tahajjud sebagaimana dijelaskan dalam Al quran surah Al Isra ayat 79 yang kurang lebih dalam bahasa indonesianya adalah :

"Dan pada Sebagaian malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud / laksanakanlah sholat tahajjud sebagai tambahan ibadah bagi engkau. mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji"

Menurut sebagian ahli tafsir dan cendikiawan muslim Shalat Tahajud adalah satu - satunya shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum akhirnya disunnahkan setelah turunnya perintah shalat wajib lima waktu. Berikut adalah sedikit catatan tentang shalat tahajjud :

Lafadz niat shalat tahajjud

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

Artinya: Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka'at karena Allah ta'ala.
  


Tata cara dan bacaan dalam melaksanakan shalat tahajjud,  Tata cara shalat tahajjud tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah yang lain sebagaimana berikut:
  1. Setelah takbirotul ihram (takbir pertama), baca surat Al Fatihah dan setelah itu disunnahkan membaca surat Al Kafirun (Qul Ya Ayyuhal Kafirun.. dst)
  2. Raka'at kedua membaca Al Fatihah dan surat Al Ikhlas (Qul Huwa-Allahu Ahad.. dst)
  3. Waktu ruku' membaca Subhana Rabbiyal Adzimi Wabihamdih 3x.
  4. Waktu sujud membaca Subhana Rabbiyal A'la Wabihamdih 3x.
  5. Setelah tahiyyat dan salam membaca do'a di bawah.


Bacaan do'a atau wirid setelah shalat tahajjud

بِسْمِ اللهِ الرَحْمن ِالرَحيم اَلَلهُم لكَ الحَمْدُ أنتَ قَيِّمُ السَمَواتِ وَالأرِض ومَنْ ِفيهِنَ ولَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَمَواتِ وَالأرِض ومَن فَيهنَ ولَكَ الحمدُ أنت الحقُ وَوَعْدُكَ الحقُ ولِقاءُكَ حَقٌ وقَولُكَ حَقٌ والجنةُ حقٌ والنارُ حَقٌ والنَبَيونَ حقٌ
ومحمدٌ صلي الله عليه وسلم حَقٌ والسَاعَةُ حَقٌ اللهم لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ أَمَنْتُ وَعَليكَ تَوَكَلتُ وَإلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَلَكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْليِ مَا قَدَّمْتُ وما أَخَّرْتُ وما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُبِهِ مِنيِ أَنْتَ الُمقَدِّمُ
وَأَنْتَ الُمؤَخِّرُ لَاإلَهَ إلا أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلا قُوّةَ إلا بالله


Waktu Pelaksaan shalat tahajjud

Waktu pelaksanaan shalat tahajjud adalah mulai setelah isya' sampai sepertiga akhir malam. Ulama membagi waktu tahajjud menjadi tiga, yaitu:

1. Sepertiga malam pertama. Dari jam 19.00 sampai jam 22.00
2. Sepertiga malam kedua. Dari jam 22.00 sampai 01.00
3. Seperti malam ketiga. Dari jam 01.00 sampai masuknya waktu subuh.

Perbedaan Shalat malam dengan shalat tahajjud adalah :

Shalat malam dilakukan pada waktu malam setelah salat isya'. Baik dilakukan sebelum atau setelah tidur. Sedangkan salat tahajjud adalah salat malam yang dilakukan setelah bangun dari tidur. Dengan kata lain, shalat tahajjud pasti solat malam, sedang salat malam belum tentu salat tahajud. 

Wallahu A'lam

Waktu Shalat Maghrib

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Awal dan Akhir Waktu Shalat Maghrib

Awal waktu maghrib adalah ketika matahari tenggelam (akhir waktu ashar) yang dimaksud dan termaksud dalam tenggelamnya matahari adalah hilangnya bulatannya yang hal ini akan terlihat jelas sekali di daerah gurun. 

Adapun di tempat yang memiliki bangunan dan di puncak-puncak gunung, yang dimaksud dengan tenggelamnya matahari (waktu maghrib) adalah tidak terlihat sedikitpun cahaya matahari di atas ujung dinding dan puncak-puncak gunung serta telah datang gelap dari arah timur. Adapun akhir waktu maghrib adalah saat hilangnya syafaq.

Hal ini ditunjukkan dalam hadits :

وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ

“Waktu shalat maghrib adalah bila matahari telah tenggelam selama belum jatuh / hilang syafaq.” (HR. Muslim)

Demikian pula dalam hadits Abu Hurairah :

وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِيْنَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ

“Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.” (HR. At-Tirmidzi, Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam permasalahan awal waktu ini terjadi kesepakatan di kalangan ulama. Namun untuk akhir waktu maghrib, ada perbedaan pendapat.
Doa Niat Shalat Maghrib


Doa berikut ini dibaca pada saat kita akan melakukan shalat maghrib.

Bacaan Doa Niat Shalat Maghrib

“Usahllii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaan-an [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa”

Arti Doa Niat Shalat Maghrib

“Saya sengaja shalat Mahgrib tiga rakaat menghadap kiblat pada waktunya (menjadi makmum / imam) karena Allah semata.”

Bersegeralah Mengerjakan Shalat Maghrib

Hukum Khusyu' Dalam Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bagaimana hukumnya bila setiap hari melaksanakan sholat tapi hati kurang khusyu' dan terkadang fikiran kemana-mana. apakah mendapat pahala ato sholat x sia2 ..?

Alhamdulillah setelah sebelumnya saya membuat catatan Shalat khusyu' pada posting sebelumnya ada juga sesuatu yang harus saya tulis mengenai bagaimana hukumnya shalat orang yang tidak khusyu' ...?

Shalat Khusyu' Menurut sebagian orang adalah konsenstrasi penuh dengan memusatkan hati , pikiran dan perasaan pada saat melewati setiap tingkah / rukun shalat dari mulai takbiratul ikhram sampai dengan salam hanya dan hanya kepada Allaah Subhanahu Wata'ala. lantas bagaimana dengan mereka yang masih dan sedang berada dalam beban pikiran dan perasaan , terlebih ketika hati sedang tidak karuan , hutang menumpuk , pekerjaan belum beres , masalah dimana - mana da sebagainya . 

Apakah shalat mereka masih diterima ....? Apakah shalat mereka syah ...?

Dalam Al Quran Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman :

"Peliharalah semua shalat mu dan peliharalah shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu'. Jika kamu dalam keadaan takut bahaya, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui"

Khusyuk dalam shalat sangat diutamakan, namun karena kelemahan manusia, Allah tidak menjadikannya sebagai syarat sah shalat. Shalat seseorang tetap sah, (dengan catatan hanya untuk membatalkan shalat tepat waktu) meskipun tidak khusyuk / dalam perjalanan / ditengah suatu ancaman, dan kemudian diganti dengan shalat yang lebih sempurna dengan kekhusyu'an. Namun, sebagai seorang mukmin yang baik, mestinya kita berusaha meraih kekhusyukan itu. Apalagi Rasulullah saw bersabda, “Orang yang shalat itu bermunajat dengan Rabb-nya.”
Kita mesti harus berusaha untuk menghadirkan hati di dalam shalat, oleh karena Ber-munajat hanya dapat sempurna dengan cara menghadirkan hati. dan haram hukumnya lalai dalam shalat karena hal tersebut adalah hal yang sia - sia sebagaimana rasulullah Sholallaahu 'Alaihi Wasallam Bersabda :

كَمْ مِنْ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صَلاَتِهِ التَّعَبُ وَالنَّصَبُ

“Betapa banyak orang yang mengerjakan shalat namun ia hanya mendapatkan lelah dan capek dari shalatnya itu.’ (Hadits shahih diriwayatkan oleh ad-Darimiy; juga Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafal yang mirip)

Beliau juga bersabda,

لَيْسَ لِلْعَبْدِ مِنْ صَلاَتِهِ إِلاَّ مَا عُقِلَ مِنْهَا

Seorang hamba tidak mendapatkan bagian shalat kecuali bagian yang dia berakal pada saat mengerjakannya, misal saat sujud saja dia mengingat Allaah Subhanahu Wata'ala maka pahala yang diterimanya adalah pahala untuk sujud , misal dalam melaksanakan shalat hanya khusyu' saat ruku' maka pahala yang didapat adalah pahala ruku' saja.

Kesimpulannya berusahalah untuk menjalani sesuatu , memberikan sesuatu , mengerjakan sesuatu , dengan sungguh - sungguh jangan setengah - setengah karena hasilnya juga akan setengah - setengah.

Berikut beberapa tips shalat khusyuk

Pertama, mempersiapkan shalat dan menghadirkan keagungan Allah. Agar kita dapat mengerjakan shalat dengan khusyuk, janganlah kita memulai shalat kecuali jika kita benar-benar sudah siap. Bukan berarti tidak berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah atau menunda-nunda pelaksanaan shalat, tetapi kita mesti bersiap-siap beberapa saat sebelum shalat kita tunaikan. Segera menghentikan segala aktivitas begitu adzan dikumandangkan. Bahkan sebagian ulama' salaf menyarankan untuk sudah berada di masjid saat adzan dikumandangkan, adzan adalah batas akhir.

Begitu mengambil air wudhu, mestinya jasad dan batin kita siapkan untuk pelaksanaan shalat. Berbagai kesibukan dan aktivitas duniawi tidak lagi menggelayuti hati kita. Fokus kita sudah harus shalat. Benak kita mesti sudah dipenuhi dengan kesiapan untuk berdiri di hadapan Allah. Kalbu kita mesti bersiap-siap untuk melakukan munajat agung.

Keagungan Allah mesti hadir dan bertahta di hati kita. Dengan begitu, kita tidak akan main-main dalam melaksanakan shalat. Bukankah tidak ada orang yang bermain-main saat menghadap dan berbicara dengan seorang raja atau presiden. Dalam shalat seseorang menghadap Allah, Maharaja yang Mahasuci Mahasempurna Mahakuasa Mahaagung dan Mahamulia.

Kedua, mengingat rendah-sepelenya dunia dibandingkan akhirat. menghadirkan rasa, bahwa kita pasti menghadap Allah untuk mendapatkan balasan atas amal-amal kita. Dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan, “Wahai hamba-Ku, hanyasanya itulah amal-amal kalian. Aku menghitungnya untuk kalian kemudian Aku berikan balasannya. Barangsiapa mendapati kebaikan, hendaklah dia memuji Allah; sedangkan barangsiapa yang menghadapi selain itu, janganlah dia mencela siapa pun kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim, at-Tirmidziy, Ibnu Majah, Ahmad)

Mengerti hakikat nilai dunia akan sangat memnbantu seseorang untuk mengerjakan shalat khusyuk.

Ketiga, mengerjakan shalat dengan perlahan, santai, tetapi serius. Tergesa-gesa dapat merusak shalat kita.

Abu Hurairah bertutur, “Kekasihku (Rasulullah saw) berpesan kepadaku supaya dalam shalatku aku tidak mematuk seperti ayam jantan, tidak menolah-noleh seperti seekor anjing hutan, dan tidak duduk seperti seekor kera” (HR. Ahmad, ath-Thayalisi, dan Ibnu Abu Syaybah; menurut Syekh al-Albani, hadits ini hasan)

Terdapat banyak kesimpulan yang kita dapat dari keterangan Al Quran dan Hadits diatas yang pada hakekatnya adalah Islam adalah agama yang mudah dan sangat memudahkan , tidak berat dan memberatkan , karena itu permudahlah jangan kamu persulit , berilah sesuatu yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari.

Wallahu a’lam.

Waktu Subuh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Subuh dan atau waktu subuh , adalah waktu yang memang teramat sangat menarik untuk dibahas dari segi dan atau sudut pandang manapun dan apapun serta bagaimanapun.

Karena disamping waktu subuh adalah suatu waktu dimana akan dan atau sedang berlangsungnya pergantian malam kepada siang tentunya akan banyak hal berbeda dibandingkan dengan waktu malam atau waktu siang saja.

Sepanjang dua lipatan selimut yang membalut dari kaki hingga rambut di waktu subuh sepanjang itu pula dingin yang akut dengan disertai kabut mulai memudar dan hanyut. 


Mungkin akan sulit sekali bagi mereka yang tidak terbiasa untuk bangun subuh setiap hari, dan akan terasa malas karena udara dingin menusuk melalui pori - pori namun hal itu bukan berarti kan harus melalui hari demi hari dengan sepertinya tak memiliki arti... dengan meninggalkan waktu subuh yang memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam al quran dan hadits, serta tidak diragukan lagi keutamaannya.

dan mungkin akan membosankan jika dibahas karena akan lebih bermanfaat untuk dijalankan dan atau dilaksanakan serta akan lebih terasa jika keutamaan shalat subuh dapat dialami sendiri, oleh masing - masing orang.

Salah satu dari sekian banyak keunikan dan atau perbedaan waktu subuh adalah ada di dalam lafadz adzan subuh dimana terdengar satu kalimat tambahan yang berbeda, satu kalimat yang tidak ada pada waktu adzazn yang lain yakni :

“ash shalaatu khairun minan naum"

yang dalam bahasa indonesianya kurang lebih berarti :

"Shalat itu lebih baik dari pada tidur"

Jadi Jangan Sia-siakan Waktu Subuh maka dari itu yuk shalat subuh .....?!?

Berdo'a Memohon Pertolongan Allaah Subhanahu Wata'ala

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"

Berdo'a apapun itu bentuknya baik mencari rijeki, diberi kesehatan , diberi keberkahan , diangkat derajat, dan berbagai macam do'a lainnya. Sebenarnya sudah banyak contoh do'a yang bisa kita pergunakan untuk memohon kepada Nya, seperti halnya do'a meminta kebaikan di dunia dan diakherat itupun sudah mencakup semuanya , baik kesehatan , kekayaan , pangkat , dan sebagainya.

Pun demikian halnya dalam shalat lima waktu yang kita telah lakukan disetiap harinya , sadar atau tidak sadar kita telah berdo'a sebanyak 17 kali untuk :

1. Memohon Rizeqi ,
2. Memohon Ampunan ,
3. Memohon Rahmat
4. Diangkat Derajat dan sebagainya , Khususnya ketika duduk diantara dua sujud

Juga lebih dari 34 kali sudah kita berdo'a memohon petunjuk disetiap shalat fardlu, maka jika kemudian ditambah lagi shalat sunnah kita telah berdo'a baik dengan sadar ataupun tidak sadar sebanyak RATUSAN kali setiap harinya.

Berdo'a memang sangat - sangat dianjurkan bahkan boleh dibilang wajib jika kita membaca firman Allah Subahanahu Wata'ala diatas , yang mana mereka yang tidak mau berdo'a akan dimasukkan ke dalam neraka dengan sangat HINA.

Berdo'a baik dilakukan dengan bahasa arab , bahasa indonesia , bahasa inggris , atau pun bahasa jawa, adalah sama saja, karena Allaah Subhanahu Wat'ala Maha Mengetahui dan Dialah yang mengajarkan kepada kita tentang segala sesuatu di dunia ini termasuk bahasa di tiap - tiap daerah dan atau negara tanpa kita sadari.

Kembali kepada keyakinan masing - masing dan tentunya dengan Izin dan Ridha Allaah , Sebagaimana janji NYA,

Hendaklah kita Mengerjakan perintahnya dan Menjauhi Larangannya , maka Insya Allah akan dikabulkan. Itulah JANJI Allah Dan Allaah Subhanahu Wata'ala tidak akan pernah mengingkari JANJI-NYA.

Begitulah tertulis dikitab Nya dan begitulah adanya.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
Al Baqarah : 45

Siapa dan bagaimana shalat orang yang khusyu' :
yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Al Baqarah : 46

Meninggalkan Sesuatu Yang Tidak Bermanfaat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ

 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ 

[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]

Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Pelajaran :

Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di dalamnya. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian di antara manusia. 


Hadits ini merupakan landasan dalam adab Kebagusan Islam Seseorang

Kebagusan Islam seseorang bertingkat-tingkat. Cukuplah seseorang berpredikat bagus Islamnya jika telah melaksanakan yang wajib dan meninggalkan yang haram. Dan puncak kebagusannya jika sampai derajat ihsan, yang tersebut dalam hadits ke-dua. Besarnya pahala dan tingginya kemuliaan seseorang sesuai dengan kadar kebagusan Islamnya.

Meninggalkan Sesuatu Yang Tidak Penting adalah sesuatu yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Standar manfaat diukur oleh syariat, karena sudah maklum bahwa yang diperintahkan oleh syariat pasti membawa manfaat dan yang dilarang pasti menimbulkan mudhorot oleh karena itu upaya untuk paham syariat adalah aktivitas yang sangat bermanfaat. Menjadi kewajiban seseorang demi kebagusan Islamnya untuk meninggalkan semua yang tidak penting karena semua aktivitas hamba akan dicatat dan celakalah seseorang yang memenuhi catatannya dengan sesuatu yang tidak penting, termasuk di dalamnya adalah semua bentuk kemaksiatan.


Bila melihat fenomena yang menimpa umat, niscaya kita akan mendapatkan mereka terpecah menjadi puluhan kelompok atau bahkan ratusan. Setiap kelompok melemparkan berbagai tuduhan kepada yang lain, yang akhirnya mereka saling menghajar. Semua ini terjadi di kalangan orang-orang yang menisbatkan diri mereka ke as-sunnah (ahlus sunnah), yang mana sebelumnya setiap kelompok tidak dapat mencela akidah dan manhaj kelompok lain, sebelum terjadinya perbedaan ini. 

Fenomena ini bersumber dari kebodohan taqlid yang akut serta pengertian yang sempit terhadap as-sunnah (manhaj ahlus sunnah) dan kaidah-kaidah mengingkari suatu kemungkaran menurut ahlus sunnah, atau (mungkin juga) bersumber dari hawa nafsu, 

Semoga Allah Subhanahu Wata'ala memberi perlindungan dan keselamatan kepada kita semua

Di antara permasalahan yang dapat kita pahami dari hadits diatas adalah bahwa masing-masing dari kita berkewajiban untuk menyibukkan diri dengan hal - hal yang bermanfaat, jangan sampai menyia-nyiakan hal-hal yang tidak penting, baik itu berkenaan dengan perkara agama maupun perkara dunia, Mari kita berusaha keras semampunya untuk menggapai ridha Allaah dan meraih tujuan yang digariskan-Nya, sambil terus memohon pertolongan dari-Nya Agar Menetapi Keimanan.

 Wallahu A'lam

Diam Bisa Menyebabkan Kemiskinan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

“Allah telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu minta (butuhkan dan inginkan). Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat aniaya lagi sangat kufur.” (QS Ibrahim : 13).

Sejak zaman baheula hingga milennium sekarang ini kemiskinan dan selalu saja kemiskinan yang menjadi isu dan pembicaraan pokok di tengah tengah kehidupan bangsa dan negara, penyakit ini tidak hanya menjangkit negara yang sedang berkembang namun negara - negara majupun pada dasarnya mengalami permasalahan yang serupa termasuk negara adidaya seperti Amerika dan atau china yang juga tidak luput dari penyakit kronis kemiskinan.

Kemiskinan pada dasarnya bukan takdir Allaah Subhanahu Wata'ala yang tidak bisa dirubah, karena miskin bukanlah pilihan yang harus dijalani oleh seseorang melainkan pilihan sesuatu yang mubah dengan arti boleh dipilih boleh juga tidak, tergantung kepada manusia nya mau bersyukur atau tidak...?

Setiap negara didunia memiliki permasalahan yang sama hingga sekarang ini dimana problem kemiskinan tak juga lepas dari warga negaranya, Khususnya di Indonesia teramat sangat aneh sebagai salah satu negara dengan jumlah Umat Muslim terbesar didunia namun tidak mencerminkan kehidupan yang Islami penuh keselamatan , ketenangan , ketentraman dan keamanan. Hendaknyalah ada satu diantara kita yang berpikir untuk ikut andil menyelesaikan permasalahan kemiskinan tentunya dengan dilandasi nilai-nilai luhur keislaman.

Ayat yang dikutip di atas mengindikasikan semiskin dan sefaqir apa pun seseorang, ia masih diberikan nikmat tak terhingga oleh Allah. Kendati mendapatkan kesulitan dalam memperoleh keamanan finansial, kita masih diberi nikmat-nikmat dalam bentuk lain. Kenikmatan tersebut dapat berupa kesehatan, umur panjang, dan memperoleh tempat teduh meskipun seadanya.

Istilah ‘miskin’ diambil dari bahasa Arab berasal dari sakana yang berarti diam, tidak bergerak, atau tenang. Faidhullah Al-Hisn menulis, kata ‘miskin’ dalam bentuk mufrad disebutkan Alquran sekitar 12 kali, kemudian dalam bentuk jamak (masaakin) disebut juga sekitar 12 kali. Dari sekian ayat itu, seluruhnya menempatkan posisi si miskin sebagai orang yang perlu dibantu.

Dalam bahasa lain, si miskin dan si faqir memiliki ketidakberdayaan akibat berbagai hal. Dua di antaranya ialah akibat penindasan struktural dan kemalasan mental berusaha (kultural). Misalnya, secara struktural kemiskinan diakibatkan rakyat tidak diperhatikan dengan adanya kebijakan prorakyat, yang berdampak pada aspek kultural sehingga mereka putus asa karena kesulitan mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup. Sebetulnya, kemiskinan bukan takdir dari Allah yang tak dapat diubah. Apabila setiap individu memiliki semangat dalam mencari penghasilan maka kemiskinan dapat diberantas dari muka bumi.....?

Kolektivitas dan kepedulian sejatinya haruslah dimanifestasikan dalam keseharian saat negeri ini dipenuhi kemiskinan tanpa mengabaikan kerja keras orang miskin, tugas individu yang bernasib baik (baca: kaya dan mampu) ialah memberikan sebagian hartanya. Pelaksanaan zakat, infak, dan sedekah menuntut pengelolaan profesional agar kemiskinan dapat diminimalisasi.

Miskin Itu Diam : 1. Diam Tidak Berusaha 2. Diam Tidak Berdo'a dan Berzdikir 3. Diam Tidak Bekerja 4. Diam Tidak Mau Bicara 5. Diam Tidak Mau Membaca 6. Diam Tidak Mengatakan / Mengutarakan Permasalahannya 7. Diam dan Diam yang lainnya

Ingin Kaya ....? Jangan Banyak Diam....!

Wallahu A’lam.

Kami Sudah Bosan Miskin

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tolak Miskin dan Kemiskinan serta Kefaqiran

Begitulah kira - kira judul sebuah tulisan dari tetangga sebelah yang sudah kami tambah dan benahi, kami sudah bosan miskin sholat , miskin do'a dan miskin.

Mustinya bukan begitu lengkapnya , karena tetangga sebelah menulis sebuah buku yang berjudul shalat miskin, entah apa , kenapa , bagaimana isi dari buku shalat tolak miskin tersebut yang pasti menurut beliau yang empunya buku, Insya Allah didalam buku tersebut beliaunya menjelaskan dengan lugas , tegas dan terang serta jelas kepada para pembeli buku karangan tersebut mengenai bagaimana shalat berkhasiat untuk dan  atau dapat menghindarkan para pelakunya daripada kemiskinan , kefaqiran dan mengantarkan mereka meraih sebuah kesuksesan , kejayaan dan kekayaan.

Yang pasti mereka yang demikian miskin Iman

Dalam buku tersebut tentunya juga disertai argumentasi baik secara teoritis maupun empiris yang berbasiskan ayat - ayat Al Quran dan Hadits. yang kemudian jika saudara para pembaca buku tersebut dapat kemudian memahami isi dan atau kandungan buku tersebut dengan baik dan benar serta kemudian menerapkannya dalam keseharian tentunya dengan istiqomah, maka insya Allah akan dapat terhindar daripada kemiskinan dan kefaqiran serta dapat meraih kejayaan , kesuksesan dan kekayaan.

Melalui dan dengan perantaraan buku tersebut yang menurut beliaunya mengajak mereka yang tertarik untuk kemudian membeli serta menperdaya - gunakan seluruh potensi shalat sehari - hari yang mungkin selama ini banyak sekali diabaikan oleh mereka yang miskin dan faqir menurut penulis dan pribadi masing - masing yang merasa miskin dan faqir iman.

Dijelaskan kemudian bahwasanya shalat adalah merupakan sebuah anugerah yang tidak terkira , agung dan suci serta mensucikan , sebuah karunia yang Maha Dahsyat dari Allah subhanahu wata'ala kepada kita semua. kembali tentunya berguna untuk mengentaskan kemiskinan , kefaqiran dan membawa pelakunya kepada kejayaan , kekayaan , dan kebebasan finansial.

Shalat memanglah merupakan sarana sekaligus prasarana dalam rangka untuk memohon , meminta , berkomunikasi kepada Allah Subhanahu Wata'ala. yang kemudian akan membuka sebuah kunci guna untuk meraih sebuah kesuksesan dengan menghadirkan Allah dalam setiap sendi kehidupan sehari - hari kita. maka kemudian jika Allah telah sudahlah hadir kedalam kehidupan sehari hari kita dan memberikan pertolongan Nya kepada kita, niscaya semua urusan akan dengan mudah dan lancar dapat teratasi.

Ingin beli dan mengamalkan isi , kandungan , serta kegunaan dan manfaatnya ...? silahkan ke tetangga sebelah , semoga Allaah subhanahu wata'ala membantu saudara dalam setiap urusan dan memperlancarnya.

“Ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepadaKu dan jangan kamu kufur"

Shalat Dzuhur

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat dzuhur merupakan satu diantara serangkaian shalat fardlu / wajib yang 5 waktu terdiri dari empat raka'at dengan 2 kali duduk tahiyat yang waktu pelaksanaan atau waktu dikerjakannya adalah pada tengah hari. shalat dzuhur dikerjakan setiap hari dari senin sampai dengan minggu kecuali hari jum'at dan laki - laki karena pada hari jum'at shalat dzuhur / sholat dhuhur diganti dengan shalat jum'at bagi laki - laki yang dikerjakan sebanyak 2 raka'at dan ditambah dengan 2 khutbah.

Waktu sholat Dzuhur merupakan saat - saat puncak dari segala aktivitas terlebih dizaman yang seperti sekarang ini , waktu dzuhur seringkali mepet dan atau berdekatan serta bersamaan dengan waktu istirahat  sesudah bekerja / beraktifitas baik dikantor , toko, sekolah , kuliah , dan tempat yang lain selama beberapa jam.

Ada yang perlu juga di ingat bagi yang ingin mengerjakan shalat Dzuhur terlebih dahulu diwajibkan untuk berwudlu agar suci dari hadats kecil seperti kentut / bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim , dan lain sebagainya atau mandi besar jika menanggung hadats besar,

Tata cara pelaksanaan shalat dhuhur ini sama seperti shalat - shalat yang lain (tata cara shalat baik wajib maupun sunnah hampir semuanya sama kecuali shalat jenazah / shalat ghaib (sama). 

Lafadz dan atau gerakan Niat pun tidak jauh berbeda dengan shalat yang lain , hanya saja berbeda pada waktu pengucapan nama , waktu dan atau jumlah raka'at shalatnya , misal dhuhur , ashar , maghrib , isya' subuh dua raka'at , tiga raka'at , atau empat raka'at. 

hm........ ada lagi yang berbeza yakni kerasnya suara imam pada 2 rakaat yang pertama dimana untuk shalat subuh , maghrib dan isya' lebih afdhal untuk dikeraskan suaranya , sedangkan untuk ashar tidak dianjurkan untuk mengeraskan suara.

Hampir semua orang jika tanya kenapa tidak dikeraskan suara dan atau bacaan al quran pada saat shalat dhuhur dan ashar ...?

Jawabannya kurang lebih sama tidak ada / tidak tahu / belum diketemukan penjelasan dari Rasulullah saw. mengapa pada raka'at pertama dan kedua waktu shalat Zuhur dan Ashar kita tidak dianjurkan mengeraskan bacaan al-Fatihah dan surah / ayat setelahnya.

Bukankah pada waktu melaksanakan sholat pada hakikatnya kita sedang bermunajat dan berdo'a serta berkomunikasi dengan / kepada Allah ?

Bukankah Allaah Rabb yang kita seru Maha Mendengar , Maha Mengetahui, Maha Melihat ...?

Bukankah Allaah Subhanahu Wata'ala juga melarang kita untuk mengeraskan suara dan atau merendahkan suara pada saat shalat seperti dijelaskan dalam Al Quran :
Janganlah mengeraskan suaramu dalam shalat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya (QS. al-Israâ’ : 110)

– Wallahu A‘lam–

Kebaikan Dunia Dan Akherat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ya Alloh Berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk karena Engkaulah yang Maha Memberi Petunjuk,

Dan Berikanlah Keselamatan padaku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri keselamatan Karena Engkaulah Maha Pemberi Keselamatan 

Dan pelihara-lah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau pelihara Karena Engkaulah Maha Memelihara

Dan berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku Karena Engkaulah Maha Pemberi Keberkahan

Dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan Karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukumi


Ya Allaah 

Hanya kepada Engkaulah aku menyembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan 

Berikanlah kepadaku kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan peliharalah aku dari siksa neraka

Shalat Qashar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sholat Qashar atau shalat qasar dan atau salat qashar adalah penyebutan / penamaan akan suatu cara , syariat , hukum yang memperbolehkan seseorang untuk melakukan atau melaksanakan juga bisa dikatakan mengerjakan serta mendirikan shalat wajib / fardlu dengan cara meringkas dan atau mengurangi jumlah raka'at dalam sholat wajib yang bersangkutan khususnya meringkas sholat / shalat yang harus dikerjakan sebanyak empat rakaat menjadi lebih ringat dua rakaat.

Sholat Qoshor adalah merupakan suatu keringanan yang telah diberikan khususnya kepada mereka yg sedang bepergian  / sedang melakukan perjalanan. shalat yang memungkinkan dapat diqashar adalah sholat dzuhur, shalat ashar dan salat isya, yang mana jumlah raka'at asli dari ketiga shalat wajib tersebut berjumlah empat raka'at yang kemudian diringkas  / dikurangi / dijadikan ringan menjadi dua raka'at sahaja.
Dalil yang dijadikan sebagai dasar untuk melakukan shalat qasar adalah :

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar salat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS an-Nisaa’ 101)


Dari ‘Aisyah ra berkata: “Diwajibkan sholat dua rakaat kemudian Nabi hijrah, maka diwajibkan 4 rakaat dan dibiarkan shalat safar seperti semula (2 rakaat).” (HR Bukhari) Dalam Riwayat Ahmad menambahkan : “Kecuali shalat Maghrib, karena sholat Maghrib adalah shalat witir di siang hari dan sholat Subuh agar memanjangkan bacaan di dua raka'at tersebut”

Sholat Qoshor merupakan salah satu keringanan yang diberikan dalam melaksanakan sholat dan hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang sedang berada / melakukan perjalanan / bepergian / musafir. Seorang musafir boleh melaksanakan shalat berjamaah dengan Imam yang muqim. namun seandainya seorang musyafir menjadi makmum / bermakmum / melaksanakan shalat berjama'ah dengan imam setempat / yang muqim, maka musyafir tersebut harus mengikuti shalatnya sang Imam atau tidak meng-Qashar shalatnya. 

Syarat diperbolehkannya Meng - Qashar shalat baik waktu , jarak perjalanan dan lain sebagainya Ikuti saja :) imam masing - masing ^_^ dizaman seperti ini semua sudah serba maju dan cepat jarak 60 Km atau 100 Km atau bahkan 500 KM pun bisa ditempuh hanya dengan menit dan atau jam. 

So................. ^_^ optional ^_^ hidup sudah sulit jangan dibuat sulit ^_^ permudahlah jangan dipersulit.

Namun jangan juga menganggap mudah dan atau meremehkan. 

Wallahu A'lam

Ayat Al Quran Tentang Shalat 1

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Berikut ini adalah salah satu diantara sekian banyak Ayat Al Quran yang menerangkan Tentang Keutamaan Sholat yang pada ayat ini lebih kepada diperolehnya keutamaan dan atau manfaat yakni dapat Mencegah pelakunya Dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Arabic 

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

 وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

English

recite (O Muhammad Sal-Allaahu 'alayhe Wa Sallam) what has been revealed to You of the Book (the Qur'ân), and perform As-Salât (Iqamât­as ­Salât). Verily, As-Salât (the prayer) prevents from Al-Fahshâ' (i.e. great sins of Every kind, unlawful sexual intercourse, etc.) and Al-Munkar (i.e. disbelief, polytheism, and Every kind of evil wicked deed, etc.)

and the remembering (praising, etc.) of (you by) Allâh (in front of the angels) is greater indeed [than Your remembering (praising, etc.) Allâh In prayers, etc.]. and Allâh knows what You do.

Indonesia 

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan- perbuatan keji dan mungkar.

Dan sesungguhnya mengingat Allah (Dzikir) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 Al Quran Surah Al 'Ankabuut : 45

Dzikr Sesudah Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dzikir setelah shalat adalah salah satu rutinitas dzikir yang harus kita amalkan dan atau kita jalankan pada tiap - tiap waktu seusai menunaikan shalat wajib dan atau shalat sunnah, hendaknyalah kita tidak terburu buru keluar dan atau berdiri dari tempat shalat setelah salam, namun hendaknya kita merutinkan Dzikir setelah sholat sebagai tambahan amal ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah.

Dzikir sesudah shalat jika kita ibaratkan didalam kehidupan sehari - hari bagi tubuh kita adalah laksana minum sesudah makan, agar tidak tersedak kemudian dan atau kehausan ditengah jalan.

Demikian halnya Dzikir dan atau Do'a sesudah sholat sebagai salah satu bentuk penghambaan ,  ketidakmampuan , ketidakberdayaan , permohonan pertolongan , serta salah satu dari pengakuan kelemahan kita sebagai makhluk yang berkehendak kepada Nya.

Suatu kepastian dan ketetapan dari Nya bahwa dzikir dan do’a adalah salah satu diantara sekian banyak amal shaleh yang dapat mendekatkan diri seorang muslim kepada Rabbnya, bahkan ia merupakan kunci pembuka semua kebaikan yang di inginkan seorang hamba Allaah didunia dan akhirat. Maka wajiblah bagi seorang hamba Allah Ta’ala yang ingin membukanya hendaknya menjaga dzikir dan do’a serta terus memohon perlindungan kepada Allaah kepada siapa lagi kalau bukan kepada Nya  :

Dari sekian banyak uraian tentang keutamaan dan atau manfaat dari Dzikir dan Do'a sesudah shalat adalah dapat memberikan ketentraman hati dan ketenangan pikiran sebagaimana dijelaskan didalam salah satu Firman Nya :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28)

Berikut adalah sebuah persembahan kepada Sahabat Muslim sekalian sebuah dokumen bacaan dzikir dan do'a setelah shalat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Semoga dapat membantu kita mengamalkan amalan yang mulia ini secara rutin setiap selesai shalat fardhu.

Bacaan dan atau Dzikir sesudah sholat

Keutamaan Beramal Shaleh

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Puji syukur alhamdulillaah hingga detik ini dan saat mencatat tulisan diblog ini admin masih senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang oleh Allaah Subhanahu Wata'ala sehingga masihlah juga sempat menguraikan sebait dan atau dua bait kata sebagai pengingat diri admin dan atau sekaligus penambah pengetahuan sekali lagi bagi diri admin sendiri serta pembaca blog ini pada umumnya.

Dalam catatan kali ini admin akan sedikit mengetengahkan ayat Al Qur'an tentang keutamaan beramal yang mendekat diri kepada Allah, sebagai pendorong agar seseorang lebih giat beramal serta memperbanyak amal shaleh, berlomba-lomba dalam beramal dan merasakan nikmatnya beramal.

Allah berfirman sebagaimana tersurat dalam kitab Nya surah Al Baqarah ayat 25

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap dari mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya". (Q.S. Al Baqarah: 25).

Ok sepintas ayat tersebut terkesan seperti sebuah dongeng yang diada-adakan dan sulit untuk dipercaya , sehingga kemudian menimbulkan pertanyaan benarkah hal tersebut ...? apakah benar nantinya setelah mati kita akan dibangkitkan ..? apakah ada hidup sesudah kematian dan benarkah tulang - belulang yang sudah hancur akan dapat kembali disatukan...? 

Yups...... begitulah pertanyaan bagi mereka yang ragu - ragu dan terus berada dalam kesesatan, ingkar akan hari pembalasan dan ingkar akan pertemuan dengan Rabb mereka, sebagaimana dijelaskan didalam Kitab Nya, biarlah bagi mereka yang tetap demikian karena kelak mereka akan mengetahui dan sekaligus merasakan apa yang telah diancamkan kepada mereka, dan dijelaskan bagaimanapun juga mereka yang tidak percaya ketika sudah tidak lagi ada izin dan ridha Allaah maka tetaplah mereka dalam keadaan yang demikian , kecuali Allaah Subhanahu Wata'ala berkehendak yang lain. (al ayat)

Penjelasan tentang keutamaan suatu amal akan membangkitkan semangat serta kerinduan untuk beramal, dapat menciptakan kekutan rohani dan jasmani, mengusir rasa malas dan keengganan, juga dapat menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan ketaatan dan ibadah, disamping itu beramal shaleh juga dapat mencegah kita dari azab dan murka Allaah Subhanahu Wata'ala dengan kata lain akan menyelamatkan kita dari segala bala' , bencana , fitnah dan kejahatan dari makhluk Nya.

Tentunya sebelum dan atau sesudah melakukan hal yang demikian hendaklah setiap orang menanamkan niat didalam lubuk hati yang paling dalam bahwasanya kita hidup didunia ini adalah dalam rangka untuk mengabdi kepada-Nya dengan hati ikhlas dan hanya semata - mata mengharap ke - Ridha - an Nya.

Nilai kebaikan amal shaleh merupakan implikasi dari keimanan seseorang dan memiliki tempat yang mulia dalam ajaran Islam. Karena itu, Allaah memberikan balasan kebajikan untuk orang-orang yang istiqamah dalam beramal shaleh yang kurang lebih diantaranya adalah : 

Pertama, diberi pahala yang besar. ”Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Maidah : 9).
Kedua, diberi kehidupan yang layak. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl : 97).

Ketiga, diberi tambahan petunjuk. “Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.” (QS Maryam : 76).

Keempat, dihapuskan dosa-dosanya. “Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Ankabut : 7).

Kelima, dimuliakan hidupnya. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS al-Isra’: 70).

Keenam, dijauhkan dari kerugian dan atau kegagalan dalam menjalani kehidupan. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-Ashr : 1-3).

Untuk itu, hanya amal shaleh yang berasal dari keimanan kepada Allaah Subhanahu Wata'ala keyakinan akan keadilan-Nya, dan hanya berharap akan rahmat-Nya yang akan membawa manfaat dalam kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 

Wallahu A’lam.

Waktu Shalat Ashar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Allah Ta’ala berfirman :

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua shalat, dan peliharalah shalat wustha (ashar) Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238)

Shalat Ashar adalah sholat wajib (fardlu) yang dikerjakan sesudah shalat dzuhur dan sebelum shalat maghrib yang dikerjakan sebanyak empat raka'at dengan dua kali duduk tahiyat. kebanyakan ulama' berpendapat Waktu Sholat Ashar bermula ketika panjang dari bayang - bayang sebuah benda telah melebihi panjang daripada benda itu sendiri. sedangkan khusus untuk mereka yang bermadzhab Imam Hanafi, jatuhnya waktu shalat Ahsar dimulai ketika panjang sebuah bayang-bayang dari benda sudah mencapai dan atau dua kali melebihi panjang daripada benda itu sendiri dan berakhir hingga terbenamnya sang mentari atau memasuki waktu shalat maghrib.

Waktu sholat dari hari ke hari diantara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya adalah sangat bervariasi. karena sangat berkaitan erat dengan peredaran Matahari yang sangat relatif terhadap bumi yang tentunya akan menempatkan dan atau memberikan informasi serta waktu yang berbeda di masing - masing daerah sehingga jadwal sholat tidak dapat dipastikan dan atau dipatenkan. namun demikian dengan semakin canggihnya technologi, waktu sholat sejatinya telah dapat dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu menggunakan trigonometri tiga dimensi.

Sholat ashar atau sholat wustha pertengahan adalah salah satu sholat yang Allaah Subhanahu Wata'ala tekankan untuk dijaga, dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menjadikannya bersama sholat subuh sebagai sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sebaliknya, beliau memperingatkan bahwa meninggalkan shalat ashar merupakan sebab terhapusnya amalan seorang hamba.

Sebuah hadits Abu Hurairah menunjukkan bagaimana perhatian Allaah kepada para hamba-Nya, tatkala Dia mengutus para malaikat untuk mencatat amalan mereka, ada yang bertugas dari subuh sampai sore dan ada yang bertugas dari sore sampai subuh. Karenanya shalat subuh dan sholat ashar merupakan dua shalat yang disaksikan oleh para malaikat.

Kemudian dalam hadits Jarir di atas disebutkan salah satu aqidah pokok dari akidah-akidah ahlussunnah, yaitu bahwa kaum mukiminin kelak akan melihat Allaah pada hari kiamat di dalam syurga. Para ulama menyatakan: Ada tiga masalah, siapa yang menerimanya maka dia adalah ahlus sunnah dan siapa yang menolaknya maka dia ahli bid’ah: Al-Uluw (sifat tinggi Allah), al-kalam (bahwa kalam Allah bukan makhluk), dan ar-ru`yah (bahwa Allaah akan dilihat di surga). Karenanya Imam Ahmad, Sufyan Ibnu Uyainah, dan selainnya, mereka menyatakan kafirnya orang yang mengingkari Allaah bisa dilihat pada hari kiamat di dalam syurga.

Wallahu A'lam 

Waktu sholat ashar sudah tiba !!.

Hanya Kepada Mu Ya Allaah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ya Allah Ya Rabbi, kepada Mu saja aku mengadukan kelemahan kekuatan Q, kekurangan akal Q dan kehinaanku di hadapan manusia.

Engkau Yang Maha Pengasih, Engkau Yang Maha Penyayang , Engkau Raja dari Segala Raja , Engkau Pemilik Kebesaran Dan Kemulyaan , 

Engkaulah Yang Maha Memberi Pertolongan 

Tuhan orang - orang yang lemah

kepada siapa lagi hendak ku serahkan diriku, selain kepada MU ?

Ya Rabb Berilah rahmat dan hidayah kepada ku , kepada orang - orang disekeliling ku , kepada teman , saudara dan semua hamba Mu.

Ya Rabb Ampunilah segala dosa - dosa ku , ampunilah kekhilafan ku , kesalahan ku , dan tindakan - tindakan yang berlebihan dalam urusan ku.

Ya Rabb Aku berlindung dengan Dzat Mu yang menyinari segala kegelapan agar Engkau tidak menurunkan kemarahan Mu atau murka Mu kepadaku.

Hanya kepada Mu aku menyembah dan hanya kepada Mu aku memohon pertolongan

Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Pertolongan Mu

Ya Rabb Kabulkanlah Permohonan ku

Shalat Tahajud Bag 1

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Alhamdulillaah, wassholaatu wassalaamu 'ala Rosulillaah wa 'ala alihi wa shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin ilaa yaumid diin.

Shalat bukan hanya sekedar tugas seorang manusia sebagai seorang hamba Allaah Subhanahu Wata'ala melainkan juga sebagai mediasi kita untuk berkomunikasi dengan Nya dalam rangka untuk memohon pertolongan , mengabdi , bersujud , dan mengagungkan Nya, yang dalam perwujudannya dibagi menjadi dua kategori yakni Shalat Wajib dan shalat sunnnah sebagai penyempurna dan atau tambahan amal ibadah guna untuk mendekatkan diri kepada Nya. 

Shalat tahajjud adalah merupakan ibadah kehormatan bagi seorang muslim yang beriman, karena berbagai sebab dan atau keutamaan didalamnya seperti mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkannya dari kesepian di alam kubur, mengharumkan tubuh, dijamin baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi perhiasan surga.  Selain itu juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi mereka yang mendirikan shalat tahajjud diberikan manfaat berupa keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, dipelihara oleh Allah dari segala macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain (tempat terpuji) serta akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, kelak ketika dibangkitkan dari kubur akan memiliki wajah yang bercahaya, diberi kitab amal yang baik ditangan kanannya, dimudahkan hisabnya serta berjalan di atas shirat bagaikan kilat


Diantara sekian banyak shalat sunnah yang memiliki nilai dan keutamaan yang tinggi , shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang seringkali dan acapkali serta sudah seringkali diperbincangkan serta dikupas tuntas baik manfaat maupun keutamaannya, bahkan Shalat tahajjud adalah satu - satunya shalat sunnah yang asal hukumnya wajib bagi Baginda Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam , walaupun kemudian akhirnya disunnahkan untuk umatnya agar tidak memberatkan.

Shalat Tahajjud adalah sholat yang dikerjakan pada sepertiga malam khusus setelah bangun tidur , sungguh suatu kenikmatan yang indah tiada banding bila ada seorang hamba Allaah yang bisa dan mampu merasakan dan melaksanakan dengan istiqomah bermunajat dengan Allah pada tengah malam dengan shalat tahajjud dan dzikr.

Diantara sekian banyak manfaat dan keutamaan shalat khususnya tahajjud yang ternyata tidak hanya menempatkan pelakunya pada sebuah tempat dan atau kedudukan yang istimewa di hadapan Rabb Sang Pencipta Alam semesta ini, namun ternyata shalat tahajjud juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mengusir penyakit sebagaimana dikemukakan oleh para ahli yang telah banyak melakukan penelitian terkait shalat sunnah khususnya shalat tahajjud.

Pernahkah anda berpikir kenapa dan atau mengapa kita harus berdoa setiap hari dan sepanjang hari dengan waktu yang ditentukan ? 

Mungkin sebagian dari kita ada yang akan manjawab hal tersebut adalah memang sudah kewajiban kita sebagai makhluk , ada juga yang mungkin menjawab ini sudah tugas yang harus dilakukan sebagaimana tersurat didalam kitab suci Al Quran. serta banyak lagi jawaban rasionalisasi yang akan keluar dari mulut kita terkait dengan shalat , do'a dan dzikr. 

Namun, ketahuilah bahwa semua yang telah kita anggap sebagai tugas serta tanggung jawab dan atau juga kewajiban yang memang diturunkan Oleh Sang Pencipta untuk dilaksanakan oleh umat manusia memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap jalan dan lika liku kehidupan kita sendiri. kebanyakan orang mungkin tidak dan atau belum menyadari bahwa kepatuhan terhadap ritual dan atau syariat keagamaan seperti halnya shalat serta berbgai bentuk ritual ibadah lainnya sangat berpengaruh dan atau memiliki fungsi serta kegunaan untuk meningkatkan sistem kekebalan yang ada ditubuh kita.

Tidak sedikit penelitian yang telah dilakukan oleh para ulama' serta cendikiawan muslim dan atau sarjana islam terkait dengan shalat tahajjud dan hubungannya dengan kesehatan baik itu kesehatan jasmani dan rohani serta memang tidak bisa disangkal lagi karena bukti - bukti dari hasil penelitian telah banyak menyatakan hasil yang luar biasa. 

Namun demikian tidaklah lantas begitu saja shalat tahajjud dapat memberikan manfaat kepada para pelakunya tanpa kemudian didasari , dilandasi serta dibarengi dengan kekhusyu'an , ke-istiqomahan , serta keikhlasan dalam niat hanya untuk mengharap Ridha Nya. 

Bersambung Insya Allah

Shalat Sunnah Mutlaq

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu Shalat sunnah mutlak dan Shalat sunnah muqayyad. Sholat Sunnat Mutlaq adalah salat sunnah yang dapat dilakukan tanpa memerlukan sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat. Jumlah rakaatnya tidak terbatas dan dilakukan sebanyak 2 raka'at dengan satu kali salam.

Niat Shalat

Niat sholat sunnah mutlak ini, sebagaimana sholat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat dengan hanya karena Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.

Sesungguhnya di balik disyari’atkannya shalat sunnah terdapat hikmah-hikmah yang agung dan rahasia yang sangat banyak, di antaranya untuk menambah kebajikan dan meninggikan derajat seseorang. Juga berfungsi sebagai penutup segala kekurangan dalam pelaksanaan shalat fardhu. Juga dikarenakan shalat mempunyai keutamaan yang agung dan kedudukan yang tinggi yang tidak terdapat pada ibadah-ibadah lainnya. Di samping hikmah-hikmah yang lain.

“Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami, pelayan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , berkata, ‘Aku pernah menginap bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , kemudian aku membawakan air wudhu untuk beliau serta kebutuhannya yang lain. Beliau bersabda, ‘Minta-lah kepadaku’, maka aku katakan kepada beliau, ‘Aku minta agar bisa bersamamu di Surga’, beliau bersabda, ‘Ataukah permintaan yang lain?’ Aku katakan, ‘Itu saja’. Beliau bersabda, ‘Kalau begitu bantulah aku atas dirimu dengan banyak bersujud (shalat)’.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan :

“Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu , ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wasalam ber-sabda, ‘Sesungguhnya amal seorang hamba yang per-tama-tama kali di hisab (diperhitungkan) pada Hari Kiamat nanti adalah shalatnya, apabila shalatnya baik maka sungguh dia telah beruntung dan selamat, dan jika shalatnya rusak maka dia akan kecewa dan merugi. Apabila shalat fardhunya kurang sempurna, maka Allah berfirman, ‘Apakah hambaKu ini mempunyai shalat sunnah?, maka tutuplah kekurangan shalat fardhu itu dengan shalat sunnahnya.’ Kemudian begitu pula dengan amalan-amalan lainnya yang kurang’.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih)

Ingin menambah pahala dan termasuk kedalam golongan hamba - hamba Nya yang shaleh.....? 

Sering - seringlah Melaksanakan Sholat dan Dzikr

Wallahu A'lam

Manfaat Shalat Tahajjud

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dalam Al Quran yang menyiratkan keutamaan shalat tahajud dan keistimewaan dalam shalat Tahajjud, adalah bahwasanya sholat tahajjud adalah satu-satunya shalat sunnah yang perintahnya terdapat langsung dalam Al Qur'an. Hal ini mengisyaratkan kedudukan tinggi yang memiliki derajat yang hampir setara dengan shalat wajib, bahkan menurut sebagian ulama pada masa Rosulullah SAW sholat tahajjud adalah wajib sebelum akhirnya disunnahkan agar tidak memberatkan umat. 

Kebanyakan shalat sunnah khususnya tahajjud ternyata tidak hanya membuat pelakunya mendapatkan tempat istimewa di hadapan Pencipta Alam ini, namun terdapat juga manfaat dan atau khasiat bagi mereka yang rutin melaksanakannya.

Diantara sekian banyak manfaat sholat Tahajjud yang mungkin telah banyak diuraikan oleh para ustadz dan atau da'i serta para pencari hikmah berikut adalah sedikit uraian tentang manfaat sholat tahajjud yang dijelaskan dalam al quran dan hadits.
Manfaat yang pertama

Akan menjadikan pelakunya memiliki sifat rendah hati. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”

Manfaat yang kedua

Akan menjadikan pelakunya sebagai orang yang selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam hadist Nabi SAW, yang artinya : “Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat hingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, maka jawabnya : “Bukankah aku ini seorang hamba yang banyak bersyukur”. (HR. Jam’ah kecuali Imam Abu Daud, yang bersumber dari Al Mughirah bin Syu’bah R.A)

Manfaat yang ketiga

Dapat melepaskan sipul godaan syaitan (mengusir syaitan) serta menjadikan badan segar dan penuh semangat. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya : “Pada waktu seseorang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul dikepalanya. Untuk setiap ia mengatakan : “tidurlah engkau sepanjang malam, bila ia terbangun, lalu menyebut nama Allah, maka lepaslah satu simpul, Jika ia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi; dan jika ia shalat, maka terbukalah seluruh simpul.Pada waktu bangun lagi,ia akan merasa penuh semangat dengan badan yang segar. Jika tidak,i a akan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan malas.”(HR.Imam Bukhari, dari shahabat Abu Hurairah r.a)

Wallahu A'lam

Shalat Tahiyyatul Masjid

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sholat Tahiyat / Tahiyyatul Masjid (تحية المسجد) adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebanyak dua rakaat pada saat / ketika  seorang muslim sedang memasuki masjid tanpa diawali dengan duduk / dzikr terlebih dahulu. Niat dan tatacara shalat Tahiyyatul masjid ini adalah sebagaimana juga shalat yang lainnya. maksud dilakukannya tahiyyatul masjid adalah mendekatkan diri kepada Allah , seperti halnya seseorang yang masuk ke rumah orang lain maka hendaknya mengucapkan salam kepada pemilik rumah.

Hadis Rasulullah SAW yang terkait dengan shalat tahiyyatul masjid ini antara lain : “Apabila seseorang di antara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu” (H.R. Bukhari dan Muslim)


Waktu untuk mengerjakan sholat tahiyyatul masjid adalah ketika seseorang masuk masjid sebelum duduk. adapun jika kemudian seseorang sengaja duduk dan menyadarinya maka tidak disyari'atkan bagi orang tersebut untuk kembali berdiri dan mengerjakan sholat tahiyatul masjid karena waktu untuk mengerjakannya telah selesai, sedangkan bagi seseorang yang masuk masjid karena tidak tahu atau lupa dan kemudian langsung duduk sebelum melaksanakan sholat tahiyatul masjid, maka disyari'atkan baginya berdiri dan melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dua rakaat, karena bagi yang berudzur waktu untuk melaksanakan sholat belum berlalu, dengan syarat antara duduk dan shalatnya tidak berselang lama.

JIka kemudian ketika seseorang masuk masjid bersamaan dengan saat muadzin mengumandangkan adzan, maka yang disyari'atkan baginya adalah terleih dahulu menjawab seruan adzan dan mengakhirkan pelaksanaan sholat tahiyatul masjid agar mendapatkan keutamaan menjawab seruan adzan.


Lafadz Niat Shalat Tahiyatul Masjid.

Ushalli Sunnata Tahiyyatul Masjidi Rak'ataini Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta'ala

Dalam Bahasa Indonesia

Saya Niat Shalat Sunnat tahiyatul Masjid dua reka'at dengan menghadap Qiblat karena Allah Ta'ala.

Shalat Taubat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Para Rasul , Para Auliya, Para Syuhada' dan Sahabatnya serta umatnya yang berpegang teguh kepada Ajaran Islam hingga akhir zaman.

Allah adalah Tuhan semesta alam. 

Penguasa langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya, Allaah Subhanahu Wata'ala menetapkan takdir bagi semua makhluk-Nya dan menetapkan syariat yang harus mereka jalankan. Dia menetapkan perintah dan larangan yang harus dipatuhi, dan juga menyiapkan balasan bagi keduanya. Maka barangsiapa yang taat akan mendapatkan pahala sedangkan mereka yang bermaksiat akan mendapat siksa. 

Sesungguhnya sejak awal Allaah menciptakan manusia menyertakan kelemahan dalam diri mereka, lemah untuk melaksanakan berbagai perintah Allaah yang sangat banyak dan lemah dalam meninggalkan semua larangan karena banyaknya sarana duniawi yang memikat dan menarik serta melalaikan dari mengingat Allah, dan janganlah ada pada diri setiap orang perasaan sempurna dan bebas dari dosa serta tidak akan mau bertaubat kepada Allah, karena merasa dirinya orang suci yang tidak memiliki dosa, karena kita umat manusia adalah makhluk yang tidak luput dari salah dan dosa. 

Sebagai manusia, kita haruslah memperbanyak muhasabah dan sadar diri akan kelemahan yang dimiliki, baik dalam melaksanakan kewajiban atau meninggalkan keharaman, khususnya dizaman yang rancu seperti saat ini , zaman dimana sudah tidak jelas lagi mana yang halal dan mana yang haram karena semua telah bercampur baur tanpa bisa dikendalikan.

Adalah shalat taubat hendaknya menjadi rutinitas setiap orang dalam menjalani kehidupan dizaman ini, meskipun hal tersebut tidak serta merta dapat melepaskan kita dari adzab dan siksa Nya. namun hendaknyalah kita selalu berusaha untuk menjadi umat yang selalu kembali kepada Nya, bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahan dan ke-alpaan serta tingkah laku yang berlebihan.

Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang hendaknya dilakukan oleh seorang muslim jika dan ketika ingin bertaubat setelah menyadari segala kesalahan , kekeliruan , kealpaan , dan tingkah laku yang berlebihan yang pernah ia lakukan. Sholat taubat seringkali dilaksanakan dengan dua raka'at pada waktu yang bebas tidak terikat pada waktu tertentu / bisa dilakukan kapan saja , kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.

Niat shalat ini sama sebagaimana juga shalat yang lain dan cukup diucapkan di dalam hati, karena yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta'ala dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila kemudian ingin dilafalkan maka janganlah terlalu keras dan cukup didengar oleh diri sendiri sehingga tidak mengganggu Muslim lainnya, gunakanlah dengan hikmah dan bijaksana.

Dari Ali bin Abi Thalib r.a ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersabda: 'Tidaklah seseorang melakukan dosa kemudian ia bersuci (berwudhu) dan melaksanakan shalat lalu meminta ampunan kepada Allaah, melainkan Allaah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah (QS. Ali Imran 135).'" (HR. at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani)


Tata Cara Shalat Taubat
  1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai Al Quran dan Sunnah).
  2. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat yang lainnya.
  3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat.
  4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
  5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.
  6. Berdo'a dengan sungguh sungguh memohon ampunan atas segala kesalahan dan kealpaan.
  7. Menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
Tetap terbukanya pintu taubat merupakan bagian dari rahmat Allah Ta'ala kepada umat ini. Pintu Taubat masih tetap berlaku sebelum nyawa sampai dikerongkongan dan matahari terbit dari barat. Kesempurnaan anugerah ini berlanjut dengan mensyariatkan kepada mereka ibadah paling mulia yakni shalat taubat untuk dijadikan sebagai sarana oleh orang yang bertaubat agar diampuni dosa dan kesalahannya serta diterima taubatnya.

Wallahu A'lam

Aku Ingin Belajar Shalat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Aku ingin belajar sholat adalah kata - kata yang seringkali terucap dari mulut seseorang yang kemungkinan besar memang berasal dari hati nurani mereka yang telah tersentuh dan atau tercerahkan oleh petunjuk Ilahi. Penyebabnya bisa bermacam - macam entah itu berasal dari kejadian yang dialami oleh diri sendiri maupun oleh karena arahan orang lain yang pasti kesemuanya adalah berasal dari Ilahi. 

Terkadang ada sebagian dari kita dan atau mereka yang kemudian mengaku atau mengklaim bahwa mereka atau kita telah banyak melakukan kebaikan dan atau telah banyak mengentaskan kesesatan dan atau mengarahkan orang lain agar lebih beragama / lebih memiliki aturan. 

Ketahuilah yang demikian adalah kurang bisa untuk dibenarkan, karena apapun dan dimanapun serta dalam bentuk apapun usaha yang dilakukan oleh seseorang tak jauh dan tak bukan serta tidak terlepas dari kekuasaan Allaah Subhanahu Wata'ala.

Adapun usaha yang telah kita lakukan dan atau kita kerjakan adalah semata - mata mengerjakan perintah Nya dengan artian mengabdi dan hanya sekedar bisa menasehati seseorang, adapun nantinya orang yang kita nasehati dapat berubah menjadi lebih baik hal tersebut seyogyanya kita kembalikan kepada Kekuasaan Nya. 

Dengan tanpa Ridha Nya dan Izin Nya tak ada seorangpun yang dapat mengarahkan dan atau menasehati orang lain menjadi lebih baik dan atau beragama terlebih masalah shalat , dzikir dan do'a, yang kesemuanya adalah murni dan tanpa campur tangan seorangpun melainkan hanya dan hanya atas Izin Nya. 


Bahkan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun tidak dapat meng-islam-kan kedua pamannya sendiri.

Belajar sholat adalah hal yang teramat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan memberikan pelajaran sholat juga adalah hal yang teramat mudah bagi mereka yang telah belajar dan melaksanakan sholat namun..... kembali lagi tiadalah berguna dan tiadalah artinya ketika sholat yang dilakukan adalah hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban atau hanya sekedar melaksanakan kegiatan rutin, karena esensi dari sholat itu sendiri adalah untuk mengingat Allaah , Berdzikir kepada Allaah, Berdo'a kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dan memohon pertolongan kepada Nya, dengan memurnikan ketundukan dan kepatuhan hanya kepada Sang Penguasa, Raja segala Raja. 

Salah satu dari esensi sholat yang paling banyak diketahui seseorang adalah mencegah dari perbuatan keji dan mungkar , akan tetapi kemudian jika kita melihat fakta yang ada dilapangan tidak sedikit dari kita (termasuk yang menulis catatan ini) serta mereka yang masih juga terjerembab kedalam perbuatan keji dan mungkar. lantas .......... dimanakah bekas dan atau manfaat serta faedah sholat yang telah dilaksanakan...? 

Tidak bermaksud untuk mengatakan sesuatu yang jelek tentang mereka yang berbuat demikian karena pada dasarnya dan pada kenyataannya penulis sendiri terkadang juga tidak luput dari melakukan perbuatan keji dan mungkar dalam batasan admin sendiri penyesalan seringkali hadir ketika hal tersebut sudah terjadi dan kembali kita memohon ampun dan bertaubat kepada Nya.

Seolah tidak pernah jera dan tidak ada putusnya khususnya bagi mereka yang belum dapat menetapi kebenaran (istiqomah) dan kesabaran , dalam melaksanakan perbuatan keji dan mungkar bisa jadi oleh karena sholat yang kita lakukan adalah belum benar dan atau belum sempurna, baik dalam ucapan (lafadz yang diucapkan ketika shalat), Perbuatan (tingkah berdiri , takbir, sujud , ruku' yang dilakukan ketika sholat) serta Hati (yang tidak tertuju kepada Nya) ketika melaksanakan sholat. 

Tidak perlu ada yang ditutupi serta disembunyikan bahwa seringkali kita dalam rangka melaksanakan sholat masih saja membayangkan dan atau memikirkan serta mengkhawatirkan sesuatu diluar sholat, baik itu yang berupa harta , pekerjaan , anak , istri , dan permasalahan yang ada didalam kehidupan. 

Khusyu' adalah jawaban ...... ke-khusyu'-an dalam melaksanakan sholat semestinya adalah sesuatu yang pertama kali diajarkan kepada mereka yang ingin belajar sholat , kekhusyu'an adalah semestinya menjadi ajaran utama dan atau pelajaran utama serta sesuatu yang harus diutamakan dalam pembelajaran sholat, karena hanya dengan khusyu'lah kita bisa merasakan serta menghayati kenikmatan sholat itu sendiri. 

Ingin belajar sholat ........? Belajarlah Khusyu' terlebih dahulu, dengan membuang segala beban , membuang segala permasalahan , membuang semua angan dan segala sesuatu yang ada didalam pikiran. mantapkan hati tekadkan langkah dan bulatkan tujuan ketika hendak melaksanakan sholat dengan hanya dan hanya ingin menghadap kepada - Nya. 

Wallahu A'lam

Shalat Ashar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat lima waktu adalah salat fardhu (salat wajib) yang dilaksanakan lima kali sehari. Hukum salat ini adalah Fardhu 'Ain, yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (baligh), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Salah satu dari sholat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap hari adalah shalat Ashar ynag terdiri dari 4 raka'at. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri dan berakhir dengan terbenamnya Matahari.

Catatan ini dibuat menjelang Sholat Ashar waktu dimana para pekerja sudah mulai selesai mengerjakan segala aktivitasnya, waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga , waktu untuk segera berbenah menyambut datangnya malam yang sebentar lagi tiba. 

Shalat Ashar adalah salah satu sholat yang mungkin dizaman ini telah banyak ditinggalkan orang, dahulu shalat subuh dan isya' , namun karena keadaan sekarang sudah sangat berbeda , dimana siang hari amat banyak sekali orang yang melakukan aktivitasnya, bisa jadi sekarang shalat dzuhur dan asharlah yang sering ditinggalkan orang. 

Namun semua kembali kepada masing - masing orang, kalo yang saya lihat sih begitu , Maghrib dan isya' selalu ramai dengan orang berjama'ah, subuh juga ramai meskipun tidak seperti shalat maghrib dan isya' namun berbeda dengan dzuhur dan ashar yang ...... yach...... Wallahu A'lam

Yuk Shalat Ashar

Shalat Istikharah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sesungguhnya kita umat manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pada pertolongan Allaah dalam setiap urusan, satu hal yang mesti diyakini bahwa manusia tidak mengetahui perkara yang ghoib, selain dari pertolongan Allaah, Manusia tidak mengetahui manakah yang baik dan buruk pada kejadian pada masa akan datang kecuali setelah mendapat petunjuk dari Allaah. Oleh karena itu, di antara hikmah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia mensyariatkan do’a supaya seorang hamba dapat memohon pada Rabbnya untuk dihilangkan kesulitan dan diperolehnya kebaikan.

Seorang muslim memiliki pengetahuan dan tidak ada keraguan sedikit pun tentang Al Quran dan perintah - perintah Allaah serta meyakini bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allaah Ta’ala. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang dia kehendaki pada hamba-Nya.

Shalat Istikharah adalah sholat sunnah yang biasa dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah bagi mereka yang sedang berada di antara beberapa pilihan dan merasa ragu untuk memilih atau saat akan memutuskan sesuatu hal. permasalahan dalam hal ini tidak dibatasi, seseorang dapat sholat istikharah untuk menentukan dimana ia kuliah, siapa atau jalan mana yang lebih cocok bagi seseorang dan atau jika menyangkut pekerjaan maka perusahaan mana yang lebih baik dipilih. Setelah shalat istikharah dilaksanakan maka dengan izin Allah pelaku akan diberi kemantapan hati dalam hal memilih apa yang terbaik bagi dirinya.

Pada dasarnya shalat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja, akan tetapi lebih dianjurkan pada waktu sepertiga malam yang terakhir. Niat yang dibaca pada shalat ini, sebagaimana juga sholat sunnah yang lain cukup diucapkan didalam hati, adapun jika dengan lisan maka cukuplah terdengar oleh diri sendiri saja, yang terpenting adalah dengan disertai niat hanya semata karena Allah Ta'ala dan memohon semata - mata kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho-Nya.

Sholat istikharah boleh dan atau bisa dikerjakan dengan paling sedikit 2 rakaat atau hingga dua belas rakaat dengan sekali salam pada tiap tiap 2 raka'at.

Setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, membaca Surah Al-A'laa (1 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca 1 Surah Al Qadr (1 kali), dan atau jika mengerjakan lebih dari 2 raka'at setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat yang pertama, baca ayat Al-Kursi (7 kali). Selepas membaca Al-Fatihah pada rakaat yang kedua, baca Surah Al-Ikhlas (11 kali). dan surah - surah pendek yang lain.

Setelah salam dilanjutkan dengan berdzikir dengan memohon kepada Allah dengan memperbanyak bacaan Asma'ul husna diantaraya (Ya Shamad , Ya Qadir , Ya Latifu , Ya Khabir, Ya 'Aliyyu, Ya Adzim , Ya Syami'u Ya Bashir) kemudian dilanjutkan dengan bacaan do'a shalat istikharah denga memohon petunjuk dan mengutarakan masalah yang dihadapi.

Ada Sebuah hadits yang menerangkan tentang do'a setelah shalat istikharah dari Jabir r.a mengemukakan bahwa do'a tersebut dalam bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut :

"Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan Ridhailah aku dengan kebaikan itu". (HR Al Bukhari)

Fadhilah dan atau manfaat serta kegunaan dari shalat istikharoh di samping untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allaah Subhanahu Wata'ala sebagai keinginan taqarrub kepada-Nya, sholat sunnah Istikharah juga bermanfaat untuk membebaskan diri dari rasa keragu-raguan dan kebingungan dalam rangka menentukan sebuah pilihan yang paling baik dan paling bagus, baik menurut pandangan hukum agama maupun agar tidak kecewa atau menyesal di kemudian hari setelah menentukan pilihan, terhadap sesuatu yang dipilih.

Shalat istikharah juga sebagai wujud ketidakmampuan seorang hamba dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi dalam hidup terutama yang berkenaan dengan permasalahan dalam rangka menetukan sesuatu yang lebih dari satu pilihan, hendaknyalah semuanya kita kembalikan kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan artian memohon dan merendahkan diri kepada-Nya, karena hanya Dialah yang Maha Mengetahui , Maha Memberi Pertolongan dan Raja Segala Raja yang paling patut untuk dimintai pertolongan dan harapan.

Wallahu A'lam

Shalat Hajat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong kamu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" Al Baqarah : 153

Shalat Hajat adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan dalam rangka atau karena ada suatu hajat / keperluan yang ingin kita minta kepada Allaah Subhanahu Wata'ala baik untuk keperluan urusan duniawi atau keperluan ukhrawi. Hajat secara harfiah bermakna kebutuhan, Jika kita memiliki kebutuhan dan atau keinginan, Allaah subhanahu wata'ala menganjurkan kita untuk melaksanakan shalat sebagaimana tersurat dalam Surah Al Baqarah ayat 45 dan ayat 153.

Sholat Hajat (صلاة الحاجة) adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang muslim pada saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan atau diberikan pertolongan oleh Allah Suhanahu Wata'ala. Salat Hajat dilakukan antara 2 raka'at sampai dengan tidak tertentu bilangannya dengan salam di setiap 2 rakaat. Bagi sebagian orang shalat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat, sebagian yang lain lebih mengkhususkannya pada malam hari karena dinilai lebih tenang keadaannya sehingga bisa melaksanakan shalat dengan khusyu'. 

Seperti juga halnya shalat-sholat yang lain niat salat ini, diucapkan di dalam hati dan dilafadzkan dengan lisan akan tetapi dengan tidak mengeraskan suara jadi gunakanlah dengan hikmah dan bijaksana dengan hanya terdengar sampai telinga kita saja, yang terpenting kemudian adalah niat hanya semata mata memohon kepada Allaah dan karena Allaah dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya serta dengan merendahkan diri.

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan ketika kita sedang melaksanakan takbiratul ihram / mengangkat tangan kemudian disusul dengan Lafazh takbir. adapun niat salat hajat kurang lebihnya adalah sebagai berikut :

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allaah Ta’ala.”

Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah / sendiri - sendiri) minimal dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat atau menurut pendapat lain tidak terhingga. Jika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.Sabda Nabi saw:"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).

Tata Cara Melaksakan Sholat Hajat :

  • Niat shalat Hajat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram / "Aku niat shalat sunah hajat karena Allah"
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca salah satu surat didalam al quran. Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).
  • Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali
  • I'tidal sambil membaca bacaannya
  • Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
  • Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.
  • Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.
  • Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya / keperluannya.
Apakah / apa sajakah yang dapat diminta dalam shalat hajat ..?

Setiap manusia dan sebagai manusia pastinya memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. mulai dari keinginan / dibutuhkan menyangkut dirinya sendiri sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut orang lain dan atau sebuah negara. Segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukan segala sesuatunya kepada Allaah Subhanahu Wata'ala, sebab Dia adalah Dzat Yang Maha kaya, yang memiliki langit, bumi, dan Maha Mengatur seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah Suhanahu Wata'ala melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. 

Mengapa kita memohon kepada-Nya dengan Shalat......? 

Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya. Di dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : 

“Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah : 45)

Sholat hajat, ditetapkan secara khusus sebagai ibadah bagi mereka / seseorang yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-sholat yang lain dan memiliki suatu keistimewaan tersendiri dari Allah. Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang muslim. dimana Shalat hajat merupakan salah satu bentuk pernyataan ketidak mampuan seorang hamba akan segala permasalahan yang ada dan sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 45 dan 153 maka datangilah Allaah dan atau memohonlah kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dengan sholat. 

Dasar hukum shalat hajat selain terdapat dalam Al Quran juga terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa. Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun kholaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka minta kepada Allaah. disamping itu Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya.

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, Tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atas hajat / kebutuhan mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Apapun permasalahan dan atau kesulitan yang ada didunia ini maka pastilah ada solusinya dan Allaah Subhanahu Wata'ala telah menerangkan segala sesuatunya didalam kitab yang disucikan dan mensucikan , kitab yang diberkati dan memberkati , kitab yang memberi rahmat dan merahmati yakni Al Quranul Karim. Datanglah kepada Allaah dan Memohonlah kepada-Nya.

Ali Imran : 83

Shalat Dhuha

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Shalat Dhuha adalah Sholat Sunah yang dilakukan oleh seorang muslim ketika memasuki waktu Dhuha. Shalat dhuha biasa dilaksanakan ketika Matahari mulai naik sejak terbitnya kira-kira pukul tujuh pagi hingga memasuki waktu shalat zuhur, namun alangkah baiknya jika shalat waktu pelaksanaan shalat dhuha dibatasi hingga pukul 09 : 30 hingga 09:00 sehingga tidak terlalu berdekatan dengan waktu shalat dzuhur, di khawatirkan jika terlalu siang akan bertabrakan / memasuki waktu shalat dzuhur. 

Jumlah rakaat shalat duha minimal adalah 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat serta masing - masing dilakukan 2 rakaat sekali dengan salam. Manfaat / faedah dan atau keutamaan sholat duha yang dapat kita peroleh dan rasakan adalah dapat melapangkan fikiran dan atau beban yang ada dalam kehidupan serta dalam segala hal terutama dalam hal rizki, tidak dapat di ingkari serta disembunyikan dan tidak perlu ditutupi hal tersebut adalah memang salah satu sarana dan atau media seseorang dalam rangka memohon pertolongan Allaah Subhanahu Wata'ala guna untuk melapangkan rizeki dan atau segala sesuatunya dalam menjalani kehidupan.

Niat Shalat Dhuha


Usholli sunnatadh- dhuha rok’ataini lillahi ta’alaa
Dalam Bahasa Indonesia  : "Saya niat shalat dhuha dua raka’at karena Allah ta’ala."

Do'a Shalat Dhuha 

Shalat dhuha adalah juga sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allaah Subhanahu Wata'ala dan pengakuan kerendahan diri kita dihadapan Allaah Subhanahu Wata'ala, sebagaimana tersurat dalam Do'a yang biasa dilantunkan setelah melaksanakan shalat dhuha yang dalam bahasa indonesia nya adalah kurang lebih sebagai berikut :

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.

 اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ

 بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dluhaa adalah waktu dluhaa-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizqi kami di atas langit, maka turunkanlah, apabila didalam bumi, maka keluarkanlah, apabila masih sukar, maka mudahkanlah, apabila terdapat yang haram, maka sucikanlah, apabila masih jauh, maka dekatkanlah, Dengan Kebenaran waktu dluhaa Mu, keagungan Mu, kebagusan Mu, kekuatan dan kekuasaan Mu. Berilah kepada kami apa-apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang sholih.”.

Berikut adalah Beberapa hadits Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang terkait dengan shalat dhuha :

"Siapapun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (H.R Tirmidzi)

"Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata," Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang salat dhuha. Ia bersabda,?Salat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari)." (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)

"Rasulullah bersabda di dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat salat duha, karena dengan salat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)

“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

Dari Abi Zar r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka'at salat Dhuha.” (HR Muslim)

Surah-surah Al Quran yang baik untk dibaca pada tiap - tiap rakaat shalat dhuha diantaranya adalah ;
Surah Ad-Duha ,Surah Al A'laa, Surah Al Insyirah / Alam Nasrah ,Surah Al-Ikhlas

Wallahu A'lam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sholat Do'a dan Dzikir - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger